
Orland menyelinap di antara para tamu untuk mencari keberadaan Cristin. Dia melakukan hal itu agar Zion tidak melihat keberadaannya. Tidak saja mencari keberadaan Cristin, dia juga harus melihat keberadaan Zion. Mata Orland melihat sana sini, tidak hanya dia saja yang melihat sana sini, Gail juga melakukan hal yang sama.
Beberapa pelayan yang dia lewati terlihat mencurigakan, Gail melihat ke arah mereka tapi dia harus fokus dengan misi yang harus dia jalankan. Jangan sampai dia gagal dan masuk ke dalam jebakan Zion. Dia harus ingat pesan bosnya jika pria itu sangat licik.
Suasana pesta tampak meriah karena para tamu sudah berdatangan. Grifin dan istrinya masih sibuk menyambut para tamu, sedangkan Edrick bersama dengan kedua putri dan istrinya. Cristin berbincang dengan beberapa tamu wanita yang ingin kenal dekat dengannya saat Orland menemukan dirinya.
Orland memberikan sebuah tanda pada Cristin, dia tidak mau mengganggu dan akan menunggu. Tentu Cristin sangat senang melihat kedatangannya, dia benar-benar sudah bosan menunggu. Cristin pamit pergi, dia melangkah dengan terburu-buru untuk mencari Orland yang berada di pojok ruangan.
Cristin terus mencari sampai akhirnya dia dikejutkan oleh sebuah tangan yang meraih pinggangnya. Cristin memekik pelan karena terkejut tapi ekspresi wajahnya berubah setelah melihat orang yang memeluknya.
"Kenapa kau baru datang?" tanya Cristin basa basi.
"Bukankah sudah aku katakan? Terjadi sesuatu saat di perjalanan. Maaf aku jadi terlambat, kau boleh menggigit aku sampai puas nanti," ucap Orland.
"Bodoh, yang penting kau baik-baik saja dan bisa sampai di tempat ini dengan selamat tapi aku akan tetap menggigitmu."
Orland tersenyum dan mencium pipinya, sebaiknya Cristin tidak tahu jika ada orang yang ingin membunuhnya. Lagi pula dia tidak ingin membuat Cristin panik di acara penting itu.
"Sekarang, apa yang akan kita lakukan?" tanya Orland.
"Aku ingin mengenalkan kakakku padamu, lalu kita mengikuti pesta ini, kita juga akan berdansa nantinya."
"Setelah aku berkenalan dengan kakakmu, aku ingin memantau Gail. Aku khawatir dia masuk ke dalam jebakan Zion karena pria itu akan melakukan apa pun demi tujuannya. Kau tidak keberatan, bukan?"
"Tentu saja tidak, aku melihat dia datang dengan seorang wanita tadi."
"Wanita?" Orland mengernyitkan dahi. Dengan siapa Zion datang? Apa dengan Isabel atau dengan kekasihnya? Entah kenapa firasatnya jadi buruk, jangan katakan Zion akan menggunakan wanita itu untuk menjebak Gail.
Sepertinya akan banyak kejadian yang terjadi di pesta itu dan memang itulah yang terjadi. Johan melihat kemesraan mereka dengan kemarahan di hati. Hatinya terasa panas, entah apa yang dia rasakan. Rasanya ingin menghampiri Orland dan memukulnya sampai babak belur. Kekesalan bahkan memenuhi hati saat melihat Orland dan Cristin berciuman. Sial, hatinya semakin panas. Dia bahkan memalingkan wajah dan tidak mau melihatnya. Apa yang telah terjadi dengannya? Jangan katakan itu adalah perasaan cemburu karena sejak awal tidak ada perasaan cinta untuk Cristin.
__ADS_1
Cristin segera mengajak Orland pergi untuk menemui kakaknya. Mereka berdua melewati tamu undangan yang sedang berbincang dengan terburu-buru. Sebentar lagi acara akan dimulai jadi Cristin ingin Orland dan kakaknya saling mengenal terlebih dahulu.
Edrick masih sibuk dengan putrinya saat Cristin menghampirinya bersama dengan Orland. Edrick beranjak melihat kedatangan sang adik, matanya tidak lepas dari pemuda yang melangkah di sisi adiknya.
"Kak, apa kau sibuk?" tanya Cristin basa basi.
"Tentu tidak, Cristin. Apa dia pacarmu?" tanya Edrick, dia masih memandangi Orland.
"Kenalkan Kak, dia Orland," Cristin memperkenalkan Orland pada sang kakak.
Orland tersenyum dan mengulurkan tengan, Edrick menyambut tangannya tanpa memperlihatkan senyumnya.
"Orland, Orland Dmytry," Orland menyebutkan namanya. Dia masih tersenyum walau dia bisa merasakan cengkeraman tangan Edrick yang begitu kuat di tangannya.
