
🍃Mengenalmu adalah keberuntungan bagiku. Jika aku tidak bisa hidup bersamamu, Izinkan aku mengingatmu dalam do'a dan juga hatiku.🍃
Setengah jam setelah dari tempat itu, mereka akhirnya sampai. Shofia hendak turun. Tapi di halangi oleh Jo.
"Sayang. Biar aku turun dulu. Nanti kamu nyusul kalau Umi sudah penasaran, pasti Umi akan keluar untuk nemuin kamu. Oke?" kata Jo sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Sayang, kamu jahil." Shofia tersenyum menanggapi ide jahil Jo.
Jo kemudian keluar dari mobil dan berjalan ke arah dalam ndalem.
"Assalamualaikum." sapa Jo setelah di depan pintu ndalem.
"Wa'alaikum salam." Terdengar suara Umi dari dalam.
"Masya Allah Har. Itu kamu nak." Umi begitu gembira menyambut kedatangan Jo. Jo sendiri tersenyum melihat reaksi Umi. Umi terlihat mencari seseorang yang dibawa Jo.
"Mana istrimu Har? Katanya kesini mau mengenalkan istrimu?"
"Di mobil Mi."
"Kenapa masih di mobil? Apa dia nggak mau turun ke gubuk Umi ini?"
"Bukan begitu Umi. Dia maunya dijemput Umi."
Mendengar jawaban Jo, Umi segera Melangkahkan kakinya ke arah mobil Jo terparkir. Umi melihat seorang gadis berjilbab yang menundukkan kepalanya sehingga tidak terlihat wajahnya.
Umi mengernyit bingung. Sepertinya sosok itu tidak asing di mata umi. Umi segera membuka pintu mobil itu. Dan umi terkejut saat melihat Shofia yang ada di sana.
Tanpa berkata apa-apa Umi langsung memeluk Shofia. Tangis Umi pecah dalam pelukan Shofia.
"Mi, anak perempuannya datang kok umi nangis sih." kata Shofia.
"Anak nakal! Kalian sengaja ngerjain Umi ya." Umi mengajak Shofia turun dari mobil. Jo yang berdiri di samping Umi mendapat pukulan di lengannya dari Umi.
"Aduh duh duh Mi. Ini sakit. Har kan sudah bawa menantu untuk Umi. Kenapa masih dipukul."
"Soalnya kalian nakal. Nikah tidak memberi kabar sama Umi."
"Maaf Mi, ceritanya panjang."
"Ya sudah. Ayo masuk dulu."
Shofia digandeng Umi saat memasuki Ndalem. Di ndalem sudah ada Abah dan Juga Ziana. Shofia dan Jo bergantian mencium tangan Abah.
__ADS_1
"Alhamdulillah. Ternyata istrinya Har itu kamu Shof?"
"Iya abah."
Ziana langsung memeluk Shofia. Dia menagis di pelukan Shofia. Dia sangat senang mengetahui bahwa Shofia telah menikah dengan Har.
"Sini duduk dulu." ajak Umi. Dan semua orang akhirnya duduk. Sedangkan Ziana pergi ke dalam.
"Abah Umi, kami kesini ingin meminta do'a dan restu dari abah dan Umi." kata Jo. "Maaf jika kami baru memberi tahu kalian sekarang. Karena banyak hal yang terjadi setelah pernikahan kami."
"Kalian sudah menikah berapa lama?" tanya Abah.
"Baru lima hari ini Bah. Kami menikah juga mendadak Bah."
"Memangnya apa yang terjadi?" tanya Umi.
"Itu syarat dari ayahnya Shofia Mi. Beliau memperbolehkan saya menikahi Shofia dengan syarat dalam waktu dua hari setelah saya meminta Shofia pada ayahnya, saya harus segera menghalalkan Shofia."
"Kamu hebat Har." abah menepuk pundak Jo pelan.
"Jadi kalian sudah saling mengenal?"
"Iya Mi. Saya dan Jo, eh maksud saya mas Jauhar sudah saling mengenal dari kami masih kecil."
"Oh jadi dia ini cinta pertama mbak Shofia?" tanya Ziana yang kembali ke ruang tamu ndalem dengan membawa nampan berisi beberapa cangkir minuman.
"Pantas saja saat pertama kali aku lihat mas Har sepertinya wajahnya tidak asing."
"Kami sempat sedih saat mendengar Har membatalkan berkenalan dengan Shofia. Kata Rizwan Har mau mengejar cinta pertamanya. Eh Ternyata orangnya sama." Semua orang tertawa menyadari hal itu.
"Benar Mi. Kami juga tidak menyangka jika Rizwan pernah bersikeras berniat mengenalkan kami berdua."
"Ternyata malah kalian jauh lebih di depan. Rencana Allah sungguh hebat." Kata Abah sambil memandangi kedua orang yang telah dianggap seperti anaknya sendiri.
