
"Sayang. Nanti aku harus ke rumah sakit dulu. Peralatanku ada disana." kata Jo dengan melirik Shofia sekilas. Mereka sedang ada dalam mobil. Dan Jo harus fokus mengemudi.
"Iya nggak apa-apa."
Keduanya kembali menyanyi menirukan lagu yang mengalun di mobil.
"Emm sayang gimana nanti tanggapan orang-orang ya?"
"Kita akan beritahu jika waktunya tepat. Untuk saat ini kita harus Fokus dengan acara nanti." kata Jo. "Oke my wife. Kita sampai."
"Ah kenapa cepat sekali sampai sih." Gumam Shofia. Dia masih ingin berlama-lama berdua bersama Jo.
"Hahaha tenang sayang. Perpisahan ini hanya sebentar. Aku hanya akan mengambil peralatan dan langsung datang kemari lagi. Oke! Jangan Cemberut sayang" Jo mencium pipi Shofia.
"Oke. Hati-hati sayang." Shofia meraih tangan kanan Jo dan menciumnya. Jo mencium kening istrinya.
"Oke. Sampai ketemu nanti." kata Jo setelah mencium kening Shofia.
Shofia segera turun dari mobil dan melambaikan tangan saat Jo sudah melajukan mobilnya.
'Ah kenapa aku sudah kangen aja sih. Padahal baru juga berpisah. Lagian Jo itu kenapa bisa mesum seperti itu sih. Suka sekali menciumku. Dia tahu tidak ya kalau setiap dia menciumku aku pasti berdebar-debar. Kalau tahu kan aku malu.
'Tapi Jo sangat pintar mencium. ciumannya yerasa nikmat. Ah! kenapa aku jadi mikir macam-macam sih. Aku ketularan mesumnya Jo ini. Aduh gimana ini.'
"Pagi-pagi jangan melamun bu Shofi. Nggak baik." kata Inun menyadarkan Shofia dari fikiran liarnya.
"Bu Inun membuat kaget saja."
****
Semua orang sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jo juga sudah kembali. Beberapa cabang lomba bahkan sudah diadakan.
Di lapangan beberapa stand sponsor sudah dipenuhi pelanggan. Masyarakat umum juga sudah mulai berdatangan. Hari ini acara SMP Merpati benar-benar meriah.
Shofia kini berjalan menuju ruang khusus yang digunakan untuk "Crazzy Band". Dia menerima kabar bahwa Crazzy Band sudah datang. Shofia diberi tanggung jawab untuk mengatur penampilan para Band yang akan tampil.
"Assalaamu'alaikum kakak-kakak ku semua." Sapa Shofia saat sudah berada di ambang pintu. Dia melihat semua anggota Crazzy band yang sedang duduk di sofa yang telah di persiapkan.
"Wa'alaikum salam Sweety Girls." jawab mereka kompak.
Shofia segera menghambur memeluk personil yang cewek dan mengulurkan tangan untuk personil yang cowok.
"Kenapa setiap kaki bertemu kamu jadi semakin cantik saja sih Shof? Kamu pake perawatan apa sih?" kata Raina mengusap pipi Shofia.
"Ish mbak. Aku tidak pakai perawatan apa-apa kok."
"Kamu ini selalu bikin wanita lain iri tau. Wajahmu ini bening mulus kayak gini tanpa perawatan."
"Wah mbak. Jangan membuat GR dong."
__ADS_1
"Nanti mulai tampil yang berapa Shof?" tanya Farhan.
"Setelah anak-anakku Kak. Ini daftarnya." Shofia mengangsurkan map yang berisi urutan penampilan Band mereka pada Raina. Raina menerima dan membacanya dengan teliti.
"Ini nanti Sejuk band tampil Shof?"
"Heem."
"Wah kita bakal reunian lagi dong." kata Beni
"Yap. Kali ini Sejuk band lengkap personilnya."
"Jo?" tanya mereka kompak.
"Dia juga sudah kembali."
"Baiklah. Kami tunggu kejutan dari penampilan kalian."
"Siapkan jantung kalian Oke?! "Shofia mengedipkan matanya
"Ya sudah. Aku masih harus mempersiapkan keperluan lain. Kalian istirahat aja dulu disini. Kalau kalian butuh apa-apa langsung hubungi aku saja."
****
Tepat pukul delapan pagi Penampilan pertama Sejuk band 2 tampil sebagai pembuka acara lomba yang diadakan di panggung. Penampilan mereka sangat memuaskan.