"Edrick," ucap Edick sinis, matanya melihat Orland penuh selidik. Dia tidak akan menerima pemuda itu dengan cepat, tidak sebelum dia tahu apakah pemuda itu serius dengan Cristin atau tidak. Jangan sampai adiknya mengulangi kesalahan yang sama, sebagai seorang kakak dia harus tahu apakah pria itu serius atau tidak.
Cristin melihat pria itu secara bergantian. Kenapa kakaknya terlihat tidak menyukai Orland? Dia bahkan berdehem sehingga pegangan tangan kedua pria itu terlepas.
"Tidak, kau hanya salah paham. Aku hanya tidak menyetujui hubungan kalian, tidak sebelum aku melihat apakah dia benar-benar serius dan tulus denganmu atau tidak!"
"Tapi, Kak?"
"Tidak apa-apa, Cristin," sela Orland, "Kakakmu pasti khawatir kau ditipu lagi," ucapnya lagi.
"Bagus jika kau mengerti, aku tidak akan tinggal diam jika kau berani menipu adikku!"
"Tentu saja tidak, aku berjanji tidak akan melakukannya!" ucap Orland.
"Aku harap demikian," Edrick meraih tangan kedua putrinya, "Acara sudah dimulai, ayo kesana. Jangan membuat Mommy dan Daddy menunggu!" setelah berkata demikian, Edrick melangkah pergi menuju panggung di mana ayah dan ibunya berada.
__ADS_1
"Maafkan kakakku, Orland," ucap Cristin.
"Tidak apa-apa, Sayang. Sebagai kakakmu wajar jika dia takut kau ditipu lagi seperti sebelumnya, jadi jangan memikirkan hal itu. Aku bisa memakluminya."
"Baiklah, ayo ke sana. Kau harus menemani aku berada di atas panggung," Cristin merangkul tangan Orland dan mengajaknya menuju panggung.
"Untuk itu aku minta maaf, Cristin. Aku tidak bisa menemanimu, kau tidak lupa jika aku supirmu saja, bukan? Jika Zion melihat aku bersama denganmu bisa-bisa dia curiga dan rencanaku gagal total."
Cristin menghembuskan napas beratnya, dia sangat ingin Orland menemaninya tapi sebagai kekasih dia tidak boleh egois sehingga menghancurkan rencana Orland.
"Baiklah, setelah selesai aku akan mencarimu," ucapnya.
"Terima kasih, Sayang," Mereka menghentikan langkah, Orland mencium pipi Cristin sebelum melepaskannya pergi. Cristin melangkah menuju panggung di mana ayahnya sudah mulai mengucapkan kata terima kasihnya kepada para tamu yang datang.
Tepuk tangan para tamu riuh terdengar, sementara itu Orland berdiri di antara para tamu. Matanya melihat sana sini untuk mencari sosok Gail. Dia harap Gail tidak gagal melakukan perannya nanti.
"Aku sangat berterima kasih pada kalian karena sudah mau hadir di acara ini. Malam ini aku ingin mengenalkan kalian dengan seorang teman. Dialah donatur terbesar untuk pesta ini," ucap Grifin bercanda. Tawa para tamu terdengar, mereka jadi ingin tahu siapa yang hendak dikenalkan oleh Grifin.
"Aku yakin sebagain dari kalian sudah mengenalnya tapi aku akan mengenalkannya lagi. Aku persilahan Mr. Weyland selaku pemilik Weyland Corporation untuk bergabung denganku," pinta ayah Cristin.
Seorang pemuda naik ke atas panggung. Tepuk tangan terdengar, mereka tidak mengira pemilik Weyland Corporation masih begitu muda. Gail memainkan perannya dengan baik, dia tidak mau mengecewakan bosnya.
Dia mulai berbicara di atas panggung, matanya tidak lepas dari para tamu bahkan dia bisa melihat para pelayan yang mencurigakan. Dia jadi curiga, jangan-jangan orang yang menginginkan kematian bosnya ada di sana. Sebaiknya dia membicarakan hal ini pada bosnya nanti, bagaimanapun mereka harus waspada.
Di antara para tamu itu, Zion melihatnya dengan seringai lebar. Ternyata pemilik Weyland Corporation masih sangat muda. Dia yakin dia bisa mendapatkan kerja sama dengan pria itu.
Isabel menjilati bibir melihat Gail, pria itu bagaikan makanan lezat di atas ranjangnya nanti. Begitu muda dan tampan, dia akan melakukan tugasnya dengan baik nanti.
"Ingat peranmu, Isabel," ucap Zion seraya memberikan sesuatu pada Isabel.
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir, kau akan mendapatkan kerja sama darinya dan dia akan jadi milikku," ucap isabel dengan seringai lebar.
Zion tersenyum licik, pria itu pasti akan masuk perangkap tapi apakah demikian? Mereka sama-sama memiliki rencana untuk saling menjebak. Apakah Gail yang akan masuk ke dalam jebakan mereka ataukah mereka yang akan masuk ke dalam Gail? Let see.