Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Masih Jutek


__ADS_3

Seorang gadis berlari menaiki tangga di sebuah kampus di kota Surabaya. Sebuah ransel bertengger di punggungnya. Hari ini dia harus megikiti kelas pak Hendro sang dosen ekonomi yang terkenal killer.


Dia adalah Shofia. Mahasiswi jurusan ilmu ekonomi semester 6. Sudah 3 tahun dia berada di kota ini untuk melanjutkan kuliahnya.


Biasanya kata telat tidak ada di kamus Shofia. Namun hari ini ada meeting mendadak yang harus diikutinya di perusahaan tempat magangnya. Biasanya dia pulang dari magangnya jam 4 sore. Sehingga pada jam 5 dia sudah bisa berangkat kuliah.


Shofia dapat bernafas lega saat sampai di kelas ternyata dosen tersebut belum datang. Dia langsung mencari tempat duduknya.


"Tumben telat Shof." kata Rizwan. Teman dekat Shofia.


"Tadi ada meeting mendadak Riz. Udah gitu selesainya lama lagi. Banyak divisi yang kena marah."


"Ow gitu... "


"Heemm. Ngomong-ngomong tumben pak Hendro belum datang."


"Hari ini kita free Shof. Tuh dosen tadi masuk cuma bentar. Terus pergi karena ada rapat dosen. Jadi kita cuma dikasih kerjaan bikin makalah buat presentasi besok." jelas Rizwan


"Alhadulillah."


Di kampus ini Shofia malah berteman dengn seorang laki-laki. Pasalnya di kelasnya perempuannya tidak ada yang bisa diajak berjuang sepertinya.

__ADS_1


Kuliah di tempat umum sangat berbeda dengan lingkungan Shofia dulu. Mencari teman yang bisa diajak sholat bareng waktu dalam kesempatan yang mepet sangat sulit. Dan Rizwan lah satu-satunya teman yang sependapat dengannya bahwa yang terpenting dari segala urusan adalah sholat.


****


Malam ini setelah perkuliahan teman-teman Shofia mengadakan pesta ulang tahun salah seorang teman mereka di kafe. Sebernarnya Shofia sangat malas pergi ke pesta seperti itu. Apalagi waktunya malam.


"Hai Shofi. Sendirian aja. Bodyguardnya mana?" Andre menghampiri Shofia yang duduk sendiri di salah satu meja Shofia hanya diam. Dia tetap melanjutkan minum.


"Shofi sudahlah jangan jual mahal." kata Andre sambil berusaha menyentuh tangan Shofia.


"Jangan sembarangan menyentuh orang. Bukan muhrim!" bentak Shofia.


"Ayolah. Cuma pegang tangan saja jutek. Percuma kalau cantik tapi jutek."


"Cantik-cantik jutek. Huh!" Andre pun menyerah dan pergi.


Andre sudah sejak awal masuk kampus selalu berusaha mendekati Shofia. Namun Shofia selalu mengacuhkannya. Andre termasuk mahasiswa populer di kampus itu. Dia juga sudah beberapa kali ganti pacar. Namun dia masih saja berusaha mendekati Shofia.


"Ngapain tu playboy cap laron kesini?" tanya Rizwan.


"Kamu sih baru datang. Dia gangguin aku lagi." rengek Shofia.

__ADS_1


"Sorry. Aku tadi dari toilet. Tapi sejak kapan kamu terganggu dengan godaan Andre?"


"Sejak aku capek. Aku capek kalau mesti debat sama tuh orang. Bawaanya emosi terus."


Pesta selesai pukul 10 malam. Shofia sudah dlbersiap mengendarai motornya di parkiran. Rizwan sudah pulang duluan karena ada temannya yang datang dari luar kota.


"Shofi biar aku antar ya." Kata Seno, salah seorang teman Shofia.


"Terima kasih Seno. Tapi tidak perlu." tolak Shofia.


"Ini sudah malam. Apa kamu berani sendirian?"


"Ini di Surabaya. Jam 10 disini masih sore tahu. Ya sudah aku pulang dulu. Assalamualaikum" pamit Shofia segera menjalankan motornya.


"Kenapa No? Ditolak lagi?" tanya Wanda. Seno hanya diam. Wanda sudah lama menyukai Seno. Tapi Seno suka pada Shofia.


"Sudahlah No. Lupakan Shofia. Dia itu tidak ada perasaan sama kamu." kata Wanda.


"Shofia itu masih jomblo. Jadi masih ada kesempatan."


"Dari dulu selalu itu alasanmu. Mau sampai jamuran Shofia itu tidak akan suka sama kamu. Tuh yang kayak Rizwan yang rajin ibadah yang bisa dekat dengan Shofia." kata Wanda sambil berlalu.

__ADS_1


Bagi Shofia, hidup di lingkungan pergaulan anak zaman now harus pandai-pandai menjaga diri. Jika tidak dia akan terjerumus pada jalan yang dibenci oleh Allah SWT. Dia selalu membentengi dirinya sendiri.


__ADS_2