
💞 Kebahagiaan yang Sebenarnya adalah kepuasan hati kita. Jika hati kita telah merasa Pasa satu titik bernama puas, maka kebahagiaan itu akan datang.💞
Pagi ini Shofia sangat bahagia. Tanpa sepengetahuannya, Jo mengundang anak didiknya dan juga teman-teman Shofia untuk tasyakuran pernikahan mereka di rumah baru mereka. Seluruh keluarga juga ikut berkumpul disana.
Shofia sangat bahagia karena hari itu dia dikelilingi oleh semua orang yang dia sayangi. Jo sangat memperhatikan kenyamanan Shofia. Dia tahu apa saja yang akan membuat istrinya itu tidak nyaman, dan semua itu akan dia hindarkan.
Sepanjang acara Shofia selalu tersenyum melihat kebahagiaan dari setiap wajah orang-orang yang dia sayangi.
"Mbk, kenapa melamun?" tanya Ziana yang menyadari bahwa Shofia hanya melihat mereka.
"Aku bahagia Zi. Semua orang yang aku sayangi berada disini." Shofia menyunggingkan senyumnya.
"Mereka yang ada disini juga orang-orang yang menyayangi mbak."
"Kamu benar Zi. Mereka semua menyayangiku."
"Aku senang mbak Shofia mendapatkan kebahagiaan sekarang. Sudah lama aku tidak melihat senyum manis mbak."
"Aku kan selalu tersenyum manis Zi."
"Aku tahu itu hanya perkataan bibir mbak. Aku yakin hati mbak menyetujui perkataanku."
Shofia hanya tersenyum. Karena memang benar seperti itu kenyataannya. Sudah lama dia tidak tersenyum bahagia seperti sekarang.
Canda tawa semua orang yang ada dalam acara itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Shofia. Dia merasa menjadi orang yang penting dalam kehidupan orang lain.
Elin, Edi, Udin, Sundari, tak ketinggalan Kalian dengan keluarga kecilnya juga selalu menemani Shofia. Mereka adalah Teman Shofia yang paling lama. Yang paling mengerti bagaimana perjalanan cintanya.
Abah, Umi dan keluarga ndalem yang lain bahkan menginap selama satu minggu di sini untuk mengikuti setiap acara dalam merayakan hari bahagia Shofia dan Jo.
Begitu juga Rizwan dan Zahra yang juga menginap disana tanpa melewatkan setiap acara yang melambangkan penyatuan kisah cinta yang luar biasa itu.
Salwa, Nur dan Fatimah beserta keluarga kecil mereka yang jauh-jauh datang dari daerah mereka untuk ikut merayakan kebahagiaan Shofia.
Shofia melihat anak didiknya juga menikmati acara itu. Mereka juga turut bahagia atas pernikahan Shofia. Bagi mereka, Shofia bukan hanya seorang guru, melainkan sosok teman dan ibu mereka di sekolah.
Sungguh Shofia merasa istimewa hari itu. Kebahagiaannya semakin lengkap dengan hadirnya Jo sebagai suaminya. Memiliki Jo adalah sebuah anugerah yang terindah.
"Senang?" tanya Jo yang tiba-tiba duduk di sebelahnya.
"Hem. Terima kasih sayang." Shofia menoleh pada Jo. Menatap suaminya penuh arti.
"Sama-sama. Kau tahu ini tidak gratis."
"Hah?" Shofia tidak menyangka kata-kata itu keluar dari mulut suaminya yang biasanya sangat manis.
"Kau harus membayarnya."
"Tapi Jo katanya semua milikmu adalah milikku? lalu kenapa kamu minta bayaran untuk semua ini?"
__ADS_1
"Tentu saja. Semua yang kumiliki adalah milikmu. Tapi kau tetap harus membayar untuk semua ini."
"Huh! Berapa?" Shofia tak habis fikir dengan perkataan Jo.
"Lima ronde." bisik Jo tepat di telinga Shofia.
"Hah?!" Shofia berteriak keras sehingga membuat semua orang melihat kearahnya.
"Ada apa nak?" tanya Mirza khawatir.
"Tidak apa-apa yah. Shofia hanya terkejut saat Mas Jo tidak sengaja menginjak kakiku." jawab Shofia asal. Jo yang mendengar jawaban Shofia hanya tersenyum yang menurut Shofia sangat menyebalkan.
"Oh... baiklah. Lain kali Hati-hati nak Jo." Mirza kembali ke tempatnya duduk yang tak jauh dari Shofia dan Jo.
"Iya ayah." Jo melirik Shofia yang terlihat lega karena ayahnya percaya dengan alasannya.
"Ingat ya sayang. Lima ronde." kata Jo sambil menunjukkan kelima jarinya.
"Jooo!!!" Shofia berteriak sambil mencubit perut Shofia.
"Au sakit sayang. Awas kamu." Jo berdiri bersiap membalas perbuatan istri nakalnya. Shofia yang menyadari akan adanya aksi balas dendam Jo segera berdiri dan berlari menghindari kejaran Jo.
Mereka berdua berkejaran diantara tamu yang mereka undang di acara itu. Untung saja semua orang itu adalah orang dekat mereka sehingga mereka memaklumi kelakuan pengantin baru itu.
