Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Keluarga Ndalem


__ADS_3

Sore ini keluarga ndalem datang. Abah dan juga ibuk langsung menghampiri putri bungsu mereka. Shofia kemudian pamit keluar. Di luar ada Gus Fahmi bersama Neng Aisyah dan Gus Yahya duduk di kursi tunggu.


Shofia lalu pamit pada Neng Aisyah untuk pergi ke kantin. Setelah mendapat izin Shofia segera pergi dari sana. Dia merasa canggung berada di tengah-tengah keluarga ndalem.


Sampai di kantin rumah sakit dia memesan teh hangat dan mie ayam. Dia duduk sambil makan beberapa gorengan yang tadi dia beli.


"Shof makan tidak ajak-ajak." kata Zakaria yang tiba-tiba datang dan langsung duduk di kursi di depan Shofia.


"Oh. Mari makan gus." kata Shofia sambil mengangkat mie ayam yang sudah berada di garpu dan langsung melahabnya.


"Mie nya enak Shof?"


"Alhamdulillah. Enak kok. Mau aku pesankan?"


"Boleh. Sama minumnya sekalian ya." kata Zakaria sambil menyomot gorengan di piring Shofia.


"Mau minum apa?"


"Teh dingin saja."


Mereka menikmati makanan mereka. Bukankan mereka memang harus menyiapkan tenaga untuk merawat orang sakit? jadi mereka harus mengumpulkan tenaganya.


*****


Di kamar Ziana


"Zi, temenmu tadi siapa?" tanya Umi, panggilan untuk istri Abah.


"Dia mbak Shofia Mi. Dia yang selama ini menemani Ziana. Orangnya baik Mi."


"Cantik ya."

__ADS_1


"Iya Mi. Dia cantik banget. Cantik alami lagi Mi. Dia tidak pakai make up sama sekali. Apalagi kalau dandan, Umi pasti terpesona."


"Dia kelihatan dekat sama Zakaria." tambah Aisyah.


"Iya mbak. Mas Zakaria selalu ganjen kalau lagi sama mbak Shofia."


"Yang bener?" tanya Yahya.


"Iya mas. Mereka kalau sudah ketemu bawaannya debat mulu. Aku saja yang denger sampek pusing. Tapi lucu sih."


"Kemana Zakaria tadi? Kita kesini malah pergi." kata Abah.


"Tadi katanya mau ke kantin." jawab Aisyah.


"Halah. Akal-akalannya saja itu. Pasti mau nyariin mbak Shofia. Takut mbak Shofia dideketin laki-laki lain." perkataan Ziana membuat semua orang menoleh kepadanya.


"Kenapa? Tidak percaya? Kemarin saja waktu mbak Shofia keluar pondok mas Zakaria langsung nyusulin. Sampek dibela-belain mengunjungi setiap tempat yang biasa dikunjungi mbak-mbak santri." Ziana menjelaskan kejadian hari Kamis kemarin.


"Tumben sendirian Zi. Biasanya sama Shofia." kata Zakaria saat adiknya ke Ndalem sendirian.


"Mbak Shofia lagi keluar sama mbak Nur." jawaban Ziana membuat Zakaria gusar.


"Kemana?"


"tadi katanya mau beli buku sama kebutuhan sehari-hari. Sekalian jalan-jalan. Kan hari libur."


"Belinya dimana?"


"Biasanya di toko X beli bukunya. Kalau kebutuhan sehari-hari sepertinya di pasar."


Mendengar jawaban Ziana dia berlalu meninggalkan sang adik yang keheranan dengan sikap Zakaria.

__ADS_1


Tak lama kemudiam Ziana mendengar suara mobil keluar garasi. Dan sekarang dia tahu apa yang dilakukan kakaknya itu.


Flash back off....


"Masak sampai segitunya?" Aisyah belum percaya bahwa sang adik bisa melakukan hal seperti itu demi seorang gadis.


"Iya Mbak. Aku saja saat pertama kali tahu juga heran. Mbak Shofia itu memang gadis istimewa. Dia adalah gadis paling hebat yang pernah aku temui."


"Hebatnya gimana?" tanya Umi.


"Maaf Mi. Aku tidak bisa cerita. Mbak Shofia merahasiakannya." Semua orang kecewa karena tidak bisa mendengar sesuatu tentang gadis yang sedari tadi membuat mereka penasaran.


"Dia anak Kediri ya?" tanya Abah.


"Iya Bah. Asalnya dari Kediri. Abah kok tahu?"


"Abah ingat saat dulu dia dititipkan disini. Dia bukannya masih Aliyah?"


"Benar Bah. Sekarang mbak Shofia kelas 2 Aliyah."


"Ternyata masih sekolah. Pantesan wajahnya imut-imut." kata Aisyah.


"Kalau sudah kuliyah langsung Umi ambil mantu dia. Udah cantik, baik, sopan lagi." kata Umi.


"Setuju Mi. Aku juga bakalan seneng banget kalau mbak Shofia jadi kakak iparku."


"Memangnya Shofia juga suka sama Zakaria?"


"Memangnya ada yang tidak suka sama Zakaria?" tanya Fahmi.


"Ada. Mbak Shofialah orangnya. Mbak Shofia selalu kesal Kalau bertemu dengan mas Zakaria ." jawab Ziana.

__ADS_1


"Memang benar-benar istimewa." kata Yahya.


__ADS_2