
Seorang wanita mendatangi perusahaan milik ayah Orland yang sudah menjadi milik sang paman tentunya. Dia hanya tahu tempat itu saja jika dia ingin menemui Orland. Dia tidak tahu kenapa Orland bisa bangkrut dan dia tidak tahu perseteruan antara Orland dengan pamannya.
Pria itu sudah sukses kembali jadi dia yakin, perusahaan itu pasti sudah kembali pada Orland. Beruntungnya saat itu dia langsung pergi meninggalkan pria itu secara diam-diam tanpa memutuskan hubungan mereka berdua dan sekarang dia akan berpura-pura.
Ya, wanita itu adalah Caitlyn. Setelah melihat Orland di toko perhiasan, dia segera bergegas kembali. Kesempatan tidak boleh dia sia-siakan apalagi hubungan mereka belum berakhir. Orland tidak akan pernah tahu jika dia pergi karena kebangkrutannya. Dia akan berpura-pura jika dia pergi dipaksa oleh kedua orangtuanya dan sekarang baru bisa kembali lagi untuk melanjutkan hubungan mereka berdua.
Caitlyn melangkah dengan penuh percaya diri, dia percaya Orland akan senang melihat kedatangannya. Pria itu pasti mencintainya seperti dulu.
Seorang wanita menghentikan langkah Caitlyn, dan tentunya Caitlyn terlihat angkuh.
"Ada perlu apa, Nona?"
"Aku ingin mencari bosmu, Dmytry," ucap Caitlyn dengan nada sombong.
"Apa sudah membuat janji?" wanita itu melihat Caitlyn dari atas sampai ke bawah.
"Katakan saja Caitlyn ingin bertemu, dia tidak akan menolak!"
"Jika begitu tunggu sebentar," wanita itu berlalu pergi menuju mejanya. Gagang telepon diambil, mata wanita itu tidak lepas dari Caitlyn sampai akhirnya bosnya menjawab.
"Ada apa?"
"Seorang wanita bernama Caitlyn ingin bertemu dengan anda, Sir. Apakah aku harus membiarkannya masuk atau aku harus mengusirnya?"
Tidak ada jawaban tapi tidak lama kemudian, perintah pun didapat. Wanita itu segera menghampiri Caitlyn dan berbicara dengannya sejenak.
Senyum Caitlyn mengembang, sudah dia sangka Orland akan menemuinya. Senyum bahkan terus mekar sampai dia berada di dalam ruangan. Seorang pria duduk membelakanginya, Caitlyn menebak jika itu adalah Olrand.
"Orland," Caitlyn memanggil karena pria yang dia sangka Orland tidak bergeming.
Pria itu tersenyum, tenyata mencari si pencundang Orland. Kursi diputar, Caitlyn terkejut saat melihat pria asing yang tidak dia kenal.
"Siapa kau?" tanya Caitlyn.
__ADS_1
"Aku Zion Dmytry," ucap Zion sambil tersenyum.
"Zion, apa kau saudara Orland?" tanya Caitlyn.
"Itu tidak penting, Nona. Sekarang katakan padaku untuk apa kau mencari pecundang itu?" tanya Zion sambil tersenyum mengejek.
"Pecundang? Apa maksudmu? Bukankah perusahaan ini miliknya?" tanya Caitlyn dengan ekspresi wajah tidak mengerti.
"Ha... Ha.. Ha...!" Zion tertawa terbahak. Apa wanita itu mengira jika Orland masih pemilik perusahaan itu? Sungguh lucu, oecundang itu ternyata masih dipuja oleh seorang wanita cantik.
"Dengar baik-baik, Nona. Perusahaan ini sudah jadi milikku dan Orland adalah seorang gelandangan. Dari pada kau mencari gelandangan itu, bukankah lebih baik kau jadi kekasihku saja? Aku jamin kau tidak akan menyesal dan setelah puas menikmati dirimu maka aku akan memberikan uang yang banyak!" ucap Zion.
"Siapa yang sudi jadi mainanmu? Aku mencari Orland tapi sepertinya kau tidak mau mengatakan padaku di mana dia berada."
"Hei, aku benar-benar tidak tahu ke mana gelandangan itu pergi!!" ucap Zion.
"Gelandangan? Aku melihatnya di Australia dan dia sedang membeli kalung permata dengan harga ratusan ribu dolar. Bagaimana gelandangan bisa berada di sana dan memiliki uang ratusan ribu dolar untuk membeli sebuah kalung permata?"
Zion terkejut mendengar perkataan Caitlyn. Dia bahkan beranjak dari tempat duduknya. Mata Zion menatap Caitlyn dengan tajam, apa wanita itu tidak asal bicara?
