Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Kau Boleh Membalasnya


__ADS_3

Cristin masuk ke dalam sambil menggerutu. Sial, entah kenapa dia merasa konyol jika berdekatan dengan Orland.  Tidak saja berbahaya tapi pria menyebalkan itu bisa membuat harinya menjadi kacau. Semoga setelah ini mereka tidak bertemu lagi.


Cristin melepaskan bajunya yang basah, sebuah handuk pun diambil untuk mengeringkan rambut dan tubuhnya yang basah. Sebaiknya dia tidur saja, lagi pula dia malu untuk keluar dan bertemu dengan Orland. Semua gara-gara ikan, sungguh menyebalkan.


Setelah mengganti pakaiannya, Cristin naik ke atas ranjang dengan ponsel di tangan karena dia ingin menghubungi ibunya sebentar.


"Mom," Cristin sangat senang karena ibunya sudah menjawab panggilan darinya.


"Cristin, Mommy kira tidak akan ada sinyal di sana," ucap sang ibu.


"Tentu saja ada, Mom. Sekarang kami berada di cabin pinggir danau."


"Wah, terdengar menyenangkan."


"Tidak, karena aku harus bersama pria menyebalkan itu!" ucap Cristin.


"Jangan terlalu benci, nanti jadi cinta," goda ibunya.


"Ck, apa sih yang Mommy katakan? Mana mungkin aku jatuh cinta pada pria menyebalkan itu!" ucap Cristin. Dia tidak akan pernah jatuh cinta lagi, tidak akan pernah.


"Baiklah, Mommy percaya tapi hati-hati dengan apa yang kau ucapkan, Sayang. Percaya dengan Mommy, semakin kau menghindar, semakin kalian dekat dan Mommy harap, itu menjadi awal bagus untuk kalian berdua."


"Wait, jangan katakan kalian ingin mendekatkan aku dengannya," ucap Cristin curiga.


"Tidak, kami hanya ingin kau berubah saja jadi gunakan kesempatan ini dengan baik. Jangan buru-buru kembali," ucap ibunya.


"Ck, sudah aku duga. Mommy dan Daddy sengaja ingin mendekatkan aku dengannya. Sudah aku katakan jika aku tidak berminat menjalin hubungan dengan siapa pun!"


"Ayolah, jangan mengeraskan hati. Mommy lihat Orland pemuda yang menyenangkan."


"Itu menurut Mommy, tapi menurutku dia sangat, sangat menyebalkan!"


Ibunya terkekeh, Cristin tidak pernah sekesal itu pada seorang pria mana pun dan sepertinya Orland sukses membuat putrinya seperti itu.


"Baiklah, jika begitu. Mommy tidak mau mengganggu kebersamaan kalian tapi Mommy ingin memberimu sedikit nasehat. Apa kau tidak suka dengan pria yang menyebalkan?" tanya ibunya.


"Tidak!" jawab Cristin ketus.

__ADS_1


"Cobalah untuk mengenal Orland lebih jauh. Bukankah selama ini kau selalu mendapatkan perlakuan dan kejutan manis dari Johan? Tapi lihatlah, dia melakukan hal itu untuk menipu dirimu sehingga kau masuk ke dalam jebakannya. Bukankah Orland sangat jauh berbeda dengan Johan? Walau kau menganggapnya menyebalkan dan pastinya tidak ada wanita yang suka dengan pria menyebalkan bahkan Mommy juga tidak tapi bukankah dia menunjukkan jika seperti itulah dirinya? Dia tidak berusaha mengambil simpatimu dengan perkataan manis yang membuatmu terbuai. Pria menyebalkan bisa berubah romantis tapi pria romantis tidak bisa membuat dirinya menjadi pria menyebalkan dan terkadang, pria seperti itu lebih serius dari pada pria yang romantis."


"Itu menurut Mommy!" lagi-lagi Cristin berkata demikian.


"Sekarang coba kau bandingkan. Manakah yang lebih menyenangkan, apakah waktu yang kau lewatkan dengan Johan lebih menyenangkan dibandingkan bersama Orland? Kau bisa menilai sendiri, Sayang."


"Ck, aku mau tidur saja!" ucap Cristin karena dia tidak mau mendengar nasehat ibunya lebih jauh.


"Baiklah, nikmati waktumu," ucap ibunya seraya mengakhiri pembicaraan mereka. Cristin menggerutu dan melemparkan ponselnya. Ternyata kedua orangtuanya sengaja ingin mendekatkan dirinya dengan Orland. Cristin menarik selimut, sebaiknya tidur. Dia juga malas keluar tapi perkataan ibunya menghantui dirinya.


Di luar sana, Orland masih memancing sambil berbicara dengan sang asisten. Dia harus mendapatkan ikan untuk dia nikmati nanti malam dengan Cristin. Setelah dia selesai menyiapkan semuanya untuk malam mereka nanti, barulah dia mencari Cristin.


"Sir, aku mendapat laporan jika Louis Dmytry sedang menyelidiki dirimu," ucap sang asisten.


"Dia sedang menyelidiki aku?" Orland tersenyum sinis, sepertinya sang paman sudah sangat ingin tahu apa yang akan dia lakukan atau pamannya mulai takut? Itu bagus, dia belum bergerak untuk menekan perusahaan pamannya tapi ternyata pamannya sudah takut duluan tanpa dia duga.


