Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Ungkapan Hati


__ADS_3

Pesta mereka sepertinya masih panjang. Malam yang dingin ini mereka habiskan dengan begitu hangat. Mereka menyanyi secara bergantian. Semua harus bernyanyi. Tidak ada yang boleh tidak bernyanyi.


Mereka bergantian mengeluarkan suara mereka dengan cara di undi. Masing-masing menuliskan nama pada selembar kertas kecil. dan digulung kecil lalu dimasukkan ke dalam sedotan. Setelah semua menulis nama masing-masing, mereka mengumpulkannya pada sebuah toples kaca.


"Sudah semua? Aku ambil ya... " kata Shofia. Diapun mengocok toples itu lalu mengambil satu sedotan yang berisi nama. Tapi sebelum dia berhasil membukanya, sedotan itu dusah direbut oleh Inun.


"Biar aku yang buka bu Shofi." katanya.


"Baiklah." Shofia pasrah. Lagipula dia tadi yang sudah mengambilnya.


Dengan perlahan Inun membuka gulungan kertas tersebut. Setelah dia berhasil membukanya dia membaca dalam hati.


"Yang harus menyanyi sekarang adalah.... Bu Shofi!" teriak Inun pada saat menyebutkan nama Shofi.


"Wah aku kena sendiri. Ayo Ed iringi aku menyanyi."


"Mainkan sendiri."


"Oh ayolah Ed. Malam ini bagianmu yang main. Ayo mainka! Lagunya Agnez yang "Tanpa Kekasih".


"Baiklah Sweety Girls." kata Edi yang dibalas pelototan oleh Shofia. Edipun segera memainkan gitarnya.


"Tanpa Kekasih"


Langit begitu gelap


Hujan tak juga reda


Ku harus menyaksikan


Cintaku terenggut tak terselamatkan


Ingin ku ulang hari


Ingin ku perbaiki


Kau sangat kubutuhkan


Beraninya kau pergi dan tak kembali


Reff...


Dimana letak surga itu


Biar ku gantikan tempatmu denganku


Adakah tanda surga itu


Biar ku temukan untuk bersamamu


Ku biarkan senyumku


Menari di udara


Biar semua tahu


Kematian tak mengakhiri Cinta

__ADS_1


Back to Reff...


Apalah artinya hidup


Tanpa kekasihku


Percuma ku ada disini


Shofia memejamkan matanya selama dia bernyanyi. Sedangkan kedua tangannya digenggam Elin dan Kalia. Keduanya menghampiri Shofia dan berusaha memberikan kekuatan.


Elin dan Kalia tahu tentang janji Shofia pada Zakaria yang tak akan menangis karenanya. Mereka tahu lagi itu dipersembahkan kepada Shofia untuk Zakaria. Mereka pun tahu jika Shofia sedang menahan tangisnya dengan menutup mata. Sedangkan para wanita disana sudah meneteskan air mata mereka sejak tadi.


Rizwan memandang pilu sahabatnya itu. Dia tidak pernah melihat Shofia sampai seperti itu. Dia memang tahu seberapa besar cinta Shofia pada Zakaria maupun sebaliknya. Dia kini berharap jika sahabatnya itu segera mendapatkan kebahagiaan. Shofia berhak untuk bahagia.


Sandy yang tak tahu tentang kisah hidup Shofia mendengar suara indah Shofia dengan takjub. Sandy sangat kagum mendengar merdunya suara Shofia. Dia tidak mengira jika lagu itu menyimpan makna yang dalam bagi Shofia. Dia mengira jika Shofia hanya umenyanyi lagu yang sendu. Itu saja. Tampaknya hanya dia yang menikmati nyanyian Shofia.


Shofia menyelesaikan lagunya. Dia menengadahkan wajahnya ke langit. Perlahan membuka mata memandangi bintang yang malam itu terlihat indah.


'Kuharap kau bahagia Gus tercintaku. Semoga Allah memberikan tempat paling indah disisinya. Aamiin. Aku yakin Allah pasti telah memberimu bidadari untuk menemanimu kan? Aku turut bahagia Gus. Do'akan aku juga bisa bahagia sayang. I'm Always loving you Gus... ' Batin Shofia.


"Sudah Shof." Kedua sahabatnya memeluknya.


"Ayo Kal, ambil lotrenya." kata Shofia saat pelukan sahabatnya terlepas. Sia tersenyum untuk memberi tahu pada semua orang bahwa dia baik-baik saja. Kalia langsung mengambil toples dan mengambil satu sedotan.


"Sekarang baca Shof." shofia segera membuka kertas itu.


"Rizwan! Kena kau! Ayo nyanyi... " kata Shofia. Dan Rizwan pun segera menuruti sahabatnya itu. Dia menyanyikan lagu Andmesh yang berjudul "Kumau Dia".