"Kau salah paham, Nona. Perusahaan ini bukan milik Orland lagi," ucap Zion.
"Tidak mungkin!" Caitlyn terhuyung ke belakang. Bagaimana bisa perusahaan itu bukan milik Orland. Jika begitu, apakah yang dia lihat di Australia bukan Orland? Tidak, dia yakin seratus persen jika pria itu adalah Orland.
"Baiklah, maaf mengganggu," ucap Caitlyn. Sebaiknya dia pergi karena tidak ada Orland.
"Tunggu," Zion melangkah mendekati Caitlyn.
"Sesungguhnya aku juga mencari Orland tapi dia sulit aku temukan. Jika kau bertemu dengannya dan tahu di mana dia berada tolong hubungi aku," Zion memberikan kartu namanya pada Caitlyn, "Kau akan mendapat imbalan yang setimpal jika kau mengabari aku setelah kau tahu keberadaannya," ucap Zion. Dia bisa memanfaatkan wanita itu untuk menemukan Orland.
"Baiklah," Caitlyn mengambil kartu nama yang diberikan oleh Zion dan pamit pergi. Siapa pun pria itu dia tidak peduli tapi dia belum percaya jika perusahaan itu bukan milik Orland lagi.
Karena dia tidak menemukan Orland, Caitlyn pergi dari tempat itu. Zion kembali ke tempat duduknya, Orland berada di Australia? Apa wanita itu tidak salah melihat?
__ADS_1
Beberapa tahun tidak ada kabar mengenai Orland setelah mereka mengambil semua miliknya. Mereka menganggap jika Orland sudah jadi gelandangan tapi sekarang, tiba-tiba ada yang berkata jika dia melihat Orland berada di Australia dan membeli kalung mahal. Sebaiknya dia tidak meremehkan informasi ini, bisa saja apa yang dikatakan oleh wanita itu sangat benar. Bisa saja memang Orland yang dia lihat.
Tidak ada salahnya berhati-hati walau banyak kemungkinan. Bisa saja Orland berada di sana karena pekerjaan dan bisa saja seseorang memerintahkan Orland untuk membeli kalung mahal tersebut. Sial, dia tidak akan membiarkan Orland mengambil apa yang sudah menjadi miliknya saat ini apalagi perusahaan itu, kursi yang dia duduki adalah miliknya.
Zion segera menghubungi ayahnya, tentu kabar itu membuat Louis Dmytry terkejut. Dia bahkan membantah ucapan putranya karena dia tidak percaya.
"Jangan mengada-ada, Zion. Dia tidak mungkin bisa bangkit dalam waktu beberapa tahu saja! Hanya sebuah keajaiban yang bisa membuatnya kembali bangkit dan sukses!!" ucap Louis Dmytry.
"Tapi, Dad. Aku percaya jika wanita itu tidak asal bicara. Selama ini kita menganggap dia sebagai gelandangan tapi sampai sekarang kita belum pernah melihatnya sebagai gelandangan!" ucap Zion.
"Lalu, kau mau apa?" tanya ayahnya.
"Tentu mencari tahu, Kita harus waspada karena kita tidak tahu apa yang dia lakukan."
"Baiklah, kau benar! Jangan sampai tiba-tiba dia menyerang kita dan mengambil apa yang sudah kita miliki saat ini!"
"Daddy tidak perlu khawatir, aku pasti akan mencari tahu dan pecundang itu tidak akan bisa mengambil apa yang sudah jadi milik kita!" ucap Zion.
"Aku percaya padamu!"
Zion meletakkan ponsel setelah berbicara dengan ayahnya. Mau seperti apa pun Orland, dia tidak akan bisa mengambil satu benda pun yang sudah mereka ambil.
Kabar jika seorang wanita mencari keberadaan Orland sudah sampai di telinga Gail. Semua itu berkat mata-mata yang dia tempatkan. Gail akan kabar itu pada bosnya, dia bahkan sudah melangkah menuju ruangan bosnya.
"Sir, maaf mengganggu," ucap Gail.
"Ada apa?" Orland hanya melihatnya sekilas.
"Seorang wanita mencari anda di kantor ayah anda."
"Siapa?" tanya Orland.
"Caitlyn."
__ADS_1
Olrand terkejut, kini matanya melihat ke arah Gail. Apa Caitlyn sudah kembali dan mencarinya? Ekpresi wajah Orland sulit dibaca. Orland meminta Gail untuk keluar dan setelah itu dia melangkah menuju jendela. Untuk apa Caitlyn mencarinya lagi setelah sekian tahun tidak kembali?