
π Antara cinta dan obsesi itu berbeda. Jadi jangan pernah berkata cinta jika itu hanya obsesi semata. π
Pagi ini sebuah mobil sudah terparkir tak jauh dari rumah Shofia. Benar sekali! Mobil ini adalah mobik sang penguntit. Hari ini penguntit itu memakai mobil berwarna putih.
Mobil itu sudah bertengger di sana sejak pukul setengah enam pagi. Pagi ini dia juga telah mengawasi Shofia yang sedang berbelanja di depan rumah kepada tukang sayur langganannya.
"Kamu masih aja sama kayak dulu Shof. Tetap terlihat cantik tanpa polesan make up." kata sang penguntit saat melihat Shofia memilih sayur-sayuran.
Senyummu masih manis seperti dulu. Aku harap aku bisa memilikimu seutuhnya. Tak akan aku biarkan orang lain mendapatkanmu." lanjutnya setelah melihat Shofia tersenyum saat berinteraksi dengan penjual sayur keliling itu.
Setelah selesai belanja Shofia segera masum ke dalam rumahnya. Sebelum dia benar-benar masuk, Shofia menoleh memperhatikan mobil yang sejak tadi terparkir di seberang jalan depan rumah tetangganya.
"Mobil siapa ya? Pagi-pagi sudah di sana saja. Ah mungkin orangnya capek setelah perjalanan jauh." setelah itu Shofia segera masuk dan melupakan mobil itu.
Saat sadar Shofia telah mengamati mobinya, sang penguntit segera pergi dari sana.
"Sepertinya sempat. Aku sudah akan disini lagi sebelum Shofia berangkat."
Tepat sebelum mobil Shofia keluar dari halaman rumahnya, mobil merah si penguntit telah sampai dan segera memelankan mobil sehingga tak sampai mendahului Shofia.
Namun ternyata arah tujuan mereka berlawanan. Sadar akan hal itu si penguntit segera tancap gas dan melewati rumah Shofia sebelum putar balik arah setelah agak jauh dari rumah Shofia.
"Mau kemana Shofia?" kata Si penguntit setelah dia berhasil berada di belakang mobil Shofia. Dia mengikuti Shofia hingga Shofia sampai di depan sekolah Shofia.
Mobil merah itu kini berhenti di depan pagar sekolah. Sang pengemudi masih terus mengawasi Shofia.
"Oh ternyata dia guru disini. Baiklah aku tahu sekarang." kata penguntit sebelum dia pergi meninggalkan lingkungan sekolah itu.
****
Hari ini adalah hari Sabtu, jadi jadwal untuk ekstra kurikuler di sekolah. Setelah pelajaran selesai. pembelajaran berbagai macam ekskul akan dilaksanakan.
Namun baik guru maupun siswa diberi waktu istirahat satu jam sebelum acara ekskul dimulai. Hari Sabtu pelajaran selesai pukul dua belas. Sedangkan ekskul sendiri baru dimulai pukul satu siang.
Setelah Sholat Shofia dan teman-temannya lebih memilih makan siang di kantin sekolah. Edi dan Elin pun sudah datang disana.
__ADS_1
Hari ini adalah latihan terakhir sebelum ujian semester. Jadi Semua mata pelajaran ekskul melakukan latihan.
Jika biasanya kelas musik diisi bergantian antara Shofia, Edi dan Udin, hari ini mereka akan latihan bersama. Band mereka akan tampil di depan teman-teman yang lain yang masuk di kelas musik.
Pada jam empat para siswa sudah mulai meninggalkan area sekolah untuk segera pulang.
Ketika Shofia dan teman-temannya keluar dari sekolah, sebuah mobil merah mengikuti mereka tanpa mereka sadari.
"Ternyata kalian masih berhubungan bahkan sejak ini." kata penguntit setelah melihat teman-teman Shofia keluar bersama Shofia.
"Kemana kalian akan membawa Shofia?"
Mobil Shofia dan teman-temannya berhenti di sebuah kafe. Mereka akan merayakan ulang tahun Elin sekaligus pertunangannya dengan Edi.
Mereka segera masuk ke dalam kafe. Tak ketinggalan, seseorang yang sedari tadi mengikuti merekapun ikut masuk ke dalam kage dengan memakai masker dan topi.
Pesta kecil Elin dan Edi berlangsung menyenangkan walau hanya dirayakan oleh empat orang. Mereka selalu menghargai waktu kebersamaan mereka. Bagi mereka waktu bersama sahabat adalah waktu yang berharga.
