
Caitlyn melepaskan pelukannya dan melangkah mundur, sedangkan Cristin berusaha tersenyum tapi tangannya masih berada di belakang mencubit perut Olrand. Karena tidak ada lemak di perutnya jadi agak sulit tapi masih bisa dia cubit walau sedikit.
Orland berusaha menyingkirkan tangan Cristin, apa Cristin cemburu? Atau Cristin marah karena dia menariknya secara tiba-tiba hingga Caitlyn memeluk dirinya?
Mata Caitlyn menatap Cristin dengan tajam, kenapa Orland menarik wanita itu?
"Ada apa, Nona?" tanya Cristin, senyum masih menghiasi wajahnya.
"Aku tidak ada urusannya denganmu!" ucap Caitlyn dengan nada kesal.
"Lalu, kenapa kau memanggil supir pribadiku?" tanya Cristin lagi.
Caitlyn terbelalak mendengarnya, Supir? Apa yang wanita itu katakan? Apakah dia sudah salah menduga?
Orland diam-diam tersenyum, supir? Dia tidak kepikiran hal ini tapi menjadi supir Cristin untuk mengelabui Caitlyn bukanlah ide buruk. Beruntungnya dia tidak meminta Gail yang mengantar mereka sehingga peran supir dadakan bisa dia mainkan.
"Nona, aku minta maaf atas ketidaknyamanan ini," ucap Orland.
"Siapa dia? Apa dia pacarmu?" Cristin bertanya sambil menatap galak. Orland menelan ludah, kekasih yang sedang cemburu jadi terlihat menakutkan.
"Jangan salah paham, Nona. Aku tidak kenal!"
"Orland, ini aku. Apa kau tidak mengenal aku lagi?" Caitlyn sangat yakin jika Orland bukanlah seorang supir saja.
"Maaf, aku sedang bekerja jadi jangan mengganggu pekerjaanku!" Orland menatap Caitlyn dengan tajam, tidak ada ekspresi senang yang dia tunjukkan pada wanita itu. Dulu ketika dia sudah tidak memiliki apa pun lagi, dia berusaha mencari Caitlyn untuk meminta bantuannya dan tumpangan darinya tapi wanita itu tidak ada dan meninggalkan dirinya begitu saja. Dia tidak mempermasalahkan hubungan mereka yang berakhir, dia hanya kecewa jika wanita yang dia cintai dan manja ternyata tidak jauh berbeda dengan para sahabatnya.
Ternyata uang bisa mendekatkan yang jauh tapi jika tidak ada uang, yang dekat pasti akan langsung menjauh. Belajar dari pengalaman, semenjak dia mengalami kehancuran dia selalu bertindak hati-hati dan tidak mau terjebak lagi dengan orang-orang yang pernah mengkhianatinya dulu.
"Aku pacarmu, Orland. Kau tidak mungkin lupa, bukan?" tanya Cristin. Dia sengaja berkata demikian untuk memancing Orland.
Cristin diam memperhatikan, jadi wanita itu adalah kekasih Orland yang hilang entah ke mana saat Orland tidak memiliki apa pun lagi? Apa wanita itu kembali setelah tahu jika Orland sudah sukses? Sungguh memalukan. Beruntungnya Orland sudah mengatakan hal itu sebelumnya sehingga dia tahu.
"Maaf, Nona. Pacarku sudah mati beberapa tahun yang lalu dan terkubur entah ke mana!" ucap Orland asal.
"Orland, apa kau menyumpahi aku mati?!" teriak Caitlyn tidak terima.
"Aku tidak menyumpahimu karena aku tidak merasa kau adalah pacarku!"
__ADS_1
Caitlyn mencengkeram kedua tangannya dengan erat. Apa Orland sengaja berkata demikian karena dia tidak mau Cristin Bailey tahu hubungan mereka dulu?
"Wah... Wah, jadi dia pacarmu?" Cristin melihat Caitlyn dari atas sampai ke bawah.
"Bukan!" jawab Orland tapi Caitlyn menjawab, "Iya!"
Orland melotot ke arah Caitlyn, jangan sampai Cristin salah paham dan membencinya. Dia sudah bersusah payah mendapatkan hati wanita itu dan dia rasa tidak akan mudah mendapatkan hati Cristin lagi jika wanita itu membencinya.
"Cristin, jangan?" Ucapan Orland terhenti karena Cristin mengangkat tangannya dan melangkah mendekati Caitlyn.
Orland tampak tidak mengerti, apa yang hendak Cristin lakukan? Semoga saja tidak ada adu jambak tapi dia rasa Cristin tidak mungkin melakukan hal itu.
"Yakin kau pacarnya?" tanya Cristin.
"Te-Tentu saja, aku pacarnya!" jawab Caitlyn sambil mengangkat dagu.
"Bagus!" Cristin menepuk bahu Caitlyn sambil tersenyum. Caitlyn jadi memiliki firasat buruk, matanya melihat ke arah Cristin lalu dia melihat ke arah Orland dengan ekspresi tidak mengerti.
Orland juga tidak mengerti tapi dia diam saja, dia ingin tahu apa yang hendak Cristin lakukan. Cristin mendekatkan wajahnya ke telinga Caitlyn karena dia ingin membicarakan sesuatu pada Caitlyn dengan berbisik.
