Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Nilailah Dirimu Dulu


__ADS_3

Di tempat lain


Kebenaran mengejutkan dari Shofia telah menjadi perbincangan panas di antara teman bahkan dewan guru. Banyak siswa yang kagum akan kemampuan Shofia. Tapi tak sedikit juga yang menganggap kemampuan Shofia tidak cocok dimiliki oleh santri.


"Aku tidak menyangka jika suara Shofia sangat merdu." kata si A


"Iya. Apalagi dia bisa juga bermain gitar." kata si B


"Kok bisa kenal sama artis ya." kata si C


"Penampilan Shofia seperti penyanyi profesional saja ya." kata si D


"Sebagus-bagusnya suara itu kalau tidak digunakan untuk baca Al-Qur'an tidak ada gunannya." kata si E


"Dia ganjeng banget saat di panggung." kata si F


"Perilakunya juga kurang sopan." kata si G


Itu beberapa kalimat yang mereka fikirkan mengenai Shofia. Itulah salah satu alasan Shofia menyembunyikan suaranya dari orang lain.


Serba salah memang. Diumbar jadi pembicaraan yang menganngapnya pamer. Sok. Sombong. Dan jika disembunyikan jika sampai diketahui malah dianggap berbohong.

__ADS_1


Manusia itu tempatnya khilaf dan salah. Berbuat baik menurut si A belum tentu baik menurut si B dan begitu pula sebaliknya.


Semua orang menganggap kehidupan seseorang lebih mudah dari kehidupan nya. Padahal orang yang dia iri ternyata malah menganggap hidupnya paling menyedihkan.


Mereka dapat dengan mudah bilang "Tinggal di ini nanti juga itu." sepertinya seseorang dapat menyelesaikan masalah orang lain hanya dengan melihatnya saja. Dia tidak tahu bagaimana orang yang menjalaninya.


Teman-teman Shofia berfikir dengan mempunyai suara merdu Shofia dapat dengan mudah membanggakan diri. Tapi pada kenyataanya Shofia sangat takut jika suaranya diketahui orang lain.


🐣🐣🐣🐣


"Aku tahu kalau suara Shofia itu bagus. Tapi aku tidak menyangka jika dia punya kenalan band terkenal. Bahkan mereka terlihat sangat akrab." kata Salwa saat duduk menikmati acara.


"Benar. Teman kita satu itu memang penuh dengan kejutan." kata Nur.


🐾🐾🐾🐾


Ziana kini duduk di mobil sang kakak. Dia sebenarnya juga kaget melihat kedekatan antara Shofia dan para personil band tersebut. Dia berencana membicarakannya dengan sang kakak. Dia yakin bahwa sang kakak juga memiliki pemikiran sama dengannya.


"Shofia benar-benar gadis yang penuh kejutan Zi." Zakaria memecah kebisuan di antara keduanya.


"Benar kak. Kita tahu jika mbak Shofia itu memang bersuara merdu, anak Band, bisa main gitar. Tapi akrab dengan Crazzy band itu benar-benar luar biasa." kata Ziana.

__ADS_1


"Kamu lihat tadi bagaimana mereka memperlakukan Shofia.?"


"Benar kak. Bahkan mereka sampai mencari-cari mbak Shofia saat lama tidak bertemu."


"Kamu perhatikan tidak tadi Zi. Saat dia berada di panggu g dia benar-benar berubah dari pembawaannya saat bersama kita. Shofia terlihat bisa lebih benas bereksprei"


"Kakak benar. Saat di atas panggung mbak Shofia seperti berubah menjadi orang lain."


"Tapi aku suka penampilannya di panggung. Dia begitu ceria dan dapat tertawa lepas. Tersenyum manis. Bahkan aku tak pernah melihatnya tersenyum semanis itu sebelumnya."


"Emang kakak berapa kali lihat senyum mbak Shofia. Kakak kan baru kenal kemarin, tapi sepertinya sudah hafal saja macam-macam senyumnya."


"Aku tahu Zi kalau senyum Shofia itu biasanya cuma tersenyum tipis yang kadang hanya tersenyum hambar."


"Mas tadi sebelum aku datang kalian membahas apa?"


"Memang kenapa?"


"Aku tadi lihat mbak Shofia sepertinya wajahnya kesal sekali."


"Kami membahas tentang bus dan juga tadi aku sedikit menggodanya." jawab Zakaria santai.

__ADS_1


"Cih sedikit kata mas! Bahkan wajahnya tadi benar-benar terlihat kesal. Aku tadi sampai berniat memberi pelajaran pada orang yang membuat Mbak Shofia jengkel.


__ADS_2