Shofia dan kawan-kawannya sangat bangga karena mereka telah berhasil membimbing band itu sehingga bisa tampil maksimal. Dua lagu yang mereka bawakan sukses membuat para penonton bertepuk tangan.
****
Semua orang bahagia bisa menyaksikan penampilan Crazzy band. Biasanya mereka hanya bisa menonton mereka di televisi.
Crazzy band dan Sejuk band 2 bergantian tampil di hadapan para pengunjung. Kedua band itu sukses membuat acara semakin meriah.
"Shof kemana Sejuk Band? Katanya mau tampil." kata Irfan tak sabaran. Mereka sedang berada di belakang panggung, istirahat setelah tampil.
"Sebentar kak. Aku lihat Jo dulu. Dia masih sibuk apa tidak." kata Shofia sambil berlalu mencari Jo.
"Jo ketemu dimana?" tanya Farhan pada Edi, Elin, Udi dan juga Kalia setelah kepergian Shofia.
"Yang ketemu pertama Shofia. Jo datang kesini." jawab Elin.
"Mereka benar-benar jodoh. Setelah sekian lama berpisah tetap saja bikin baper kak. Kalian pasti juga ngiri." kata Kalia. Dia ingat tadi bagaimana Jo memperlakukan Shofia. Mereka berdua selalu romantis.
"Wah wah wah. Aku sangat menunggu kedatangan mereka." kata Gina.
****
Shofia sudah sampai di depan ruang UKS. Dia masuk untuk mencari Jo.
__ADS_1
"Ada apa bu Shofi?" tanya Nindi yang memang sedari pagi berada di sana. Dia beralasan harus membantu disana. Dia tak pernah pergi selangkahpun dari ruang UKS. Bahkan dia mengabaikan penampilan Cheerleader asuhannya.
"Saya mau mencari Dokter Jo bu."
"Dia masih sibuk."
"Ya sudah kalau begitu." Shofia membalikkan tubuhnya. Tapi sebelum dia melangkah Jo datang menghampiri. Dia baru keluar dari toilet.
"Kenapa Shof?" tanya Jo.
"Masih sibuk apa tidak Jo? Yang lain sudah nunggu kamu."
"Aku tidak sibuk. Anak-anak bisa mengatasi semua."
"Ok."
"aku bilang temanku dulu ya." Jo pergi setelah Shofia mengannguk.
"Bu Shofi kenapa sih selalu ganggu orang saja." kata Nindi.
"Maaf Bu Nindi. Saya tidak bermaksud mengganggu anda. Tapi Jo sudah ditunggu personil Crazzy band."
"Apa dokter Jo juga mengenal mereka?"
"Tentu saja."
"ayo Shof." Jo meraih tangan Shofia. Dia mengaitkan Jari-jarinya di sela-sela jari Shofia. Mengangkat kedua tangan itu dan mencium punggung tangan Shofia.
"Ish Jo. Jangan! Ini di sekolah. Tidak sopan tahu." Shofia berada menarik tangannya walau tak berhasil. Jo jelas memiliki tenaga lebih besar daripada Shofia.
"Hehehe. Habisnya aku kangen sih." Jo malah mencium pucuk kepala Shofia.
"Jo! Nanti kalau dilihat Siswa gimana? Ini bukan contoh yang baik." kata Shofia sambil memukul pipi Jo pelan.
"Maaf-maaf. Bisa kita pulang saja sekarang?"
"Jooo!!!"
"Au. Sakit sayang. Kau ini bar-bar sekali." kata Jo setelah mendapat cubitan di perutnya.
"Biarin. Sadar tempat dong."
"Iya-iya. Jangan ngambek. Tambah gemes kan aku jadinya." Jo berniat menarik kepala Shofia agar dia bisa kembali mencium pucuk kepala Shofia. Namun dengan segera Shofia mendorong tubuh Jo.
"Hentikan Jo!"
"Hahahaha"
Kedua orang yang sedang dimabuk asmara itu tak menyadari bahwa dari tadi ada orang yang mengawasi mereka. Dia diam-diam merekam apa yang terjadi diantara Jo dan Shofia tadi. Dia tersenyum licik setelah melihat hasilnya.
__ADS_1
"Sekarang hancur kamu Shofia." desisnya pelan setelah memasukkan Handphone nya ke dalan saku bajunya dan pergi dari sana.