
"Fatimah... maafkan aku." kata Shofia saat sudah berhasil menemukan keberadaan sahabatnya.
Fatimah dan Nur duduk di bawah pohon yang ada di sekitar candi. Mata Fatimah terlihat sembab. Sedangkan Salwa baru datang bersama Shofia.
"Zaki tadi aku tolak Fat." lanjutnya setelah menyadari Fatimah masih terdiam.
"Kamu suka kan sama dia?" tanya Fatimah ketus.
"Tidak Fat. Aku benar-benar tidak punya perasaan apapun sama dia." jelas Shofia.
"Benar Fat. Aku saksinya kalau tadi Shofia menolak Zaki." kata Salwa.
"Tapi Shofia suka sama Zaki. Kamu jahat Shof " Fatimah semakin terisak. Shofia malah tersenyum.
"Temanku ini cemburu rupanya." goda Shofia. Fatimah melengos saat Shofia berusaha mendekatinya.
"Bagaimana aku bisa suka sama Zaki. Kalau hatiku ini sudah ada yang memiliki." kata shofia santai. Ketiga temannya langsung manoleh padanya.
__ADS_1
"Benarkah?" ketiganya kompak.
"Iyalah. Emang kalian pikir gadis secantik diriku ini hatinya nganggur? Tentu saja sudah ada yang punya." kata Shofia semakin membuat ketiga gadis disampingnya bingung.
"Siapa? Siapa yang berhasil menaklukkan hati seorang Shofia?" tanya Salwa.
Shofia mengeluarkan handphone nya. Dia membuka folder terkuncinya dan menunjukkan sebuah foto. Foto Shofia dengan Jo. Mereka berdua berdiri saling membelakangi, tangan keduanya saling bertautan, wajahnya menoleh menatap satu sama lain dengan senyum mengembang dari bibir keduanya. Jo terlihat memegang gitar di tangan kanannya. Sedangkan tangan kiri Shofia memegang dagu Jo. Satu kata yang mewakilinya "Romantis"
Ketiga sahabatnya sampai tidak berkedip melihat foto itu. Mereka tidak percaya bahwa gadis yang ada di foto itu adalah sahabat mereka.
"Tampan kan pemilik hatiku?"
"Bukan pacar. Tapi pe-mi-lik ha-ti." jelas Shofia.
"Sama saja."
"Tidak lah. Kami tidak pacaran. Hanya TTM saja. Jangan kaget ya. "katanya ketika mengangsurkan handphone nya pada teman-teman nya setelah dia mebuka sebuah video.
__ADS_1
Dalam Video itu Shofia sedang duduk bedampingan dengan Jo. Shofia dan Jo duet bernyanyi dengan iringan musik gitar yang dimainkan Jo. Mereka begitu kompak dan menikmati permainan mereka.
Lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu Hello yang berjudul "Pilihan Hati" keduanya sesekali menatap satu sama lain. Mata mereka memandang penuh cinta. Begitu menghayati lagu yang mereka bawakan. Suara Shofia dan Jo terdengar mengalun merdu selama penampilan mereka.
Ketiga teman Shofia melongo dibuatnya. Mereka tidak pernah mendengar Shofia bernyanyi. Sekalinya saja mendengar mereka dibuat kagum mendengarnya. Di akhir video terlihat tangan kanan Jo meraih tangan kiri Shofia dengan lembut sambil menatap dalam sang pemilik tangan. Setelah video berakhir ketiganya menoleh ke arah teman mereka.
"Namanya Jo. Dia sahabat terbaikku." lirihnya. "Dia juga cinta pertamaku." lanjutnya "Tapi kalau kalian fikir aku pacaran dengan nya itu salah besar. Kisah cintaku tak seindah itu."
"Dia sangat tampan Shof." kata Salwa. Shofia hanya tersenyum tipis menanggapi penilaia. temannya itu.
"Bukan hanya tampan Sal. Dia adalah seseorang yang paling baik yang pernah aku temui. Seseorang yang selalu ada di setiap aku membutuhkan. Dengan melihat mataku saja, dia sudah tahu apa yang aku inginkan. Dengan mendengar helaan nafasku, dia segera tahu apa yang membuat aku tidak nyaman dan segera mengatasinya."
"Sepertinya dia sangat mencintaimu Shof." kata Nur.
"Ya kamu benar. Tapi sekarang tidak ada gunanya. Semua sudah terlambat. Dia sudah meninggalkanku. Aku terlambat menyadari jika aku juga mencintai nya." Shofia menghela nafas. "Em ya sudahlah sekarang bukankah aku sudah diberi 3 sahabat yang tak kalah baik?" lanjutnya sambil memandang ketiga sahabatnya.
"Aku nggak nyangka kisah cintamu begitu manis." kata Nur. "Aku tahu sekarang kenapa kamu selalu menolak laki-laki yang menyatakan cinta padamu." lanjutnya.
__ADS_1
"Benar. Cowokmu sangat tampan Shof. Bahkan semua santri disini tidak ada yang setampan cowokmu." kata Fatimah.
"Sebenarnya bukan itu alasanku menolak semua cowok. Alasannya karena aku ingin fokus belajar. Aku sudah mengambil pelajaran berharga di SMP agar tidak pendidikanku tidak terganggu."