Setelah acara berakhir mereka semua keluar dan berpisah karena memang arah rumah mereka tidak ada yang searah.
π±Bund. Ini Shofia masih mampir Sholat maghrib di masjid An-Nur.
Sebuah pesan terkirim pada Khusnul. Setelah kejadian tadi malam dia tidak mau membuat bundanya khawatir lagi.
Setelah selesai Shofia segera melajukan kembali mobilnya. Namun di tengah jalan mobilnya diberhentikan paksa oleh si penguntit. Mobilnya dihalangi dengan mobil merah itu.
Di dalam mobil Shofia sudah sangat takut. Tangannya dingin karena gugup. Dia akan mengambil Handphone untuk menghubungi temannya. Tapi karena gugup benda pipih itu terjatuh. Dan saat akan mengambil nya, kaca mobilnya diketuk-ketuk.
"Aaaaa" Shofia menjerit kaget. Namun saat dia tahu siapa yang mengetuknya dia sedikit lega karena dia mengenalnya.
"Turun Shof." kata pria yang sedari tadi malam mengikutinya. Shofia segera turun setelah mengerti apa yang diminta pria itu.
"Oh kak Andre. Bikin jantungan saja."
"Maaf sudah menakutimu. Habisnya aku tadi begitu senang melihat kamu. Sudah lama kita nggak ketemu. Apa kabar?" tanya penguntit itu. Namanya Andre, dia adalah kakak kelas Shofia saat di SMP. Dulu dia pernah punya perasaan pada Shofia. Namun dia tidak punya kesempatan untuk mengungkapkannya. Jangan tanya kenapa! Itu karena Jo tidak akan pernah membiarkan ada yang mendekati Shofia.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik kak. Kak Andre sendiri bagaimana kabarnya?"
"Aku juga baik. Aku sangat dengan Shof ketemu kamu lagi."
".... " jelas saja Shofia bingung. Dia merasa tidak begitu dekat dengan kakak kelasnya itu Namun mengapa kakak kelasnya senang hanya bisa bertemu dengannya.
"Yah karena Bodyguardmu yang selalu mengikutimu itu aku jadi tidak ada kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku."
"Maksud kak Andre?"
"Aku suka sama kamu Shof. Tolong terima aku. Sudah sejak lama aku pendam perasaan ini." kata Andre berusaha memegang tangan Shofia.
Dengan cepat Shofia menarik tangannya agar tak terjangkau oleh tangan Andre.
"Maaf kak. Tolong jaga batasan." kata Shofia pelan.
"Kenapa Shof? Aku sudah lama menantikan ini. Sekarang setelah kamu ada di hadapanku aku tidak akan melepaskanmu!" kata Andre dengan nada tinggi. Dia berusaha meraih tangan Shofia lagi.
"Maaf kak. Bukan begini caranya." Shofia segera berbalik ingin masuk mobilnya.
Namun tangan besar Andre mencekal tangannya. Mencengkeram erat lengan Shofia dan berusaha menarik Shofia masuk ke dalam mobilnya.
"Lepas kak! Kak Andre sudah keterlaluan. Lepasan aku kak!" Shofia terus berontak. Tapi tentu saja dia tak bisa berbuat banyak karena tenaganya jelas kalah dari Andre.
Andre hampir berhasil memasukkan Shofia ke dalam mobilnya. Kamu sebuah kepalan tangan menghantam rahang Andre keras.
"Aaa" Shofia berteriak karena takut. Dia segera berlari menjauh setelah melihat Sandy kembali memukul Andre.
Tadi Sandy tidak sengaja melihat Shofia, setelah diperhatikan ternyata pria yang bersama Shofia memiliki rencana jahat sehingga Sandy harus turun menolong Shofia.
"Sudah cukup pak Sandy" teriak Shofia saat dia menyadari bahwa Andre terjatuh ke tanah.Sandy menghentikan pukulannya dan menghampiri Shofia di samping mobilnya. Nafas Sandy terdengar berat. Selain kelelahan dia juga sakit hati setelah melihat Shofia ditarik paksa tadi.
"Terima kasih pak Sandy. Sebaiknya kita segera pergi dari sini." kata Shofia setelah meminta bantuan Orang untuk membantu Andre. Dia juga menjelaskan detail kejadian agar mereka tidak salah faham.
"Aku akan kembali untukmu Shof!" teriak Andre sebelum Shofia dan Sandy pergi dari sana.
__ADS_1