Abah sangat bersyukur jika Keduanya dapat bersatu. Shofia yang pernah hampir menjadi menantunya sebagai istri Zakaria, namun akhirnya menjadi menantunya sebagai istri dari Jauhar, teman Zakaria yang sudah Abah anggap sebagai anaknya.
*****
Di depan sebuah pusara Zakaria, Shofia dan Jo duduk berdampingan menatap penuh arti ke arah nissan yang tertulis sebuah nama yang begitu indah. Sebuah nama yang mempunyai arti mendalam dalam hati keduanya. Sebuah nama dari seseorang yang pernah mewarnai hidup kedua insan yang kini telah disatukan dalam ikatan suci pernikahan.
Setelah selesai mendo'akan almarhum mereka berdua terdiam dengan fikiran masing-masing. Mereka mengingat kenangan yang pernah mereka lalui bersama Zakaria.
Dalam hidup Shofia, nama Zakaria Husain Fuadi telah terbingkai indah dalam hatinya. Dia tidak pernah menyesal pernah mengenal dan mencintai sosok gus gaul itu.
__ADS_1
Zakaria bukan hanya sosok gus yang tampan bagi Shofia. Sifatnya yang baik, penyabar dan penyayanglah yang telah menaklukkan hati seorang Shofia Lathifunnisa. Pernah melangkah bersamanya adalah sebuah kebanggaan bagi Shofia, meskipun mereka harus berpisah karena maut memisahkan.
Shofia pernah bahagia bersama seseorang yang kini telah tidur dengan tenang di dalam makam didepannya. Pernah tersenyum bersama. Pernah merangkai mimpi bersama.
Kini Shofia datang dengan seseorang yang akan menjadi masa depannya. Bersama seseorang yang akan beahagia bersamanya di masa depan. bersama seseorang yang akan menemaninya mawujudkan mimpinya untuk membangun sebuah rumah tangga yang bahagia.
Shofia Pov...
Gus, ini adalah Ahmad Jauhar Musthofa. Aku yakin kamu sudah mengenalnya dengan baik. Dia adalah suamiku Gus. Aku ingin engkau mendoakanku agar aku hidup bahagia bersamanya.
Dia adalah Jo yang dulu pernah aku ceritakan. Aku tidak menyangka jika teman yang dulu kamu ceritakan adalah orang yang sama dengan yang pernah kuceritakan sebagai cinta pertamaku.
Aku yakin kamu juga pasti setujukan jika dialah yang menjadi suamiku kan? Dulu kamu selalu memujinya sebagai sahabatmu yang paling berpengaruh dalam hidupmu.
Do'akan aku dan Jo selalu dirahmati oleh Allah. Do'akan kami selalu bahagia. Do'akan kami dalam mengarungi bahtera rumah tangga Gus. Do'akan kami agar kami mempunyai keturunan yang yang Sholih dan Sholihah.
Aku akan menyandarkan hidupku padanya. Aku percayakan kebahagiannku padanya. Suamiku, Ahmad Jauhar Musthofa ❤
Jo pov....
Zaka, ini adalah istriku Shofia Lathifunnisa. Kamu pasti juga mengenalnya bukan? Dia juga wanita yang pernah kamu cintai dan pernah menjadi calon istrimu.
Dunia ini Sungguh sempit ya? Kamu ingatkan? Dulu aku pernah bercerita padamu jika aku mondok agar aku bisa menjadi layak untuk seorang wanita. Inilah wanita itu. Shofia.
Ternyata kamu lebih beruntung daripada aku. Kamu lebih dulu menjafi alasannya tersenyum. Kamu lebih dulu membuatnya tertawa. Kamu lebih dulu membuatnya bahagia.
Aku janji aku akan selalu menjaga senyum itu. Aku janji akan selau membuatnya tertawa bahagia. Aku akan berjanji melindunginya.
Terima kasih karena pernah melangkah bersamanya. Terima kasih karena telah mencintainya. Terima kasih karena telah menyayanginya. Terima kasih karena pernah menguatkannya. Terima kasih karena telah menjaganya.
Zakaria, aku akan menjadi suami terbaik untuk Shofia. Kamu tidak perlu khawatir, aku akan menjaga dan membahagiakan Shofia sebaik kamu melakukannya.
Do'akan aku dan Shofia selalu diridloi Allah. Semoga Allah menjadikan rumah tangga kami rumah tangga yang sakinah, mawaddah, Warohmah. Aamiin.
Aku akan selalu mencintaimu istriku, Shofia Lathifunnisa❤
*
*
*
Jangan lupa sentuh 👍 Okeh? 😘
__ADS_1
Beri bintang ⭐lima juga Ea 😁
Kritik dan Saran juga boleh kok 😊