"Yes, mata-mata yang aku utus berkata demikian."


"Terus awasi pamanku, Gail. Setiap gerak gerik yang dia lakukan, laporkan padaku dan jangan lupa dengan yang lainnya terutama putranya yang licik."


"Yes, Sir. Aku tidak akan mengecewakan dirimu," ucap Gail.


Ponsel disimpan, Orland kembali memancing sambil bersiul. Saat ini dia mau menikmati kebersamaannya dengan Cristin terlebih dahulu tanpa memikirkan pekerjaan. Orland masih duduk di sisi danau dan entah kenapa sesuatu mengusik hatinya. Dia jadi penasaran dengan Johan, apa benar dia menikahi Cristin hanya karena uang? Dia tidak mau mempedulikan hal itu tapi sayangnya rasa penasaran memenuhi hati dan dia rasa dia harus mencari tahu tentunya tanpa sepengetahuan Cristin.


Ponsel diambil, Orland kembali menghubungi Gail karena dia ingin meminta Gail melakukan sesuatu untuknya.


"Apa ada yang kau lupakan, Sir?" tanya Gail.


"Lakukan sesuatu untukku, Gail," ucapnya.


"Katakan, Sir. Aku akan melakukan apa pun yang kau perintahkan," ucap Gail.


"Bagus, aku ingin kau menyelidiki siapa yang Cristin Bailey nikahi beberapa tahun yang lalu dan setelah itu, selidiki pria yang menjadi suaminya dan cari keberadaannya," perintah Orland.


"Ada yang lain, Sir?" tanya Gail.


"Tidak, lakukan dengan benar!"

__ADS_1


"Yes!"


Orland menyudahi pembicaraan mereka, sepertinya ikan yang dia dapat sudah cukup. Sekarang dia ingin melihat apa yang sedang Cristin lakukan di dalam cabin dan setelah itu dia akan membersihkan ikan dan menyiapkan semua yang dibutuhkan untuk menikmati malam mereka.


Ember ikan diletakkan di lantai, Orland melangkah ke kamar yang Cristin tempati. Dia yakin Cristin pasti ada di sana karena dia tidak terlihat di mana pun. Pintu dibuka dengan perlahan, Orland tersenyum melihat Cristin yang sedang tidur.


Orland menghampiri Cristin, dia juga duduk di sisi ranjang dengan perlahan. Matanya tidak lepas dari wajah Cristin, sayang sekali wanita secantik Cristin harus mengalami pengkhianatan. Seandainya malam itu dia tidak bertemu dengan Cristin, mungkin dia tidak akan mengenal wanita itu bahkan mereka tidak mungkin akan seperti ini.


Orland menyingkirkan rambut Cristin yang menutupi wajah, lalu dia mendunduk dan mendaratkan sebuah ciuman di pipinya.


"Jangan cari kesempatan dalam kesempitan!" ucap Crstin tiba-tiba tapi matanya masih terpejam.


Orland tersenyum dan kembali mendaratkan ciuman di pipinya, "Ada wanita secantik ini sedang tidur di depan mataku, bagaimana mungkin aku melewatkannya?" ucapnya.


"Jangan menggombal," Cristin membuka matanya tapi dia malas bangun.


"Bagaimana ikannya?" tanyanya.


"Tidak perlu khawatir, tidurlah lagi. Aku akan membersihkan ikannya."


"Apa perlu aku bantu?" tanya Cristin basa basi.


"Tidak perlu, tidurlah lagi," Orland kembali menciumnya.


"Hei, sudah berapa kali kau menciumku!" protes Cristin.


"Kau boleh membalasnya," Orland menepuk pipinya.


"Enak saja! Aku tidak butuh, keluar sana! Aku mau tidur," Cristin menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya.


"Aku akan membangunkanmu setelah semua siap," ucap Orland.


Cristin tidak menjawab, dia masih berada di bawah selimut saat Orland keluar dari kamar. Sial, pria itu seenaknya menciumnya tapi anehnya kenapa dadanya jadi berdebar? Tidak, semua ini tidak benar. Benteng yang dia bangun tidak boleh runtuh. Dari pada banyak berpikir lebih baik dia tidur saja. Lagi pula tidak ada untungnya memikirkan pria menyebalkan itu.


Cristin sangat ingin tidur tapi sayangnya dia tidak bisa tidur lagi. Crisin memegangi pipinya, sial. Semua gara-gara Orland. Setelah mengganggu tidurnya dia malah pergi tapi memangnya apa yang dia harapkan?


"Menyebalkan!" ucapnya. Cristin mengambil ponsel dan juga headseat, lebih baik dia mendengarkan lagu dari pada pikirannya ke mana-mana.

__ADS_1


Di luar sana, Orland menyiapkan semuanya dengan penuh semangat. Semoga malam ini cuaca bersahabat sehingga mereka bisa melihat pemandangan langit malam yang indah. Dia sangat ingin memberikan kesan yang manis untuk Cristin sehingga Cristin tidak bisa melupakan kebersamaan mereka.


Duduk berdua di sisi danau dengan api unggun yang menyala sambil menikmati ikan bakar lalu mereka akan menyaksikan indahnya langit malam, dia sudah tidak sabar melewati hal seperti itu bersama Cristin.


__ADS_2