Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Satu Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

Sore ini Shofia pergi ke butiknya. Tidak terlalu besar. Namun semua yang dipajang disana adalah hasil desainnya sendiri. Dia menatap bangunan Dua lantai itu dengan puas. Dari dinding kaca terlihat gaun-gaun yang Tertata rapi. Ada beberapa yang dipakaikan pada maneqin.


Shofia mambuka pintu kaca itu perlahan. Ada dua orang wanita yang tersenyum ke arahnya.


"Assalaamu'alaikum mbak-mbak yang cantik" sapa Shofia.


"Wa'alaikumsalam boskyuh...." jawab keduanya kompak sambil terkekeh. Mereka sedang menggoda sang bos. Mereka tahu jika gadis yang mereka panggil itu tidak suka dipanggil dengan sebutan bos.


"Kalian ini selalu saja menggodaku. Kalian puas sekarang?" tanya Shofia dengan nada yang manja dan membuat kedua gadis yang menggodanya tersenyum puas.


"Dimana mbak Dina?" Shofia menyanyikan salah satu karyawan kepercayaannya. Dia dulu karyawan yang bekerja pada butik yang biasa membeli desainnya di Surabaya, D'Javas Butique.


Dina diutus pemilik butik itu untuk membantu pekerjaan Shofia di Kediri. Dan ini tentu saja membuat Dina senang karena dia memang orang Kediri.


"Mbak Dina sudah berada di galeri mbak. Menemani klien."


"Ow. Baiklah aku ke tunanganku sebentar." Shofia tadi sudah diberitahukan jika akan ada klien yang ingin bertemu dengannya untuk memesan gaun pengantin. Dan klien itu adalah seorang Rias pengantin.

__ADS_1


Setelah meletakkan barangnya di ruang kerjanya di lantai dua, Shofia berjalan menuju ruang galeri di samping ruangannya. Disamakan terpasang gaun-gaun yang dipesan oleh klien dan juga beberapa koleksi butik itu.


"Nah itu mbak Shofi sudah datang." Kata Dina saat melihat sang bos masuk ke ruangan itu. Dia berdiri mempersilahkan Shofia duduk di kursi yang didudukinya tadi.


"Bu Jana, ini adalah Bu Shofi, pemilik sekaligus desainer disini." Dina memperkenalkan Shofia. Shofia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan tamunya.


"Shofi."


"Jana" mereka saling berjabat tangan beberapa saat.


"Saya tidak menyangka jika pemilik butik ini masih muda. Cantik lagi." Jana mengamati penampilan Shofia. Dia masih memakai seragam guru di sekolahnya.


"Apakah anda guru di SMP Merpati?" tanya Jana penasaran. Dia seperti mengenal seragam yang dipakai Shofia sore itu.


"Ah ya bu Jana. Saya memang salah satu guru disana."


"Anak saya sekolah disana bu. Saya berharap banyak sekolah itu dapat merubah anak saya." perkataan Jana membuat Shofia mengernyit bingung.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu. Siapa anak ibu?"


"Dia Rendy. Dia anaknya super bu."


"Oh iya saya tahu bu. Kebetulan saya adalah walikelas barunya." Jana menatap lekat Shofia. Dia agak ragu akan mulai berbicara.


"Saya berharap ibu bisa sabar menghadapi tingkah anak saya. Anak saya seperti itu karena kurang perhatian." Jana menghela nafas berat. "Saya sebagai single parent membuat saya terlalu sibuk bekerja dan kurang memperhatikan perkembangan anak saya. Sejak kecil dia sudah diasuh oleh babysitter. Dengan saya dia jauh." Jana Mulai terisak.


"Ow begitu rupanya. Pantas saja selama ini saya perhatikan jika dia berbeda. Walaupun dia sedang bersama teman-temannya. Saya sering merasa bahwa dia kesepian." Jana semakin terisak.


Dina tidak mengerti siapa yang dia bicarakan. Tapi dia mengerti apa yang terjadi. Dia jadi teringat anaknya yang sering dia titipkan pada orangtuanya. Apakah anaknya juga akan mengalami hal yang sama nantinya. Dia jadi khawatir.


"Tenanglah bu Jana. Saya akan berusaha semampu saya. Kini saya mengetahui apa yang sebernarnya terjadi pada Rendy, jadi sekarang saya bisa mengambil tindakan." Shofia tersenyum sambil memegang tangan Jana. Mencoba memberikan ketenangan.


"Terima kasih bu Shofi." Jana kini dapat bernafas lega. Beban di hatinya sedikit terangkat. Dia melihat gadis di hadapannya ini bisa merubah anaknya.


Kemudian mereka membicarakan masalah gaun yang akan dipesan oleh Jana. Jana adalah seorang Rias pengantin yang terkenal di Kediri. Dia sering mendapatkan job untuk merias pengantin maupun untuk acara lain. Jadi dia sering meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


Sebenarnya dia enggan meninggalkan Rendy di rumah bersama pembantu. Tapi jika dia tidak bekerja, tidak ada yang akan mencukupi kebutuhan keluarganya.


__ADS_2