Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Kelas yang Istimewa


__ADS_3

Byurr. Air tiba-tiba jatuh dari atas pintu saat Shofia membuka pintu kelas itu. Untung saja dia tadi sempat mengambil payung yang dari tempat penyimpanan peralatan disebelah tangga dekat dengan kelas yang akan didatanginya.


"Wah wah wah. Kalian ini sungguh masih belum jinak ternyata." kata Shofia santai. Dia tidak heran mendapat perlakuan seperti itu dari para siswa di kelas itu.


Kelas yang dimasuki Shofia saat ini adalah kelas teristimewa di sekolah itu. Siswa yang berada di kelas itu adalah kumpulan siswa yang jail. Mereka berasal dari orang-orang penting di daerah itu Mungkin itu yang membuat mereka berani bertindak seperti itu.


"Yaah gagal!" teriak para siswa kompak.


"Kalian harus lebih berusaha lagi ya." kata Shofia santai. Dia tidak boleh emosi menghadapi anak-anak seperti mereka. Dia dulu juga pernah berada di posisi mereka. Kelasnya dulu juga adalah kelas istimewa. Dia dan teman-temannya juga sering mengerjai gurunya.


Shofia berjalan ke tempat duduknya di pojok depan. Senyum devil terlihat dari beberapa murid. Shofia menyadari itu. Dia menjadi waspada.


Dari jauh Shofia sudah mengamati kursi kebesarannya itu. Setelah diamati tampaklah lem bening yang berada di kursi.


'trik lama' batin Shofia. Oh ayolah dia memang dedengkot jail di kelasnya waktu itu. Dan ini trik lama yang selalu digunakan.

__ADS_1


Shofia menghampiri Randy. Sang ketua dari semua ide jail ini. Dia menarik slayer yang dipasang di kepala bocah remaja itu. Randi tak menyangka langkah yang diamb Shofia hingga dia tidak dapat mencegahnya. Dan sekarang dia hanya diam mengamati apa yang akan dilakukan gurunya itu.


Dengan perlahan Shofia merentangkan slayer tersebut. Mengarahkannya pada kursi yang dilem tadi.


"Plis bu jangan! Itu slayer kesayanganku." kata Randy.


"Benarkah?"


"Ya bu. Jangan bu. Nanti slayerku akan rusak."


"Kenapa? Saya hanya ingin membersihkan kursi ini. Sepertinya berdebu. Dan saya lihat kemoceng di tanganmu itu sungguh sudah tidak layak dipakai lagi." kata Shofia melirik kemoceng yang mengenaskan di tangan Randy. Entah digunakan untuk apa oleh bocah itu.


"Kalian habis bakar ayam ya?" tanya Shofia setelah menyadari bau bulu ayam yang dibakar serta penampakan kemoceng.


"Maunya sih gitu bu. Tapi adanya kemoceng disini. Jadi bakar kemoceng saja. Benar kan teman-teman?" tanya Sinta dengan santainya. Bahkan meminta pembenaran dari para siswa lain. Dan siswa lainpun menganggukkan kepala mereka dengan antusia.

__ADS_1


"Yayayaya." kata Shofia sebelum melanjutkan aksinya menutup kursi.


"Plis bu. Itu slayer kesayangan saya." kata Randy menyadari apak yang akan dilakukan gurunya itu.


"Tapi Randy. Jima ini salyer kesayanganmu. Ini juga rok kesayangan ibu. Jadi ibu tidak mau kotor. Lagipula ini hanya debu, hanya akan kotor dan bisa dicuci. Bersih lagi deh." kata Shofia enteng. Dia ingin memancing mereka agar mengakui kesalahan mereka.


"Apakah bu Shofi tidak melihat kursi itu?" tanya Bimo. Salah satu teman Randy.


"Tentu saja melihat. Kursi itu sangant besar. Dan mata ibu masih normal untuk melihatnya tanpa kacamata."


"Siittt. Tapi kursi itu ada lemnya bu. Dan itu lem super! Jika ibu membersihkan kursi menggunakan slayer, slayerku akan rusak. Iti tahu?"


"Ow begitu. Baiklah ini slayermu. Kalau di dalam kelas jangan dipakai lagi ya. Itu kurang sopan. Tapi jika kamu mau pakai kain itu lagi. Lain kali ibu akan membawakanmu kerudung. Ibu punya banyak yang bentuknya seperti itu. Kamu bisa memilih warna nanti." kata Shofia sambil meletakkan kain yang diambilnya dari dalam tas dan meletakkannya di atas kursi untuk menutup lem itu.


Randy dan teman-temannya geram. Rencananya gagal lagi. Ini sudah puluhan kali rencana mereka yang digagalkan oleh sang guru. Selama ini Shofia mengajar di kelas ini setiap paginya. Karena tidak ada yang bisa menghadapi kelas ini dengan kejahilannya di pagi hari.

__ADS_1


Randi dan teman-temannya kadang datang pagi-pagi dan menyiapkan jebakan untuk guru mereka. Dan selama ini kebanyakan guru akan tidak sanggup menghadapi mereka di pagi hari.


Namun setelah kedatangan Shofia enam bulan lalu rencana mereka selalu digagalkan oleh guru cantik mereka.


__ADS_2