Perjalanan Cinta Shofia

Perjalanan Cinta Shofia
Gus Menyebalkan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang penting bagi MA Al-Huda. Hari ini akan diadakan Porseni. Para siswa yang telah dipilih mewakili sekolah mereka sudah berlatih keras untuk lomba hari ini.


Enam bus sudah disiapkan pihak sekolah untuk mengangkut para siswa yang mengikuti lomba dan para siswa lain yang bersedia menjadi suporter bagi teman mereka yang berlomba.


Semua siswa segera masuk dalam bus dan duduk di kursi masing-masing. Bus yang mengangkut peserta dipisah agar memudahkan mengabsen peserta lomba. Seperti saat ini. Dan...


"Nur, Shofia kemana?" tanya pak Burhan yang sedang melakukan absen.


"Shofia tadi ke toilet pak."


"Oh ya sudah kita tunggu sebentar lagi." kata pak Burhan keluar bus.


"Kenapa masih belum berangkat pak?" tanya Zakaria yang melihat bus peserta belum berangkat. Padahal bus lain sudah berangkat.


"Itu Gus ada siswa yang belum masuk."


"Siapa?"


"Shofia Gus. Dia yang mewakili lomba badminton nanti."


"Oow begini saja pak. Berangkat saja dulu. Nanti saya akan mengantarnya. Adik saya juga mengenalnya." usul Zakaria.


"Baiklah Gus. Terima kasih." pak Burhan masuk ke dalam bus dan meminta sopir untuk menjalankan busnya.


"Pak Shofia gimana? kok ditinggal?" tanya Nur heran.


"Tadi kata gus Zakaria Shofia mau diantar beliau. Katanya adiknya kenal." jawaban pak Burhan membuat Nur bingung. Sejak kapan Shofia kenal dengan adik dari Gus Zakaria.

__ADS_1


*****


"Loh kok busnya sudah nggak ada?" tanya Shofia karena tak mendapati satu bus pun di halaman sekolah.


"Kamu sih kelamaan di toiletnya. Ditinggal deh jadinya." suara Zakaria mengagetkan Shofia. Shofia segera menoleh ke arah Zakaria yang berjalan dari arah belakangnya.


"Maaf gus. Apa mereka sudah berangkat?"


"Seperti yang terlihat. Mereka sudah pergi."


"Ck. Bagaimana mungkin mereka sampai meninggalkanku." lirih Shofia yang masih bisa di dengar oleh Zakaria.


"Karena aku yang minta agar kamu ditinggal saja." jawab Zakaria santai.


"Kenapa Gus?" suara Shofia meninggi. Dia kesal kenapa Gusnya melakukan itu padanya. Zakaria tersenyum. Dia dapat melihat sisi tenang Shofia mulai terusik dan sepertinya dia mulai berani mengungkapkan perasaannya. Walaupun peradaan tidak suka yang dikeluarkannya saat ini. Tapi dia bahagia. Berarti Shofia nyaman berada di dekatnya.


"Tidak masalah. Aku malah senang bisa melihatmu marah. Kamu tahu kalau kamu terlihat sangat menggemaskan ketika marah."


Blusss, pipi Shofia memerah karena malu.


"Shof kenapa pipimu jadi merah kayak tomat?"


Dan lihatlah pipi Shofia semakin merah dibuatnya. Shofia segera menudukkan wajah dan beranjak. Namun sebuah tangan mencekal tangannya sehingga dia berhenti dan memandang tajam pada tangan Gus Zakaria.


"Ups sorry Shof." kedua tangan gus Zakaria diangkat ke atas. mata Shofia memicing. Kini Shofia merasa gus di hadapannya ini menyebalkan.


"Aku tadi bilang pada pak Burhan akan mengantarmu." kata Zakaria ketika sudah melepas tangan Shofia.

__ADS_1


"Terima kasih Gus. Tapi sepertinya saya lebih baik naik ojek saja." tolah Shofis.


"Kamu mau aku dianggap tidak bertanggung jawab?"


"Tapi jika kita pergi berdua akan menimbulkan fitnah."


"Siapa bilang kita hanya berdua. Kita kesana dengan Ziana. Kemana bocah itu? Dari tadi merengek minta diantar sekarang malah ngilang."


"Apa perlu saya cari?"


"Tidak usah. Sebentar lagi juga muncul. Ngomong-ngomong suaramu merdu Shof. Bisa lain kali kita duet lagi?"


"Maaf Gus."


"Beneran. Selama ini aku sering menunggumu menyanyi di samping kamarku lo." kata Zakaria jujur.


"Maaf Gus."


"Kemana saja selama ini? Kok nggak pernah nyanyi disana lagi?"


"Maaf Gus. Saya mau cari Ziana dulu."


"Sudah aku bilang tidak usah kan. Kamu mau aku yang tampan ini ditemani orang lain?" kata Zakaria sambil menaik turunkan alisnya. Shofia hanya diam. Zakaria terus bicara walaupun Shofia hanya diam. Shofia bahkan merasa Gus satu itu sangat cerewet.


Beberapa kali Gus Zakaria mencoba menggoda Shofia. Kesabaran Shofia benar-benar diuji.


"Dasar Gus menyebalkan" kata Shofia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2