
****
Aula pusat hari ini terlihat indah. Sebuah karpet merah tergelar mulai dari pintu masuk sampai tangga menuju panggung yang berdiri megah di tengah depan ruangan.
Panggung dihias indah. Tulisan kaligrafi terlihat indah menghiasi sterofoam yang menjadi dasar panggung tersebut.
Kursi-kursi tertata rapi di depan panggung. Pada bagian depan barisan berderet sofa sebagai tempat duduk untuk tamu kehormatan.
Para walisantri juga sudah mulai berdatangan. Hari ini adalah acara perpisahan bagi kelas 6, 9 dan juga kelas 12. Sekaligus acara pengambilan raport untuk kelas di bawahnya.
Di dalam kamar pondok sebagian santri bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Sama halnya dengan Shofia dan teman sekamarnya.
****
"Zi kamu nanti dijemput siapa?" tanya Shofia pada Ziana yang sedang memasukkan barang yang akan dibawa pulang.
"Aku mungkin besok baru pulang mbak. Nanti malam keluargaku akan bermalam disini." jawab Ziana sambil menoleh pada Shofia.
"Shof orang tuamu datang!" teriak Nur dari lantai bawah.
"Alhamdulillah ya Allah. Aku sudah kangen" Shofia segera berlari keluar dan menghampiri bunda dan adiknya.
__ADS_1
"Adekku yang comeeel" teriak Shofia saat berpelukan dengan adiknya, setelah sebelumnya Zakia segera berlari menghampiri Shofia ketika melihat sang kakak turun dari tangga. Mata mereka berdua mengeluarkan airmata kebahagiaan. Sudah 6 bulan mereka tidak bertemu.
"Assalaamu'alaikum Bunda. Shofia kangen." Shofia mulai terisak dipelukan sang bunda.
"Wa'alaikum salam Warohmatullah. Bunda juga kangen mbak." kata khusnul sambil membelai lembut kerudung yang membalut kepala sang anak. "Duuuh putri ibuk semakin cantik saja." lanjut bunda membuat Shofia tersipu.
"Mbak kurusan ya." Kata Zakia membuat bunda dan Shofia memperhatikan penampulannya.
"Iya ya." Bunda juga sependapat dengan Zakia setelah mengamati perubahan pada diri putrinya.
"Hehehe. Akhir-akhir ini aku sedikit sibuk Bund. Jadi sering kelewatan makan." Shofia memang sibuk belakangan ini. Dia ingin melupakan semua masalah yang terjadi.
"Mari Bund kita ke aula sebentar lagi acara akan dimulai."
"Shof duduk sini!" teriak Nur ketika melihat Shofia celingukan mencari tempat duduk bersama teman-temannya.
Nur, Salwa, Fatimah, Shofia, dan Zakia sudah duduk berkumpul. Mereka menunggu acara sambil ngobrol.
"Ki mbakmu ini dulu suka pacaran nggak" tanya Salwa. Selama ini jika ditanya masalah pribadinya Shofia selalu menutup mulutnya.
"Eemm mbak Shofi nggak suka pacaran. Tapi suka nempel sama mas Jo." Shofia langsung membekap mulut adiknya yang ember.
__ADS_1
"Jo? Jadi namanya Jo Shof pacarmu?!" gida Fatimahenaik turunkan alisnya.
"Sudah aku bilang kan aku nggak pernah pacaran. Jo juga bukan pacarku."
"Iya. Bukan pacar tapi kemana-mana barengan terus" Zakia menimpali.
"Hus anak kecil jangan ikut campur."
"Tahu nggak mbak gimana galaunya mbah Shofia saat mas Jo pindah... "Zakia semakin semangat menggoda sang kakak.
"Ki diam!" Shofia mendekapkan kedua tangannya di dada menandakan kemarahannya.
Zakia yang mengetahui kemarahan sang kakak segera diam tidak mau kakaknya bertambah marah. Bisa-bisa dia tidak diajak bicara beberapa hari.
Tak lama acara dimulai. Beberapa sambutan, dan prosesi wisuda sudah selesai. Sekarang waktu istirahat yang diisi hiburan penampilan santriwan dan santriwati sebelum acara inti yaitu Mauidloh Hasanah.
"Mbak aku pengen pipis. Anterin dong." kata Zakia. Dan Shofia pun mengajak Zakia beranjak.
Saat berada di toilet terdekat dengan aula ternyata penuh dan antri. Akhirnya Shofia mengajak Zakia ke toilet yang ada di sebelah kantor informasi.
"Mbak aku sekalian BAB nggak papa ya." pamit Zakia sebelum masuk toilet yang diangguki oleh Shofia.
__ADS_1
Shofia memilih duduk di kursi yang menyender ke dinding ndalem. Mengayun-ayunkan kedua kakinya bergantian.