
Setelah beberapa menit. Ziana pun datang. Mereka segera masuk ke dalam mobil. Zakaria duduk di balik kemudi. Ziana dan Shofia duduk di belakang.
Selama di dalam mobil, Zakaria hanya diam mendengarkan pembicaraan kedua gadis yang duduk di belakangnya. Sesekali dia melirik kearah belakang.
"Mas. Jangan ngelirik terus. Nanti juling lo." kata Ziana ketika memergoki kakaknya melirik Shofia dari spion tengah.
"Siapa yang ngelirik. Mas cuma lihat keadaan di belakang mobil." elaknya.
"Alasan." dengus Ziana.
****
Ketika tiba di tempat perlombaan Ziana langsung membawa Shofia pergi. Itu membuat sang kakak jengkel. Apalagi tadi dia bilang kalau pulangnya tidak mau bareng lagi.
Banyak perlombaan yang diselenggarakan tahun ini. Mulai dari perlombaan fisik hingga perlombaan yang mengandalkan otak. Semua berjalan dengan lancar. Semua semangat mengikuti acara tersebut.
__ADS_1
Siswa -siswi dari beberapa sekolah membaur menjadi satu tanpa ada rasa canggung. Yang menang senang dan yang kalah pun menerima dengan senang pula.
Setelah semua cabang perlombaan selesai dan perolehan medali dijumlahkan, MA Al-Huda mendapat juara 2.
Shofia menyumbangkan medali emas untuk sekolahnya setelah berjuang tiga tahap dalam pertandingan badminton. Rasa lelahnya tergantikan oleh rasa bangga.
📢🎛🎤🎶
Tahun ini pihak sekolah penyelenggara menyediakan panggung hiburan. Mereka secara khusus mengundang sebuah band yang cukup terkenal di kota itu. Salah satu personel band itu adalah alumni dari MA penyelenggara perlombaan.
Sebelum Band bintang tamu naik ke panggung beberapa pertunjukan juga disuguhkan sebagai hiburan. Ada penampilan band sekolah itu, menari, pertunjukan dance. dan ada yang menyanyi solo.
Shofia duduk dengan keempat sahabatnya. Mereka duduk di pinggir lapangan yang agak jauh dari panggung karena walaupun sudah sore sinar matahari masih terasa menyengat kulit.
"Shof kamu nggak pengen band kamu bisa tampil? "tanya Fatimah. Shofia tersenyum tipis.
__ADS_1
"Band kami sudah pernah tampil kok. Di beberapa agenda sekolah. Bahkan pernah tampil diundang di Kabupaten juga."
"Tapi sekarang band kamu masih aktif? " Salwa ikut penasaran.
"Kami masih vakum. Entahlah. Sekarang kami bisa bilang seperti itu. Tapi ketika kami dewasa mungkin berbeda lagi. Kita kan tidak tahu kesibukan di masa depan seperti apa. Bisa saja kami saling sibuk dengan kehidupan kami masing-masing. Jadi siapa tahu."
"Pernah ada cita-cita band kalian terkenal?"
"Tentu saja pernah. Dulu kami berlatih sungguh-sungguh tentu saja dengan cita-cita yang kami gantung setinggi mungkin. Dan kami pernah mencapai puncak waktu itu. Kami masih terlalu muda untuk memikirkan membuat band kami sampai taraf nasional. Jadi sampai tingkat kabupaten saja bagi kami itu pencapaian yang luar biasa."
Percakapan mereka terhenti dan kembali menikmati lagu yang dibawakan "Crazzy Band", band bintang tamu. Mereka terlihat hebat.
Ketika satu lagu selesai. Sang vokalis maju beberapa langkah. Menghadap pada para penonton.
"Selamat sore semua.... apa kabar...? Bagaimana perlombaannya adik-adikku yang manis-manis?" semua penonton tertawa dengan panggilan yang diberikan sang vokalis. Vokalisnya seorang cewek berhijab. Dengan pakaian yang modis dan terlihat cantik. Mungkin dia masih kuliah.
__ADS_1
"Sore ini kami begitu bahagia. Kami dapat merasakan semangat kalian untuk mengikuti lomba secara sportif. Kami bangga pada kalian. Tepuk tangan untuk kalian semua!" teriaknya. dan lapangan kembali riuh dengan suara tepuk tangan.
"Ada satu lagi yang membuat kami bahagia. Kami telah menemukan Sweety Girls kami yang menghilang. Kami tidak menyangka kami akan menemukan adik kecil kami di sini. Ternyata kamu bersembunyi disini Sweety Girls." kata sang vokalis yang kini telah mengunci pandangannya pada seseorang.