
Hari ini Shofia mendapat undangan resepsi pernikahan dari Sandy. Dia juga berencana untuk memberikan undangan resepsi pernikahannya kepada teman-temannya.
Kesalahpahaman teman-temannya juga harus segera di akhiri. Dua hari lagi sekolah sudah masuk, akan tidak nyaman jika teman-teman nya masih salah faham terhadapnya.
Shofia datang ditemani oleh Jo. Kebetulan Jo mendapat sift pagi, jadi bisa menemani istrinya malam ini. Semalam mereka sudah sampai di rumah orang tua Jo.
Shofia turun dari mobil yang dibukakan oleh Jo. Keduanya bergandengan tangan menuju acara. Di pintu masuk terlihat beberapa orang yang bertugas menerima tamu.
Setelah masuk, Shofia mencari keberadaan teman-teman nya. Setelah menemukannya, dia segera berjalan menuju teman-temannya berada.
"Assalamualaikum." sapa Shofia.
"Wa'alaikum salam" jawab Indah, Inun dan juga suami Inun.
"Boleh gabung?"
"Silahkan." jawab Hudi, suami Inun. Dia tahu jika Shofia adalah teman dari Inun.
Sekarang Shofia dan Jo sudah duduk bersama mereka. Acara resepsi masih belum mulai.
"Bu Inun, Bu Indah. Saya minta maaf jika saya ada salah." kata Shofia.
"Untuk apa Bu Shofi minta maaf?" tanya Inun ketus.
"Sebernarnya saya dan dokter Jo sudah menikah. Ini undangan resepsi pernikahan kami." Shofia mengulurkan dua undangan kepada teman-teman nya. Keduanya kaget mendengar perkataan Shofia.
"Malam sebelum class meeting kami sudah menikah bu Inun, bu Indah. Jadi untuk video yang tersebar itu saya tidak perlu menjelaskan."
"Maafkan kami bu Shofi. Kami sudah salah faham terhadapmu."
"Jadi kita baikan?"
"Tentu." Shofia kemudian bangkit dan memeluk kedua sahabatnya.
"Wah wah wah ternyata bu Shofi sudah jauh melangkah tanpa memberi tahu kami."
"Maaf ya. Acaranya mendadak. Dan dia ini juga tidak memberi tahu saya sebelumnya. Malam-malam datang sudah bawa naib saja." kata Shofia sambil melirik Jo. Yang dilirik tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.
"Iya. Saya minta maaf untuk itu. Jadi banyak gosip panas yang beredar di sekolah." kata Jo.
"Tidak apa-apa dokter Jo. Kami bahagia jika bu Shofi bahagia." kata Inun.
"Bu Nindi mana?" tanya Shofia setelah mengedarkan matanya tapi tidak mendapati Nindi diantara tamu undangan.
"Pasti dia sedang patah hati. Kan selama ini dia suka sama pak Sandy." kata Indah.
"Ow begitu."
Acara pun dimulai. Sandy dan Mira sudah keluar untuk menyambut tamu undangan. Tamu yang diundang pada malam hari ini adalah Tamu-tamu dari teman-teman Sandy dan juga Mira. Jadi kebanyakan masih muda-muda.
Acara resepsinya juga dibuat santai. Ada satu band lokal yang menemani perjamuan malam itu. Sandy dan Mira juga menyapa tamu undangan mereka.
"Selamat pak Sandy, mbak Mira." kata Shofia saat kedua pengantin itu berada di meja mereka.
"Terima kasih mbak Shofi. Gaun rancangan mbak sangat nyaman dipakai. Banyak yang memuji juga." kata Mira yang membuat kedua temannya memandang Shofia heran.
"Syukurlah kalau mbak Mira suka. Oh ya mbak Mira, perkenalkan ini suami saya Jauhar." Shofia memperkenalkan Jo pada Mira.
"Jauhar."
"Mira."
"Oh ternyata mbak Shofi sudah menikah?"
"Iya mbak. Satu minggu yang lalu. Oh ya. Maaf kalau tidak sopan. Ini undangan resepsi pernikahan kami." Shofia mengulurkan kertas undangan pada Mira yang langsung diterima oleh Mira. "Datang ya mbak." lanjutnya.
"Insya Allah mbak Shofi. Ya sudah silahkan menikmati acaranya. Kami permisi harus menyapa tamu undangan yang lain." kata Mira. Sandy sendiri tidak bicara apa-apa karena dia sendiri bingung mau bivara apa pada Shofia dan juga kedua rekan gurunya yang tahu bahwa sebelumnya dia mengejar Shofia.
Setelah kedua pengantin itu pergi, Inun dan Indah memicingkan matanya pada Shofia sebagai tanda meminta penjelasan dari Shofia.
"Hehehe. Sebenarnya selain guru aku juga desainer sekaligus pemilik butik."
"Berapa banyak rahasia yang kamu simpan bu Shofi?"
"Tidak banyak kok."
