Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Kegilaan Johan


__ADS_3

Johan semakin menggila setelah kepergian Lauren. Dia bena-benar tidak bisa menerima kepergian Lauren. Johan bahkan tidak mau menguburkan Lauren, tidak karena dia akan menguburkan Lauren bersama dengan Cristin nanti.


Lauren berada di sebuah kotak kaca yang diletakkan di sisi ranjang. Kotak itu dia beli setelah membawa Lauren pulang. Dia juga menyuntikkan obat formalin yang dia dapatkan berkat bantuan Dean. Dia akan menyuntikkan ke tubuh Lauren agar mayatnya tidak busuk dan tetap utuh.


Johan bahkan membelikan sebuah gaun pernikahan untuk Lauren, gaun itu sedang Lauren kenakan saat ini. Wajahnya yang pucat dirias secantik mungkin, Johan memandangi Lauren begitu lama bahkan dia akan berbicara dengannya seperti yang sedang dia lakukan saat ini.


Dia benar-benar belum bisa menerima kepergian Lauren yang secara tiba-tiba. Rasanya tidak ingin mempercayainya tapi sang kekasih sudah terbujur kaku di dalam peti kaca yang dia beli.


"Kenapa kau tidak mengatakan keadaanmu waktu itu, Lauren?" Johan mengusap kotak kaca dan kembali berkata, "Jika aku tahu keadaanmu yag memburuk maka aku tidak akan pergi berbisnis. Aku lebih suka menghabiskan waktu bersama denganmu. Aku lebih suka menemani waktu terakhirmu tapi kenapa kau tidak mengatakannya padaku?" Johan memandangi Lauren, entah kenapa dia sangat berharap Lauren bangun dari kotak kaca dan berkata jika dia hanya bercanda saja namum sayangnya Lauren sudah tidak bisa bereaksi lagi.


"Sial! Kau tidak mau menjawab aku sekarang. Apa kau marah padaku, Sayang? Sudah aku katakan jika aku akan mendapatkan ginjal Cristin untukmu maka akan aku dapatkan jadi jangan diam saja dan jawab aku," pintanya. Dia benar-benar sudah gila karena menganggap Lauren masih hidup.


Bahu Johan bergetar, air matanya tumpah. Dia sudah menangisi kematian Lauren semenjak saat itu tapi dia belum bisa mengikhlaskan kepergian kekasihnya.


Johan diam saja, menumpahkan kesedihan hati. Dia tidak pergi ke mana pun semenjak membawa Lauren pulang. Dia melakukan hal itu karena dia sedang berkabung tapi setelah ini tidak lagi, sudah saatnya pergi membuat perhitungan dengan Cristin. Besok adalah hari ulang tahun Grifin bailey dan besok mereka akan bergerak untuk melancarkan aksinya.


"Aku harus pergi, Sayang," Johan beranjak dan berdiri di sisi Lauren.


"Maaf aku harus meninggalkanmu hari ini tapi besok, aku akan membawamu karena besok aku pasti mendapatkan Cristin. Dia akan menemani dirimu jadi kau tidak akan sendirian nantinya!" setelah berkata demikian, Johan membuka penutup kotak kaca. Johan mengambil jarum suntik yang berisi formalin dan menyuntikkannya ke tubuh Lauren. Jangan sampai tubuh Lauren membusuk saat dia kembali.


Setelah melakukan hal itu, Johan mencium dahi Lauren dan mengusap wajahnya. Dia tidak peduli orang mau menganggapnya gila atau apa yang pasti dia sudah bertekad akan memakamkan Lauren bersama dengan Cristin nanti.

__ADS_1


Johan pergi dari rumahnya, tidak akan ada yang curiga sama sekali karena dia tidak mengenal siapa pun di komplek rumah itu. Hari ini dia akan menemui Dean, dia ingin tahu sudah sejauh apa rencana anak buah Dean untuk menangkap Cristin besok.


Dean sangat heran melihat keadaan Johan yang lesu, dia tidak tahu jika Lauren sudah pergi sehingga keadaan Johan seperti itu.


"Ada apa denganmu, Johan? Apa uang yang kau dapatkan kurang??" goda Dean.


"Aku sedang tidak ingin bercanda, Dean!"


"Ada apa denganmu? Apa kau khawatir dengan rencana besok? Jika kau mengkhawatirkan hal itu maka kau tidak perlu khawatir karena besok kita pasti mendapatkan apa yang kau inginkan!" ucap Dean.


