Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Aku Percaya Padamu


__ADS_3

Orland benar-benar tidak mengerti, dia sangat ingin bertanya apa sebenarnya yang telah terjadi tapi dia rasa ini bukan waktu yang tepat karena Gail sedang fokus membawa mobil dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran tiga mobil yang sedang mengejar mereka.


Orang-Orang itu tidak main-main, mereka bahkan menghimpit mobil yang dibawa oleh Gail dan menabrak badan mobil dari sisi kanan dan sisi kiri mobil dengan keras.  Gail mengumpat, sial. Apa dia harus meminta bantuan dari salah satu sahabatnya? Tidak, tidak akan secepat itu dia menyerah.


"Pegangan, Sir!" teriak Gail karena mobil mereka akan kembali di tabrak.


BRRAAKKK!!! Suara benturan keras terdengar, tidak saja dari samping kanan dan kiri, mereka juga ditabrak dari bagian belakang. Mobil mereka sudah bagaikan mainan bagi orang-orang yang mengejar mereka.


"Ada apa ini, Gail?" teriak Orland. Tubuhnya bahkan terhuyung ke depan, dia tidak menduga akan mengalami kejadian itu. Apa pamannya sudah tahu siapa dirinya sehingga sang paman mengirimkan orang-orang itu untuk menghabisi dirinya?


"Aku tidak tahu, Sir. Tapi yang pasti mereka mengincar dirimu," jawab Gail.


"Apa mereka orang-orang yang diutus oleh pamanku?" tanya Orland.


"Entahlah, tapi aku berjanji mereka tidak akan bisa melukai dirimu!" ucap Gail.


"Aku percaya padamu, Gail. Terlepas siapa pun dirimu!" ucap Orland.


Gail tersenyum, setir mobil dibanting ke kanan untuk menghindari tabrakan dari kanan lalu setir kembali dibelokkan ke kiri. Dia harus mencari jalan keluar untuk menghindari keramaian agar dia bisa leluasa menghabisi orang-orang itu.


"Apa kau mau mendengar sedikit cerita dariku, Sir?" tanya Gail.


"Tentu saja, setidaknya kita tidak terlalu tegang!"


"Terima kasih, dulunya aku adalah asisten kepercayaan seorang mafia namun aku sudah lelah berada dunia hitam. Aku ingin hidup normal, menjadi pemuda biasa tanpa harus menghabisi nyawa orang. Aku ingin merubah kehidupanku sebab itu aku mengundurkan diri namun semua itu tidak mudah. Aku harus mengalahkan dua puluh lima pengawal terlatih jika aku menginginkan kebebasan," ucap Gail.


Yeah, itulah dirinya dulu. Dia sudah berkecimpung dalam dunia hitam selama belasan tahun dan pada akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan dunia itu dan hidup sebagai pemuda biasa.


"Apa luka-luka yang kau dapatkan karena itu?" tanya Orland. Dia sungguh tidak tahu jika sang asisten adalah mantan tangan kanan seorang mafia.


"Yes, kau sudah menyelamatkan nyawaku, Sir. Sebab itu aku akan melindungimu dan tidak akan membiarkan mereka melukai dirimu!"


"Aku bergantung padamu, Gail. Sayangnya aku bukan mafia sehingga tidak bisa membantumu."

__ADS_1


"Kau cukup duduk diam, Sir. Aku yang akan membereskan mereka!" ucap Gail.


"Baiklah, aku ingin lihat aksimu!" ucap Olrland. Dia duduk santai, dia sungguh tidak menduga Gail pernah menjalani profesi yang luar biasa. Dia percaya pria itu dapat melakukannya apalagi Gail menghindari mobil-mobil itu penuh dengan perhitungan.


Setelah berbicara dengan bosnya, Gail kembali membawa mobil keluar dari jalanan ramai dengan kecepatan tinggi. Para musuh masih mengejar, umpatan mereka bahkan terdengar. Padahal dia mengira Gail hanya supir biasa tapi mereka tidak menduga jika pria itu bisa menguasai jalanan dalam sekejap mata. Rencana mereka menggiring mobil yang dibawa oleh Gail ke tempat rekan mereka jadi gagal. Padahal mereka sudah berencana menyergap dan mengepung lalu menghabisi mereka tapi semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapan.


"Sial, rencana berubah. Yang lain menuju ke utara dan cegat mereka di sana!" perintah sang pemimpin kelompok itu. Mau tidak mau mereka harus merubah rencana mereka secara mendadak.


Gail masih membawa mobil dengan kecepatan tinggi, dia memang hendak menuju ke utara karena di sana ada sebuah jalan yang jarang dilewati oleh mobil karena jalanan itu penghubung dengan kota lainnya. Di sana dia bisa melawan orang-orang itu tanpa melukai siapa pun. Dia juga leluasa bergerak tanpa mengkhawatirkan banyak hal.


Tujuannya sudah hampir tiba tapi Gail dikejutkan oleh sesuatu yang melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Gail segera membanting setir mobil untuk menghindar, sesuatu melesat melewati mereka dan menghantam sebuah tiang yang ada di sisi jalan. Sebuah ledakan terdengar, Orland terkejut begitu juga Gail. Sial, ternyata itu sebuah peluru peledak.