"Butik apa Bu namanya? Boleh kan kapan-kapan kami main kesana?" tanya Inun.
__ADS_1
"Shofi's Boutiqe di jalan X. Tentu saja boleh. Tapi kalau ke sana kasih kabar dulu. Karena aku jarang disana."
"Oke. Sekarang kita ambil makan yuk. Aku sudah lapar." kata Indah.
"Oke."
"Sayang, aku ambilkan makan dulu ya." kata Shofia sebelum berdiri.
"hem"
Para wanita segera pergi mengambil makanan untuk mereka. Tak lama mereka kembali dengan membawa beberapa makanan dan minuman di atas nampan dan memindahkannya ke meja.
Mereka pun makan dengan diselingi canda dan tawa. Shofia sangat senang karena teman-teman nya sudah tidak lagi salah faham terhadapnya.
"Selamat malam tamu undangan sekalian. Kita ucapkan selamat menikah untuk kedua pengantin kita Sandy Erian Wiratama dan Amira Septiana. Selamat menempuh hidup baru." kata vokalis Melodi band yang di undang oleh keluarga Mira.
"Barang kali dari tamu undangan ada yang ingin request ataupun ingin mempersembahkan lagu disini kami persilakan." lanjutnya.
Beberapa lagu pun dimainkan di atas panggung baik atas request tamu undangan maupun memang sudah rencana Melodi Band.
"Kami punya satu teman disini yang akan kami minta maju untuk menyumbangkan lagu." kata Vokalis itu. "Ayo dokter Jo. Kami mohon kehadirannya disini untuk menyumbangkan lagu untuk kedua pengantin." sambung vokalis itu.
"Sayang, kamu kenal mereka?" tanya Shofia pada suaminya.
"Hehehe. Mereka teman kampusku. Ayo temani aku maju." Jo menarik tangan Shofia untuk ikut maju bersamanya.
Ketika sampai di atas panggung Jo memperkenalkan SHofia pada teman-temannya. Dan juga memberi tahu lagu yang akan mereka nyanyikan.
"Perkenalkan, saya Jauhar dan ini istri saya Shofia. Kami akan mempersembahkan sebuah lagu yang berisi do'a kami untuk kedua pengantin. Kemarin kami juga mendapat do'a yang sama dari seorang teman kami. Dan kami sangat bahagia mendengarnya. Sekarang kami akan membagi kebahagiaan itu untuk pasangan pengantin yang berbahagia pada malam ini."
Maher Zain "Baraka Allahu Lakuma"
Jo
***We're here on This special day
Out hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together***
Shofia
A moment you'll always threasure
We ask Allah to make your love
Last forever
Jo
Let's raise our hands and make Du'a
Like the Prophet tauhgt us
And with one voice
Let's all Say, Say, say
Jo dan Shofia
Baraka Allahu Lakuma wa Baraka 'Alaikuma
Wa Jama'ah Bainakuma Fii Khair
Baraka Allahu Lakumu wa Baraka 'Alaikuma
Wa jama'ah Bainakuma Fii Khair
Jo
From now you'll sare your chores
Trought heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
__ADS_1
Seeking His Pleasure
Shofia
We pray that the He will fill your life
With Happiness and Blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter
Let's raise our hands and make Du'a
Like Prophet taught us
And with one voice
Let's all Say, Say, say
Bang to Reff...
Jo dan Shofia
Barakallah 4 X
Baraka Allahulakum Wa Lana
Baraka Allahulakum Wa Laha
Allah Barik lahuma
Allah adim hubahuma
Allah Shalli wa salim 'ala Rasulullah
Allah Tub 'Alaina
Allah Irdlo 'anna
Allah Ihdi Khuthana
'Ala Sunnat Nabiina
*****
Prok prok prok
Suara riuh tepuk tangan terdengar dari seluruh tamu undangan. Mereka sangat menikmati penampilan Shofia dan Jo.
"Terima kasih Dokter Jo. Penampilan anda dan istri sangat memukau."
"Terima kasih." kata Jo dan Shofia kompak.
Kemudian Shofia dan Jo kembali ke tempatnya dan menikmati acara demi acara yang berlangsung.
*
*
*
Shofia : Thor, acara resepsi pernikahanku kapan? βΊ
Author : Bentar lagi. Masih disiapin Shof. Sabar napa?π
Shofia : Awas kalo nggak semeriah tasyakuran rasa pentas seni. π
Author : Lu gimana sih Shof. Kemarin dibuat kayak Pentas seni protes. Sekarang minta yang kayak gitu. π‘
Shofia : Ya bukan gitu juga maksudku Thorπ€¨
Jo : Tenang Sayang. Biar suamimu ini yang buat resepsi kita berkesan π
Shofia : Kamu memang suami paling hebatπ
Author : Kalo udah gini mending aku kabur aja deh dari pada jadi lalat. Palingan kalo udah gini ujung-ujungnya ngamar.π
__ADS_1
Shofia :Aithoooor π€
Author : KABUUUURRR πββπββπββπββπββπββ