Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Kakak Beradik Menyebalkan


__ADS_3

"Kang tolong ambilkan baju ganti untuk kami. Juga tolong bawakan handphoneku. Aku tadi buru-buru. Jadi handphone ku ketinggalan."


"Iya gus. Kalau bajunya mbak yang tadi gimana gus?"


"Kamu bisa minta pengurus pondok putri. Ah sebentar biar aku tanya dulu." Zakaria kemudian masuk ke dalam ruang inap. Setelah dari UGD Ziana diharuskan menginap. Dia menderita Tipes. Jadi masih harus dirawat di rumah sakit.


"Shof kamu mau diambilin apa dari pondok? Sepertinya kamu harus bantuin jaga Ziana dulu. Kamu tidak keberatan kan?"


"Eum tentu tidak Gus. Sebentar." Shofia segera bangun dari duduknya dan mengambil kertas dan bolpoin yang ada di atas nakas. Dia menuliskan barang-barang yang diperlukannya dan juga keperluan Ziana. Karena tidak mungkin membawa barang Ziana yang ada di ndalem.


"Ini Gus. Nanti tinggal diberikan pada pengurus. Teman-temanku sudah pasti faham." kata Shofia sambil memberikan kertas itu pada Zakaria. Setelah menerima kertas itu Zakaria keluar menemui Arif dan menyampaikan pesan Shofia.


****


"Maaf ya mbak. Gara-gara aku mbak jadi repot." kata Ziana pada Shofia yang sedang menyuapinya makan siang.


"Kamu ini apaan sih. Kamu itu masih anggap aku ini kakak kamu apa tidak sih?" Ziana mengangguk. "Mana ada Kakak yang merasa direpotin adik sendiri?"


Zakaria mendengarkan pembicaraan keduanya dari sofa yang berada di ruangan itu. Ruang rawat itu adalah ruang VIP jadi semua lengkap berada di dalam kamar.


"Mbak aku ini sakit apa sih?" Shofia diam. Dia juga baru ingat bahwa dia juga tidak tahu. Dia lupa menanyakannya pada Zakaria tadi.


"Hehehe. Aku juga tidak tahu. Tadi lupa mau tanya." katanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Gus, Ziana sakit apa?" lanjutya sambil menoleh pada Zakaria.

__ADS_1


"Dia sakit tipes. Mungkin karena kecapekan. Dan juga sering terlambat makan."


"Memang dia nih kalau dibilangin orangtua tidak pernah nurut." kata Shofia yang membuat Zakaria tersenyum jail.


"Siapa yang orangtua?" tanya Zakaria.


Skakmat. Shofia langsung diam. Dia masih mengingat perdebatan unfaedahnya tadi dengan Gus menyebalkannya itu.


"Siapa?" Zakaria mengulangi pertanyaannya sambil menaik turunkan alisnya. Dia tahu gadis yang ada di depannya itu sedang jengkel. Memang itulah tujuannya. Dan dia berhasil.


"Sudahlah Gus. Jangan dibahas lagi." ketus Shofia.


"Aku kan cuma tanya, siapa yang orangtua?"


"Hahahaha." Zakaria sampai terpingkal-pingkal.


"Tertawa terus. Biar kamu pingsan karena kebanyakan tertawa." Zakaria langsung diam. Kemudian memperhatikan Shofia yang semakin menggemaskan menurutnya.


"Ziana. Kakakmu itu benar-benar menjengkelkan." Shofia mengadu pada ziana. Ziana hanya tersenyum mengamati perdebatan diantara kedua orang kakaknya itu.


Dia sangat menikmati pertunjukan live yang menurutnya sangat menarik itu. Kakanya yang biasanya sangat menjaga jarak denga seorang gadis dan Shofia yang selalu menutup diri pada laki-laki. Sungguh pertunjukan yang spesial. Jika dia membawa handphonenya sudah pasti moment ini akan dia rekam.


"Zi. Kok kamu diam saja sih. Bantuin aku dong."

__ADS_1


"Mas jangan godain Mbak Shofia terus dong. Kasian kan. Tuh lihat kepalanya sudah mulai keluar tanduknya."


"ZIANAAAAAA!" teriak Shofia sampai Ziana dan Zakaria menutup telinganya.


"Aduh mbak. Kami tahu suaramu itu merdu. Tapi kalau berteriak seperti itu menyiksa telinga juga kali."


"Kalian ini memang kakak beradik yang menjengkelkan."


"Ternyata mas benar. Menggoda mbak Shofia itu benar-benar menyenagkan. Pantas saja mas Zakaria suka menggoda mbak. Ternyata bisa membuat semangat turn on." kata Ziana semakin membuat Shofia cemberut. Hingga dia tidak sadar menjadi objek foto pada layar kamera Zakaria.


🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Zakaria :"Jangan cemberut Shof."


Shofia :"Menyebalkan!"


Zakaria :"Kalau saja aku bukan gus, sudah kucium bibirmu itu!"


Shofia :"Jangan berfikiran macam-macam. Mau jadi apa santrimu kalau gusnya fikirannya mesum."


Zakaria : "Kan aku tadi dah bilang kalau saja aku bukan gus."


Shofia :"Ter-se-rah."

__ADS_1


__ADS_2