
Malam ini kelas Shofia berangkat ziarah. Shofia, Salwa, Nur dan Fatimah berada dalam satu bus. Sebenarnya mereka tidak satu bis. Namun sebelumnya mereka sudah menukar tempat dengan teman mereka yang lain. untungnya ada yang mau.
Shofia dan salwa duduk berdampingan, dibelakangnya adalah tempat duduk Nur dan Fatimah. Mereka akan melakukan perjalanan rohani selama 2 malam 1 hari. Mereka akan mengunjungi makam Waliyullah yang ada di Jawa Tengah.
Dengan perjalanan rohani ini diharapkan siswa mendekatkan diri dengan sang pencipta. Mempelajari kisah perjalanan hidup sang Wali. Setiap mengunjungi makam, selain berdzikir dan berdo'a, mereka juga diberi pengetahuan tetang sang Wali.
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Sore harinya rombongan sampai di candi Borobudur. Disana acaranya bebas. Semua rombongan menyebar mencari tempat yang cocok untuk mereka kunjungi.
Shofia dan ketiga temannya memutuskan untuk pergi ke candi paling atas. Dengan semangat mereka meniki tangga satu demi satu.
Setelah sampai di tingkat paling atas mereka begitu kagum dengan keindahan candi dilihat dari atas. Belum lagi pemandangan yang terhampar luas di sekitar cakrawala.
"Subhanallah! Begitu indah alam ciptaanMu ya Allah Ya Rabb. Begitu agung kuasaMu ya Ilahi." Shofia begitu mengagumi pemandangan alam pegunungan yang terlihat jelas dari atas candi.
"Ayo kita ambil foto disini!" ajak Nur. Semua temannya pun mengambil pose untuk mengambil gambar. Mereka berganti pose beberapa kali. Kadang bersama kadang juga sendiri.
Mereka tak menyadari ada seseorang yang sejak awal perjalanan selalu memperhatikan mereka. Duduk dalam diam di bus dan mengikuti dari jauh. Namun pandangannya tetap fokus ke arah mereka.
__ADS_1
Shofia pamit pada temannya untuk mengangkat VC dari Ziana. Sebelumnya Ziana berpesan jika sampai di Borobudur agar mengabarinya karena dia ingin melakukan VC.
"Assalaamu'alaikum cantik... "kata Shofia setelah agak jauh dari teman-teman nya.
"Wa'alaikum salam mbak ku yang juga cantik. Alhamdulillah sudah sampai Borobudur mbak. Kasih vew nya dong." Shofiapun mengarahkan langkahnya mengitari puncak candi agar Ziana dapat melihat keindahan yang dinikmatinya.
Dia tidak sadar, ada seseorang yang ikut mengamati, tapi bukan mengamati pemandangannya. Namun mengamati keindahan makhluk yang sedang menjadi bintang di VC tersebut. Siapa lagi kalau bukan Zakaria orangnya.
Zakaria membujuk adiknya untuk melakukan VC dengan Shofia. Entah mengapa setelah pertemuan di ndalem kemarin dia seperti candu dengan wajah Shofia. Rasanya ingin selalu melihat wajahnya. Walau dia bisa melihat dari foto yang dia dia ambil dari handphone Ziana, tapi rasanya beda.
"Lihat Zi! Indah kan." katanya.
"Shofia boleh aku bicara sebentar?" tanya seseorang mengalihkan perhatian Shofia.
"Shof sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu."
"Apa kamu bilang?" Shofia menaikkan sebelah alisnya tidak faham.
"Sejak pertama aku melihatmu. Aku sudah suka sama kamu. Dan setelah sekian lama aku sadar kalau aku jatuh cinta sama kamu. Maukan kamu menjadi kekasihku?"
__ADS_1
Shofia sangat kaget mendengar pernyataan cinta dari Zaki. Padahal dia tidak pernah berbicara sepatak katapun dengan laki-laki di hadapannya ini.
"Fatimah." Lirih Shofia yang melihat Fatimah.
Fatimah salah sangka terhadap Shofia. Dia segera berlari meninggalkan tempat itu. Saat Shofia hendak mengejarnya Nur menghentikan langkahnya.
"Biar aku yang kejar. Kamu selesaikan masalah disini."
"Terima kasih."
"Gimana Shof? Kamu terima kan?"
"Maaf Zaki tidak terima."
"Apa karena Fatimah?"
"Tidak. Aku memang tidak perasaan apapun padamu. Bahkan aku tidak sedikitpun mengenalmu."
"Aku akan menunggu sampai kau menerimaku."
__ADS_1
"Aku sarankan berhenti sampai disini. Jangan kamu pikirkan perasaanmu padaku. Hilangkanlah. Permisi." Shofia segera berlalu meninggalkan Zaki dan segera menyusul teman-temannya.
Kedua orang diseberang sana ikut menjadi saksi kejadian barusan. Shofia tidak sadar bahwa smbungan VC nya dengan Ziana masih tersambung. Walau tidak melihat kejadiannya. Tapi mereka dapat mendengar dengan jelas. Setelah kepergian Shofia Ziana segera mematikan panggilannya.