Gail sangat yakin jika ada sekelompok orang di depan sana dan dia yakin mereka adalah kelompok yang sama. Sekarang dia dan bosnya di keroyok, ini buruk. Jangan sampai mereka mati meledak di dalam mobil akibat peluru peledak yang di tembakan oleh musuh.


"Bagaimana ini, Gail? Sebaiknya aku menghubungi polisi," ucap Orland.


"Tidak perlu, Sir. Tolong percayakan padaku!" Gail membelokkan mobilnya ke kanan, kini mobil sudah tidak berjalan di jalan yang seharusnya. Mobil sudah berjalan di sisi jalan yang berbatu, tapi para penjahat itu masih mengejar.


"Tentu!" jawab Orland. Tiba-Tiba saja dia jadi bersemangat.


Orland mulai berpindah, mereka bertukar posisi dengan cepat karena mobil mereka mulai ditembaki. Suara peluru yang menghantam badan mobil terdengar, suara kaca mobil yang pecah pun terdengar.


"Sial, semoga asuransi mau menggantinya!" ucap Orland.


Dia sudah mengambil kemudi, sedangkan Gail mengambil senjata api yang dia sembunyikan. Mata Orland melotot, sejak kapan mobilnya dipenuhi oleh senjata api seperti itu?


"Kembali ke jalan, Sir! Saatnya berpesta!" ucap Gail seraya mengangkat senjata apinya,


"Sial, hidupmu benar-benar menyenangkan!" ucap Orland,


Penutup mobil bagian atas dibuka, Gail berdiri dibagian itu karena dia akan menembak mobil musuh yang mengejar.


"Itu dia, tembak!" terdengar teriakan musuh dari belakang. Mobil mereka kembali dihujani dengan timah panas. Orland menghindarinya dengan susah payah apa lagi jalanan yang dipenuhi batu. Dia juga harus mencari jalan untuk kembali ke jalan raya.

__ADS_1


Timah panas terus menhujani mobil, bahkan kaca spion mobil hancur karena akibat peluru yang menghujani mobil itu tanpa henti.


"Gail!" Orland berteriak karena kerusakan mobil semakin parah. Bukan biaya perbaikan mobilnya yang dia khawatirkan tapi semakin parah mobil itu rusak maka risiko mobil akan meledak sangat tinggi.


Gail sedang membidik target, sedangkan musuh mulai membidik ke arahnya dan menghujaninya timah panas. Peluruh mengenai belakang mobil lalu timah panas semakin dekat ke arahnya, Gail tidak bergeming lalu dalam satu tarikan napas, dua peluru di tembakan ke arah target yang sudah terkunci.


Suara letusan senjata apinya terdengar, Gail masuk ke dalam setelah menembak untuk menghindari timah panas. Peluru yang dia tembakan melesat dengan kecepatan tinggi. Mobil musuh yang ada di depan menghindar tapi mobil yang ada dibagian belakang menjadi sasaran empuk peluru senjata apinya.


Dua peluru mengenai tepat sasaran, suara ledakan pun terdengar. Mobil musuh melambung tinggi akibat peluru peledak yang Gail tembakan dan setelah itu mobil terhempas di atas tanah berbatu dan terbakar.


"Sial, kita meremehkan mereka!" teriak pemimpin kelompok itu marah.


"Bagaimana Sir, apa mau belajar denganmu?" tanya Gail. Dia melihat ke arah kaca spion yang sudah tinggal sedikit.


"Kita bicarakan jika kita sudah keluar dari situasi ini!" ucap Orland. Beruntungnya kemampuan mengemudi yang dia miliki tidak buruk.


"Kita bisa jadi partner yang hebat jika kau mau, Sir," ucapnya.


"Tentu!" jawab Orland tapi tiba-tiba saja dua mobil musuh muncul dari arah kanan dan hendak menabrak mereka. Orland terkejut, rem diinjak dengan mendadak sehingga mobil musuh melewati di depan mereka sedangkan yang satu melesat di atas mobilnya. Karena kejadian itu mobil mereka ditabrak dari belakang oleh dua mobil yang sedari tadi mengejar.


"Sial, aku mulai kesal!" Orland sudah tampak marah. Gail melihat ke arahnya, Bosnya yang biasanya tenang terlihat benar-benar marah. Mereka bagaikan dikepung tapi hal itu justru membuat dua pemuda yang ada di dalam mobil tampak bersemangat.


Kaki sudah di pedal gas, satu tangan berada di tuas mobil.


"Jangan kecewakan aku, Gail!" ucap Orland.


"Pasti!" kini Gail mengambil dua senjata api yang lain. Orland membawa mobilnya dengan cepat menuju jalanan, dia tidak peduli lagi. Mobilnya bahkan melompat ke udara saat mereka harus melewati pembatas jalan. Mobil mendarat dengan mulus tapi mobil harus berputar akibat kecepatan di luar batas. Tiba-Tiba Orland bagaikan seorang pembalap yang bisa mengendalikan mobilnya yang terus berputar. Apa dia punya bakat?


Mobil sudah berhenti berputar, mobil musuh pun mengejar dan akan melompati pembatas jalan.


"Kau siap, Gail?" tanya Orland.


"Tentu!" Gail benar-benar siap begitu juga dengan Orland. Setelah ini mereka akan menghajar para musuh yang tidak menyerah sedari tadi.

__ADS_1


__ADS_2