"Hahahaha hentikan Jo." Shofia tertawa saat Jo berhasil menagkapnya dengan cara memeluknya dari belakang dan menggelitiki perutnya. Jo bukannya menghentikan aksinya malah semakin semangat menggoda istrinya itu.
"Umi tolongin Shofia. Zi jangan malah main handphone kamu! Hahaha Jo hentikan Jo." teriak Shofia. Ziana hanya tersenyum sambil mengabadikan kejadian romantis itu.
Kini Jo menghentikan aksinya. Dia memeluk Shofia dari belakang. Mengangkatnya dan memutarnya di udara beberapa kali.
Semua orang yang hadir merasa bahagia melihat kemesraan mereka. Mereka bahagia akhirnya Shofia mendapatkan kebahagiaanya. Mereka yakin jika kehidupan Shofia di masa depan akan dipenuhi dengan kebahagian.
"Hei kalian! Kalau mau bermesraan lihat tempat. Banyak anak di bawah umur disini." teriakan Rizwan menyadarkan Shofia dan Jo. Mereka berdua menghentikan aksi mereka.
"Maafkan kami anak-anak." kata Shofia menahan malu ketika melihat semua anak didiknya ikut melihat kelakuannya.
"Kalian jangan menirukan mereka ya anak-anak." kata Inun pada dua puluh lima siswa SMP yang dari tadi ikut tertawa menyaksikan tontonan gratis itu.
"Tenang saja Bu Inun. Kami tahu semua itu belum waktunya untuk kami. Kami sudah banyak belajar dari kisah hidup Bu Shofia dan dokter Jo."
"Benar. Kalian belum waktunya untuk mengenal cinta. Untuk sekarang yang terpenting adalah pendidikan Kalian. Belajarlah sungguh-sungguh. Raihlah cita-cita setinggi mungkin." kata Jo yang ikut menasehati dua puluh lima ABG labil itu.
"Siap pak Dokter ganteng hahahaha" ucap semua siswa itu. Mereka juga kompak memberikan julukan untuk Jo yang sesuai dengan julukan Shofia. Jika Shofia mempunyai julukan Bu Guru Cantik, Jadi Jo mempunyai julukan Pak Dokter Ganteng dari mereka. Semua orang yang ada disana ikut tertawa mendengar sebutan untuk Jo. Sedangkan Jo dan Shofia saling memandang penuh arti.
Kemarin Shofia sempat menceritakan kisah cintanya kepada anak didiknya. Dia berharap anak didiknya mendapatkan pelajaran dari kisah hidupnya untuk mengedepankan pendidikan dan masa depan mereka. Dan sepertinya Shofia berhasil untuk itu.
*****
"Aku tidak menyangka Jo, akhir kisahku akan berakhir dengan seindah ini." kini Shofia dan Jo berdiri di atas balkon kamar mereka. Memandangi halaman yang pagi tadi menjadi tempat berkumpulnya semua orang yang mereka sayangi.
__ADS_1
"Apa sudah sesuai dengan harapanmu sayang?" Jo semakin mengeratkan pelukannya pada Shofia. Diciumnya leher Shofia sebelum menempelkan dagunya pada bahu Shofia untuk menghirup harum tubuh Shofia yang selalu bisa menenangkannya.
"Ya. Semua seperti yang aku inginkan. Menikah dengan orang yang sangat aku cintai dan juga mencintaiku." Shofia menoleh kebelakang, melihat Jo yang sedang memeluknya. Jo membalik tubuh Shofia untuk menghadap ke arahnya.
"Perjalanan cintamu memang sudah berakhir sayang, tapi dari sinilah perjalanan cinta kita dimulai. Maukan kamu membuka lembaran kisah cinta bersamaku?"
"Tentu saja aku mau." Jo mencium sekilas bibir Shofia.
"Mulai sekarang, jadilah ratu dalam istana cinta kita. Keluarga kecil kita. Jadilah istri dan ibu bagi anak-anak kita."
"Baiklah Yang Mulia Raja. Queen of jahil ini menerima gelar Ratu dalam istana cinta kita."
"I Love You Shofia."
"I Love You too Jo." Jo dan Shofia berpelukan.
*
*
*
"**THE END"
Assalaamu'alaikum semua 😊
Alhamdulillah akhirnya Author bisa membuat akhir dari novel ini 😍
Maaph jika kurang greget ceritanya 🤫
Terima kasih pada kalian semua para readerku tercinta 😘
Walau aku tahu kebanyakan dari kalian adalah pembaca gaib 👻 Aku tetap mencintai kalian semua, Lov u all 💓💓💓💓💓💓💓💓
Mohon maaf jika di dalam karya Author ada yang kurang berkenan atau kurang pas di hati para pembaca sekalian. Cerita yang lebay, penulisan kata yang kadang salah, ataupun tanda baca yang tidak tepat. Lebih parah lagi kata-kata yang dirangkai Author kadang rancau, jadi sulit dimengerti dan terkesan bertele-tele. Author sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah, Author mohon kelapangan hati yang seluas samudra untuk memaafkan Author. Maaph 🙏 Maaph🙏 Maaph🙏
Ah ya sudahlah, sampai disini dulu. 😉
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.
Sekali lagi Lov you all ❤❤❤
EMMUACH 💋
EMMUACH 💋
EMMUACH 💋
Salam sayang dari Queen_OK 😎**
__ADS_1