Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Menjaga Hati


__ADS_3

🌼Rasa nyaman itu hadir pada seseorang yang tepat. Walau kadang hadirnya tanpa diketahui. Rasakan kenyamanan itu... 🌼


"Gus nanti kami turun di pertigaan sebelum pondok saja" kata Shofia saat mereka sudah dekat dengan area pondok.


"Memang kenapa?"


"Kami tidak mau kena takzir Gus."


"Nanti biar aku yang bilang sama pengurus."


"Tidak gus. Nanti malah semakin panjang urusannya. Gus aku sedang nggak mood. Jangan ngajak debat lagi." perkataan Shofia hampir membuat Nur tersedak air mineral yang diminumnya.


"Baiklah Shof. Apapun kemauanmu." Zakaria pun menghentikan mobilnya di tempat yang diminta Shofia. Dia tidak mau membuat Shofia lebih kesal lagi.


"Terima kasih Gus." kata Nur dan Shofia saat mereka sudah turun dari mobil itu. Setelah mengucapkan salam, Zakaria segera melajukan mobilnya meninggalkan dua gadis itu.


****


"Kamu kelihatan akrab dengan Gus Zakaria." kata Nur saat mereka berjalan menuju pondok.


"Akrab gimana? Kamu tahu dia adalah laki-laki yang paling menyebalkan yang pernah aku temui." kata Shofia menggebu.


"Kamu tadi kelihatan akrab saat ngobrol sama gus Zakaria."


"Ngobrol apanya? Dia itu selalu menggodaku kalau ketemu. Kalau dia bukan Gus sudah aku cubit bibirnya itu." kata Shofia kesal.


"Emang kamu sering ketemu dengan Gus Zakaria?"


"Tidak juga sih. Tapi di setiap pertemuan itu. Pasti dia membuatku jengkel."

__ADS_1


"Shof kamu itu satu-satunya santri yang pernah ngobrol lama dengan Gus Zakaria."


"Biarin. Dan aku berharap itu tadi yang terakhir. Aku selalu kesal bila berbicara dengannya."


"Emang kalian ngomongin apa?" Nur semakin semangat mengorek informasi karena sepertinya Shofia sedang tidak sadar jika dia sedang mengungkapkan perasaannya.


"Tidak ada. Dia hanya terus saja bicara. Entah apa yang dibicarakan. Dia itu sangat cerewet. Aku sampai lupa apa saja yang dibicarakan."


"Cerewet Shof?"


"Hemm" Shofia mengangguk.


"Kamu hebat Shof"


"Hebat gimana?"


"Kamu nggak terpesona gitu dengan ketampanannya?"


"Tentu. Siapa lagi?"


"Aku akui Nur dia memang tampan. Tapi dia menyebalkan."


"Jangan terlalu benci Shof. Nanti jatuh cinta lo!"


"Hahahaha. Tidak mungkin."


"Mungkin saja Shof. Cinta itu datang tidak terduga."


Keduanya kembali diam. Nur masih memikirkan banyak hal yang mungkin terjadi antara Shofia dan Gus Zakaria. Dia juga berfikir apa yang terjadi antara mereka berdua selama ini. Sahabatnya itu begitu banyak menyimpan rahasia

__ADS_1


Shofia juga berfikir apa yang dikatakan Nur. Dia berfikir sikapnya memang berubah jika dia bersama dengan Zakaria. Saat bersama dengan Zakaria dia merasa tidak ada beban yang membuatnya harus memendam perasaannya. Dia merasa nyaman.


'Ini semua salah. Aku tidak boleh membuka diri pada gus Zakaria. Aku harus membentengi hatiku agar aku tidak sampai merasakan cinta padanya. Aku harus sadar siapa aku. Disini aku seorang santri, tugasku disini adalah belajar dan menuntut ilmu.' Batin Shofia.


'Sudah banyak cowok yang deketin ni bocah. Masih keras saja hatinya. Ini malah gus Zakaria, makhluk paling tampan di pesantren ino malah diabaikan. maunya yang seperti apa ni anak ya.' Batin Nur.


"Shof sepertinya gus Zakaria ada rasa deh sama kamu."


"Tidak mungkin"


"Apanya yang tidak mungkin?"


"Yah soal dia suka sama aku. Secara aku ini bukanlah siapa-siapa. Hanya santri biasa. Masih banyak santri istimewa yang memiliki banyak ilmu daripada diriku."


"Cinta itu tak memandang status."


"Tapi aku memandang. Aku memandang aku tidak pantas. Dekat dengannya saja aku tidak pantas. Daripada sakit hati lebih baik jaga hati dari sekarang."


😘😘😘😘


Author :" Udah Shof jadian aja sama Zakaria. Kan orangnya ganteng punya"


Shofia :"Ganteng sih ganteng tapi nyebelin tauk."


Author :"Itu bukan nyebelin Shofia sayang. Itu swbagian cara untuk mencari perhatian."


Shofia :"Itu sih modus."


Author :"Kamu mah, diberi pencerahan malah ngeles."

__ADS_1


Author :"Au ah gelap. ngomong sama kamu bikin tensi naik."


__ADS_2