Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Pamer Tunangan


__ADS_3

Ziana dan Rizwan sudah sampai di ruang Shofia. Ketiga sahabat Shofia sudah pulang. sekarang di ruang rawat Shofia hanya ada Ziana, Zakaria dan Shofia. Rizwan ditugaskan Zakaria untuk mencari makanan untuk mereka.


"Zi aku pengen ke kamar mandi." kata Shofia.


"Sini mbak." Ziana pun membantu Shofia bangun. Zakaria menghampiri berniat ikut membantu.


"Tidak perlu Gus. Aku masih kuat. Aku kan tidak selemah Ziana waktu itu." tolak Shofia. Dia tahu jika Zakaria khawatir jika Shofia akan jatuh jika Ziana tidak kuat seperti kejadian saat Ziana sakit dulu.


Shofia dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Setelah sembuh Shofia kembali ke rumahnya. Ziana sementara tinggal di rumah Shofia sementara Zakaria tinggal bersama Rizwan.


"Gus lusa tolong temani aku menghadiri acara peresmian hotel. Mau kan?" tanya Shofia saat Zakaria berkunjung ke rumahnya.


"Itu kan acara perusahaan Shof."


"Iya gus. Tapi kami bisa membawa pasangan kami. Memang gus mau kalau aku mengajak Rizwan seperti biasanya."


"Memang Shofia selalu memintaku menemaninya Gus."


"Kenapa?"


"Karena pulangnya malam. Kalau aku pulang sendiri kan bahaya."

__ADS_1


"Baiklah. Tapi sepertinya ada alasan lain yang kalian berdua sembunyikan."


"Shofia itu selalu didekati laki-laki yang berada disana Gus. Kalau aku tidak jadi Bodyguardnya selama ini sudah habis dikerubungi lalat gus." kata Rizwan.


"Iya. Lagian aku juga mau pamer tunangan sama mereka." semua orang menoleh ke arah Shofia mendengar perkataan Shofia yang mengejutkan. Mereka tidak menyangka jika Shofia bisa berfikir seperti itu.


"Mbak sejak kapan mbak jadi genit?" tanya Ziana.


"Apa salahnya Zi. Gus mau apa tidak?"


"Baiklah aku akan menemanimu."


*****


Hari ini semua karyawan diperbolehkan pulang awal karena malam ini akan diadakan peresmian hotel perusahaan mereka. Mereka sangat puas dengan hasil kerja mereka selama ini. Dari proyek hotel ini, tak sedikit dari karyawan yang mendapatkan bonus dari perusahaan.


"Fi nanti kamu bawa pangetan tampanmu kan?" Tany Ruby.


"Dia masih disini kan?" tambah Rina


"Iya. Kenapa kalian jadi heboh sendiri?"

__ADS_1


"Tentu saja Fi. Jika kamu membawa pangeranmu itu nanti malam. Sudah dipastikan akan terjadi patah hati massal nanti." kata Mela.


"Benar. Dan jangan lupakan para wanita yang selalu mengolokmu di perusahaan ini. Mereka pasti akan langsung bungkam melihat pangeranmu."


"Sudahlah teman-teman. Jangan lebay deh."


"Benar Fi. Kami yakin semua itu akan terjadi." kata Mela.


💕💕💕💕💕💕💕


Malam ini Shofia sudah siap dengan gamis berwarna peach dan kerudung bermotif bunga yang senada dengan gamis yang dipakainya. Dia juga sedikit memoles wajahnya dengan make up natural agar sesuai untuk datang ke pesta. Tangan kanannya memegang dompet pesta berwarna hitam yang membuat Shofia terlihat sangat cantik malam itu.


Zakaria juga tampil berbeda dengan biasanya. Karena akan mengikuti acara perusahaan dia memakai jas berwarna coklat tua, dengan dasi berwarna peach yang senada dengan gamis Shofia. Dia sungguh terlihat tampan dengan penampilannya itu.


Shofia tidak menyangka jika Zakaria akan berpakaian seperti itu. Dia tidak pernah melihat Zakaria memakai pakaian formal sebelumnya. Sebenarnya Zakaria juga sering memakai jas waktu dia bekerja di percetakan miliknya. Tapi dia tidak pernah memakainya saat bertemu dengan Shofia.


"Gus bolehkah aku memeluk lenganmu?" tanya Shofia ketika turun dari mobil. Zakaria langsung menoleh ke arah Shofia saat mendengar pertanyaan Shofia untuk menanyakan alasannya.


"Selama ini aku selalu didekato oleh para laki-laki Gus. Aku risih jika terus seperti itu. Dan jika aku tidak terlihat mesra denganmu mereka pasti mengira kamu hanya sahabatku seperti Rizwan. Dan mereka akan terus mendekatiku. Lagipula aku kan tidak memegang kulitmu Gus." kata Shofia.


Tanpa diduga, tangan Zakaria meraih tangan Shofia dan mengalungkannya di lengannya. Mereka pun tersenyum bahagia. Kini mereka benar-benar terlihat mesra.

__ADS_1


__ADS_2