"Bukan itu, Dean. Lauren sudah pergi."


"Jangan bercanda denganku, Johan!"


"Untuk apa aku bercanda? Dia pergi meninggalkan aku saat kita sedang pergi. Aku sudah gagal menyelamatkan dirinya, aku tidak bisa menepati janjiku pada keluarganya."


"Aku turut berduka cita, Johan. Jika Lauren sudah pergi, lalu untuk apa lagi kau menangkap Cristin Bailey? Bukankah lebih baik kau lupakan saja?"


"Tidak!" teriak Johan.


"Walau lauren sudah pergi tapi aku tidak akan membiarkan Cristin hidup dengan nyaman. Dia harus menemani kematian Lauren, ginjalnya akan tetap menjadi milik Lauren. Aku sudah bersumpah dengan Lauren jadi aku akan menepati sumpah itu!"

__ADS_1


"Ck.. Ck, apa sebegitu besarnya cintamu pada Lauren sampai kau harus melakukan hal itu?" tanya Dean.


"Kau tidak mengerti, Dean. Aku sudah bersumpah pada keluarganya tapi akun sudah lalai. Seandainya Cristin tidak dibantu oleh pria itu, aku yakin saat ini Lauren masih hidup dan tidak pergi meninggalkan aku. Aku membuang waktu selama bertahun-tahun untuk bersama dengannya tapi usahaku tetap saja sia-sia. Aku tidak rela Lauren pergi dariku, aku sungguh tidak rela!"


Dean menggeleng, antara sumpah dan cinta campur aduk jadi satu. Walau tidak memahaminya tapi dia akan tetap membantu Johan untuk mendapatkan Cristin dan juga membunuh pria yang bersama dengan wanita itu. Besok malam, semua itu akan segera di jalankan.


Saat itu anak buahnya memang sudah berpencar, mereka mengawasi hotel di mana pesta ulang tahun Grifin akan diselenggarakan, mereka bahkan menyebarkan penyusup ke dalam tempat itu. Pesta itu akan diadakan di taman yang terbuka, tentunya hal itu semakin menguntungkan mereka.


Kelompok yang tadinya mengikuti kedua orangtua Cristin mulai bergabung dengan kelompok yang mengikuti Cristin. Mereka sengaja bergabung karena semakin banyak jumlah mereka maka misi mereka akan berjalan dengan lancar sedangkan satu kelompok lagi tetap akan mencegat Orland dan membunuhnya.


Mereka sudah tahu di mana Orland tinggal, mereka juga sedang meninjau lokasi karena mereka akan mencegat pemuda itu saat dia sedang di perjalanan menuju hotel tempat pesta. Rencana mereka adalah, mereka akan menghabisi Orland saat diperjalanan dan setelah itu mereka akan membuang mayat pria itu di rawa.


Pemuda itu juga tidak memiliki pelindung sama sekali, hanya seorang pria yang selalu mengikutinya dan mereka menebak jika pria itu adalah supir pribadinya.


Sangat mudah menghabisi dua orang di jalanan apalagi mereka tidak memiliki pertahanan. Bagi mereka yang paling sulit adalah menculik Cristin, sedangkan menyingkirkan Orland adalah perkara mudah. Sebab itu mereka lebih berfokus pada Cristin dari pada ke Orland. Tapi bukan berarti mereka tidak melakukan persiapan yang matang, mereka tetap melakukan rencana yang matang dan juga membawa persenjataan yang lengkap.


Mereka juga sudah berencana untuk menyebar orang dibeberapa titik untuk mencegat mobil Orland karena mereka yakin Orland akan memerintahkan supirnya untuk melarikan diri.


Rencana mereka sudah tersusun sangat matang, besok adalah hari penentuan. Johan sudah sangat ingin Orland mati karena pria itulah yang telah menggagalkan rencananya. Besok Cristin juga akan jatuh ke tangannya dan pada saat itu tiba, dia tetap akan mengambil ginjal Cristin meskipun Lauren sudah tiada. Semua rencananya harus berjalan dengan lancar agar dia bisa memenuhi sumpahnya pada Lauren.


Biarkan hari ini Cristin dan pria itu menikmati waktu mereka karena waktu yang mereka miliki sudah tidak banyak lagi dan ketika hari esok sudah tiba, Cristin akan menemani kematian Lauren.

__ADS_1


__ADS_2