
Hari itu adalah hari patah hati massal di kantor. Karyawan yang mempunyai perasaan pada Shofia dipaksa mundur pada malam ini. Mereka menyaksikan sendiri pujaan hati mereka bersama tunangannya.
Setelah kejadian itu, kehidupan Shofia berubah. Kini tak ada laki pria yang bermaksud mengganggunya. Namun sepertinya itu tidak berlaku untuk Dika.
Dika masih berusaha mendekati Shofia. Dia masih berpegang pada prinsip sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan.
Semakin hari tindakan Dika semakin dirasa mengganggu. Dika selalu mencari kesempatan untuk menggoda Shofia. Padahal Shofia selalu menghindar. Namun tetap Dika seperti menutup matanya.
"Mel aku benar-benar sudah tidak betah dengan kelakuan pak Dika. Wah rencana resaigneku mungkin akan aku percepat. Daripada kelamaan disini tidak ada baiknya." kata Shofia saat mereka makan siang di kantin.
"Coba difikirin matang-matang Fi keputusanmu." Ruby menasehati.
"Aku sudah tidak betah. Semakin hari semakin aneh saja yang dilakukan bos itu. Padahal rencana resigneku tinggal dua bulan lagi. Sepertinya aku harus cepat bertindak." kata Shofia. Dia bertekad akan segera membuat surat pengunduran dirinya.
Rekan Shofia menyayangkan sikap yang diambil Shofia. Namun dia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Shofia. Mungkin jika mereka jadi Shofia sudah lama mereka melakukan hal yang sama dengan yang akan diambil olleh Shofia.
****
__ADS_1
Sore itu, surat pengunduran dirinya sudah siap. Dia membawa surat itu kepada HRD untuk segera diproses. Dia memberi alasan karena dia akan sibuk masalah skripsi dan segera pulang kampung untuk menikah. Alasan yang tidak bisa tidak diterima.
Akhirnya keesokan harinya Shofia sudah resmi keluar dari perusahaan itu. Perusahaan tempatnya bekerja selama hampir tiga tahun.
Pagi itu Shofia pergi kesana untuk berpamitan kepada teman-temannya serta mengambil barang-barangnya yang ada di biliknya.
"Shofi kamu benar-benar mau resaigne?" tanya Dika ketika Shofia dipanggil ke ruangannya.
"Iya pak. Saya akan sibuk mengurus skripsi saya. Lagipula setelah lulus saya akan pulang kampung. Jadi saya memutuskan untuk resaigne." jawab Shofia.
"Maaf jika tingkah saya selama ini membuat kamu tidak nyaman bekerja disini." kata Dika tulus.
Dia kembali ke biliknya. disana rekan-rekannya sudah berkumpul. Mereka merasa sangat kehilangan Shofia. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Fi aku mohon bertahanlah sebentar lagi." kata Rina.
"Maaf Rub. Sekarang waktunya aku pergi. Aku minta maaf pada kalian jika selam ini aku punya kesalahan terhadap kalian baik yang aku sengaja maupun tidak. Aku juga mau berterimakasih karena selama ini kalian menjadi rekan yang baik." kata Shofia. Rekan Shofia yang perempuan menagis haru.
__ADS_1
"Kamu adalah rekan yang baik Shofi. Kamu tidak pernah merepotkan kami. Kami malah yang selalu merepotkanmu karena sering membantu pekerjaan kami."
"Itulah gunanya teman." Shofia kemidian memeluk rekan yang perempuan dan menjabat tangan rekannya yang laki-laki.
Kini Shofia melenggang keluar kantor dengan perasaan plong. Dia senang karena akhirnya dia menyelesaikan masalahnya. Dia meninggalkan pak Dika dengan hati yang sudah dengan ikhlas menerima keputusan Shofia.
π£π£π£π£
Author :"Dapat pesangon berapa Shofπ?"
Shofia :"Nggak usah tanya-tanya ntar ngiler tau nalominalnya.π€"
Author :"Kalau boleh aku pinjam dikit dong. Kamu kan tahu musim Korona begini penghasilanku berkurang.π€€"
Shofia :"Kamu kan Author tinggal minta sama pembaca dongπ€"
Author :"Iya kalau dikasih. Tinggal like yang gratisan aja pada kagak sempat.π"
__ADS_1
Shofia :"Sabar ya Thor. Author yang sabar disayang pembaca."πͺ