Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Kejutan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Siang ini Shofia telah sampai di pondok. Setelah sowan (mengunjungi ndalem abah) keluarganya pamit pulang.


Sampai di kamar, keadaan kamar masih kosong. Shofia segera merbahkan diri di kasur yang dia rindukan selama liburan. Karena lelah dengan mudah dia terlelap disana.


"Mbak bangun. Udah sore!" sesorang membangunkannya. Shofia mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya sekitarnya.


Ketika kedua matanya terbuka, Shofia mendapati senyum manis Ziana. Rasanya dia tak percaya dengan apa yang dilihat oleh matanya.


"Zi ini beneran kamu?" Shofia sampai memegang pipi Ziana agar percaya.


"Iya mbak ini aku. Ziana adek mbak."


"Alhamdulillah aku kira mimpi" Shofia pun menarik Ziana dalam pelukannya.


Setelah puas melepas rindu Shofia pun pergi mandi.


"Mbak habis ini ikut aku ya. Ada yang ingin aku katakan" kata Ziana sebelum Shofia keluar kamar.


"OK👌😉"


🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌🕌


Shofia menurut saja saat tangannya ditarik oleh Ziana. Akhirnya disinilah dia sekarang. Duduk canggung di sebuah kamar di ndalem. Shofia begitu gugub. Selama satu tahun mondok disana, belum sekalipun dia memasuki ndalem sampai sejauh ini.


"Zi. Ini kamar siapa? Jangan aneh-aneh deh!" Shofia hendak pergi. Namung Ziana menarik tangannya agar tidak pergi.


"Dengerin dulu mbak. Inilah yang mau aku katakan."


"Apa maksudmu?


"Sebenarnya mbak. Aku adalah putri bungsu Abah... " ungkap Ziana yang sukses membuat Shofia kaget.

__ADS_1


"Nggak usah bercanda. Ayo keluar!" Shofia masih belum percaya dan segera berjalan meninggalkan kamar itu. Ketika sampai di luar dia hampir bertabrakan dengan Zakaria yang sedang lewat. Dia juga terlihat kaget.


"Astaghfirullah. Maaf gus." katanya seraya menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa mbak. Ziana ada di dalam."


"Ah iya. Silahkan." kata Shofia canggung.


Ziana yang mendengar pembicaraan di depan kamarnya tersenyum. Dia tahu jika kakaknya itu tertarik pada Shofia.


"Eem Zi, dicari..."


"Ada apa mas?" tanya Ziana pada sang kakak.


"Aku pinjam charger mu bentar."


"Ah iya. ini"


"Jadi semua ini benar Zi?"


"Ya mbak. Kan aku tadi sudah bilang. Mana berani aku bohong sama mbakku yang cantik ini?" Ziana segera menggamit lengan Shofia.


"Zi kenapa kamu nggak bilang dari awal?"


"Sama kayak mbak. Aku nggak mau teman-teman merasa canggung sama aku."


"Alasanmu ikut-ikutan."


"Hehehe. Memang seperti itu mbak alasanku. Kebetulan saja sama."


"Hem ya sudahlah aku mau ke kamar dulu. Anterin ya!"

__ADS_1


"Nanti aja mbak. Disini dulu saja. Lagian kan di pondok juga belum aktif. Palingan mbak tidur lagi kalau sampai di pondok."


"Tapi aku nggak enak sama keluarga ndalem Zi."


"Nggak apa-apa mbak. Mbak boleh pinjam handphone? Mbak bawa kan?"


"Kamu mau ngapain?"


"Aku pengen lihat foto-foto mbak. Aku masih penasaran dengan kehidupan mbak."


"Kepo! Nih. Aku gantian pinjam handphone mu."


Mereka pun saling bertukar handphone. Ziana melihat isi galeri Shofia. Sepertinya memory handphone Shofia sudah dari zaman SMP. Terlihat beberapa foto Shofia berseragam biru putih.


Ziana terpukau saat menemukan satu foto Shofia yang tak memakai hijab. Shofia membelakangi kamera, namun dia tersenyum sambil menoleh ke belakang. Rambutnya digerai. Terlihat jelas warna rambut perpaduan hitam, biru dan merah. Sangat cantik dan terlihat manis dengan poni yang ujungnya berwarna merah.


"Mbak! Dulu suka mewarnai rambut?" Shofia menoleh pada Ziana.


"Ya. Itu hasil karyaku sendiri lo! teman-temanku juga sering minta bantuanku untuk mewarnai rambutnya. Kamu mau? hehehe"


"Benarkah? Mbak bisa mewarnai rambut seindah itu?"


"Kenapa? Mau dibuktikan? Ah jangan deh. Malah jadi perkara nanti."


Shofia kembali fokus melihat isi galeri Ziana. Foto-foto Ziana terlihat manis khas remaja. Beberapa foto terlihat Ziana berpose dengan keluarga ndalem dan mungkin juga kerabat dekatnya.


Ziana pun melakukan hal yang sama. Dia mulai melihat Video. Dia menemukan banyak video penampilan band Shofia.


"Mbak boleh lihat video band mbak?"


"Lihat aja"

__ADS_1


📱📱📱📱📱📱


__ADS_2