"Aku sangat senang ternyata kau pacarnya, dari penampilanmu aku lihat kau memiliki banyak uang," bisik Crsitin.
"Kau lihat pemuda di sana?" Cristin melihat ke arah Orland begitu juga dengan Caitlyn.
"Dia jadi supir pribadiku karena dia memiliki banyak hutang padaku," ucap Cristin lagi.
"Ti-Tidak mungkin!" ucap Caitlyn tidak percaya.
"Kenapa tidak mungkin? Beberapa tahun yang lalu dia meminjam uang satu juta dolar padaku untuk membangun sebuah usaha tapi ternyata dia tidak berhasil sehingga dia tidak mampu membayar uang yang sudah dia pinjam. Dia rela melakukan apa saja untuk melunasi hutangnya dan kebetulan kau adalah kekasihnya jadi seharusnya kau bisa membantunya melunasi hutangnya, bukan?"
Cristin melangkah mundur setelah berkata demikian, matanya tidak lepas dari ekspresi Caitlyn yang terlihat shock. Cristin tersenyum lebar, dia ingin lihat apakah Caitlyn masih ingin memperbaiki hubungannya dengan Orland atau tidak. Dia sengaja melakukan hal itu untuk menakuti Caitlyn tapi sepertinya hasil di luar dugaan.
"Bagaimana, kau bersedia, bukan?" tanya Cristin.
"Ti-Tidak!" Caitlyn menggeleng dan melangkah mundur. Sial, jadi Orland benar-benar seorang supir dan punya hutang satu juta dolar?
"Loh, kau pacarnya bukan? Seharusnya kau mau membantu dan meringankan beban kekasihmu agar dia terbebas dariku dan bisa bersama denganmu lagi!" ucap Cristin mencibir.
__ADS_1
"Ti-Tidak, aku salah orang dan dia bukan pacarku!" teriak Caitlyn dan setelah itu dia melarikan diri dengan cepat.
Cristin tertawa terbahak, sedangkan Orland terlihat tidak mengerti. Bagaimana Cristin mengusir Caitlyn sehingga wanita itu lari seperti itu?
Cristin masih tertawa, dia sungguh tidak menduga mantan kekasih Orland akan lari secepat itu hanya karena mendengar Orland memiliki hutang. Orland menghampiri Cristin dan meraih pinggangnya, dia sungguh ingin tahu apa yang baru saja dilakukan oleh Cristin.
"Apa yang kau bicarakan dengannya, Cristin?" tanya Orland.
"Aku hanya berkata kau punya hutang satu juta dolar padaku dan memintanya membantumu membayarnya tapi dia malah lari seperti itu!" ucap Cristin.
"Wow, kau berkata demikian?"
"Ya, aku hanya sengaja tapi lihatlah, kau bisa meyimpulkan sendiri melihat sikapnya, bukan?"
"Ck, seperti dia mencari aku karena dia pikir aku sudah sukses!"
"Seharusnya kau sudah bisa menebaknya, Orland."
Orland masih diam, sangat masuk akal. Tidak aneh Caitlyn tiba-tiba kembali dan mecarinya. Apa ada yang memberitahunya jika dia sudah sukses? Dia rasa tidak, jika ada yang memberitahunya maka Caitlyn tidak akan lari saat mendengar kebohongan Cristin.
Orland mengusap Cristin sambil tersenyum, ternyata dia tidak perlu turun tangan untuk mengusir Caitlyn, tanpa dia duga Cristin membantunya.
"Thanks," ucapnya seraya mengecup bibir Cristin.
"Hei, semua belum selesai. Awas kau nanti!" ancam Cristin seraya melangkah menuju mobil.
Orland membukakan pintu untuk Crisntin dan setelah itu dia masuk ke dalam mobil dengan senyum di wajah, dia sangat ingin memeluk Cristin dan mencium bibirnya sampai habis sebagai ucapan terima kasihnya tapi mobil di belakang sudah membunyikan klakson.
"Terima kasih, Cristin. Aku senang kau mau membantu aku mengusirnya pergi."
"Kau harus tahu, Orland. Mantan yang tiba-tiba hilang setelah kau jatuh den kembali saat kau sudah sukses, hanya satu saja tujuannya!" ucap Cristin.
"Kau benar, Sayang. Tunggu kita tiba, aku akan berterima kasih dengan benar."
"Tidak perlu tapi jika dia datang lagi menemuimu dan ternyata kau tidak menolaknya maka lupakan aku dan jangan menemui aku!" ancam Cristin.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak mungkin menerimanya bahkan berbicara dengannya saja aku enggan!"
__ADS_1
"Bagus!" ucap Cristin seraya membuang wajahnya.
Orland tersenyum dan membawa mobilnya pulang, pertemuan dengan mantan yang tidak terduga dan tentunya berkat Cristin dia jadi tahu tujuan Caitlyn mencarinya kembali. Setelah meninggalkannya di saat dia sedang susah, jangan harap dia akan tergoda walau pun seribu alasan yang akan diberikan oleh Caitlyn karena baginya, Caitlyn sudah tidak ada di hatinya semenjak dia pergi meninggalkan dirinya.