Semua orang sudah bernyanyi. Hanya tinggal Sandy yang belum bernyanyi.


"Ayo pak Sandy. Anda harus maju sekarang." kata Shofia.


"Edi, aku mau nyanyi lagu nya nine ball yang berjudul "Hingga Akhir Waktu". Bisa kamu iringi?"


"Eemm sepertinya diiringi Shofia saja ya pak. Lagu itu lagu lama, saya agak lupa deh kayaknya. Nih Shof!" Edi menyerahkan gitar pada Shofia.


"Ck. Apa-apa an kau ini Ed. Kan sudah tugasmu malam ini."


"Ayolah Shof."


"Baiklah-baiklah." Akhirnya Shofia menerima gitar dari tangan Edi. Kemudia memasang gitar itu di tubuhnya dan kembali duduk di dekat Rizwan. Tempatnya tadi.


Shofia memetik gitar itu perlahan. Mengalunkan irama yang indah. Sandy bersiap-siap untuk menyanyi.


"Lagu ini saya persembahkan untuk seseorang yang spesial malam ini... " kata Sandy


"Cie cie.... "Semua bersorak. Mereka semua tidak tahu siapa yang dimaksud oleh Sandy. Yang dimaksud oleh Sandy adalah Shofia. Bahkan Shofia sendiri ikut bersorak. Dia tidak tahu bahwa dirinya lah yang dimaksud Sandy.


"Hingga Akhir Waktu "


Kucoba untuk melawan hati


Tapi hampa terasa disini tanpamu


Bagiku semua sangat berarti lagi


Ku ingin kau disini

__ADS_1


Tepiskan sepiku bersamamu


Tak kan pernah ada yang lain di sisi


Segenap jiwa hanya untukmu


Dan tak kan mungkin ada yang lain di sisi


Ku ingin kau disini


Tepiskan sepiku bersamamu


Bagiku semua sangat berarti


Ku ingin kau disini


Bagiku semua sangat berarti lagi


Ku ingin kau disini


Tak kan pernah ada yang lain di sisi


Segenap jiwa hanya untukmu


Dan tak kan mungkin ada yang lain di sisi


Ku ingin kau disini


Tepiskan sepiku bersamamnu


Hingga akhir waktu


Sandy selesai bernyanyi. Tepuk tangan diberikan padanya. Kemudian dia berjalan mendekati Shofia. Semua orang diam setelah mengetahui tujuan dari Sandy. Semua orang memandang Shofia dan Sandy secara bergantian.


"Bu Shofi. Sejak pertama saya sudah menaruh perasaan pada anda. Apakah bu Shofi bersedia menjadi pacar saya?" tanya Sandy saat berada di depan Shofi.


Shofia terkejut akan kejadian ini. Dia tidak menyangka jika Sandy menyukainya. Dan dengan secepat itu menyatakan cinta padanya. Shofia memandang semua sahabatnya bergantian. Mencoba mencari tanggapan dari mereka. Namun semua hanya diam. Menatap Shofia penuh arti. Mereka semua tahu bagaimana Shofia.


"Pak Sandy, Sebelumnya saya minta maaf. Saya belum bisa menerima pak Sandy. Saya masih belum terlalu mengenal anda. Jadi saya merasa ragu. Sekali lagi maaf pak." kata Shofia membuat Sandy kecewa. Namun dia akan tetap berusaha.


"Tidak apa-apa bu Shofi. Ini memang terlalu cepat. Tolong beri saya kesempatan untuk membuat bu Shofi merasa nyaman dengan saya." jawaban Sandy membuat semua orang disana lega.


Mereka tahu jika Shofia tidak mudah ditaklukkan. Mereka berharap bahwa Sandy bisa mendapatkan Shofia. Mereka melihat jika Sandy memang pantas. Mereka berharap Sandy bisa menggantikan sosok Zakaria di hidup Shofia. Mereka berharap Shofia mendapatkan kebahagiaan.


"Baiklah pak Sandy. Sya akan memberi kesempatan." dan jawaban Shofia membuat semua orang lega.


🐈🐈🐈🐈🐈


Author : Tuh Shof ada yang nembak kamu! Terima gih!


Shofia : Ogah. Emang aku cewek apaan. Baru juga kenal.


Author : Dia kan ganteng, kaya, baik lagi. Kurang apa coba?!


Shofia : Kurang kenal. Lagian hatiku belum ada krenyes-krenyesnya kalau dekat pak Sandy. Jantungku juga biasa aja.


Author : Memang kamu maunya sakit jantung?

__ADS_1


Shofia : Au ah gelap. Author kagak asyik...


Author : 🙄


__ADS_2