Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Drama Johan


__ADS_3

Cristin terlihat enggan saat melihat Johan sudah menunggunya. Dia benar-benar muak melihat wajah pria yang sudah mengkhianati dirinya. Dulu dia sangat mencintai pria itu tapi cintanya sudah mati ketika melihat kelakuan bejatnya dan mendengar tujuannya.


Dia sangat berharap semua cepat selesai agar dia tidak melihat wajah pria itu lagi untuk selama-lamanya.


Cristin memalingkan pandangannya, dia berusaha untuk tidak menatap mata Johan. Sikap yang ditunjukkan oleh Cristin benar-benar membuat Johan kesal apalagi pria yang berjalan di sampingnya dan sedang memeluk pinggangnya saat itu.


Kedua tangan Johan sudah mengepal erat, entah kenapa dia tidak senang. Dia tidak akan pernah lupa wajah pria itu. Percintaan panas yang Cristin lakukan dengan pria itu tiba-tiba teringat. Sial, dia saja belum pernah menyentuh Cristin tapi beraninya pria itu mengambil perannya di malam pernikahannya?


Johan menghampiri mereka dengan kemarahan memenuhi hati. Akan dia pukul pria itu karena telah berani menggoda istrinya. Mata Johan menatap mereka dengan tajam, tapi Cristin tidak mempedulikan dirinya.


"Beraninya kau mendekati istriku?" Johan sudah berdiri di hadapan mereka berdua. Kedua tangannya semakin mencengkeram dengan erat.


"Minggir!" ucap Cristin sinis.


"Cristin, kau istriku tapi kenapa kau membiarkan pria itu menyentuhmu?"


"Aku lebih senang dia yang menyentuhku dari pada kau jadi minggir! Kau menghalangi jalan kami!"


"Cristin, aku tahu aku salah. Maafkan aku dan aku sangat ingin memperbaiki hubungan kita," Johan hendak meraih tangan istrinya tapi Cristin menghindar karena dia tidak mau disentuh oleh Johan.


"Tidak perlu mengatakan hal itu di sini, aku tidak mau menghabiskan waktuku untuk berdebat sebelum waktunya!" Cristin menarik tangan Orland, dia akan menghemat tenaga karena dia tahu sia-sia berdebat dengan Johan saat itu.


"Cristin, tidak seharusnya kau bersama dengan pria itu karena kau adalah istriku!" teriak Johan lantang.


Cristin tidak menjawab dan berlalu pergi, Orland menoleh ke belakang dan melihat Johan yang sedang menahan amarah. Orland merangkul pinggang Cristin dengan erat dan setelah itu satu tangan di angkat ke atas dan jari tengah pun ditunjukkan untuk diperlihatkan pada Johan.


Kemarahan semakin memenuhi hati Johan, dia sungguh tidak menyangka Cristin benar-benar menjalin hubungan dengan pria itu. Tapi siapa dia? Selama ini dia tahu dan kenal teman-teman Cristin tapi untuk pria itu, dia tidak kenal sama sekali. Apa ada yang dia lewatkan?


Dengan kemarahan di hati, Johan masuk ke dalam dan menunggu bersama dengan Cristin di ruang tunggu. Matanya tidak lepas dari Cristin dan Orland , rasanya ingin menghajar pria itu sampai babak belur.


"Ada yang mengincarmu, Sayang," Orland berbisik di telinga Cristin bahkan mencium pipinya. Dia sengaja melakukan hal itu untuk membuat Johan kesal.


"Abaikan saja, anggap dia anjing yang sedang mengintai!"


Johan semakin marah mendengar ucapan Cristin, rasanya ingin memukul mereka berdua tapi dia harus sabar demi tujuannya. Dia harus ingat dengan hidup Lauren.

__ADS_1


Setelah beberapa saat menunggu, mereka berdua dipanggil untuk masuk ke dalam. Orland tidak diperbolehkan tapi dia tidak mempermasalahkan hal itu karena sejak awal dia tahu, dia tidak bisa masuk ke dalam untuk menemani Cristin. Dia hanya ingin menjaga Cristin agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan setelah Cristin selesai berkonsultasi.


Seorang pakar pernikahan sudah menunggu mereka. Pakar itu tersenyum saat melihat Cristin dan Johan. Di lihat dari sikap yang ditunjukkan oleh Cristin sepertinya hubungan mereka memang tidak baik.


"Silahkan duduk Nyonya Bailey dan?" sang pakar melihat ke arah Johan.


"Johan," Johan menyebut namanya sambil mengulurkan tangan.


"Baiklah, mari kita mulai."


Cristin sama sekali tidak mau melihat Johan, dia sudah siap menghadapi drama pria itu yang akan memojokkan dirinya.


"Jadi, Tuan Johan. Nyonya Bailey berkata jika kau berselingkuh pada malam pernikahan kalian dan mengatakan jika kau menikahinya karena uang, apakah benar?"


"Tidak, semua yang dia katakan tidak benar!" ucap Johan.


"Apanya yang tidak benar? Apa kau kira aku buta pada malam itu?" tanya Cristin sinis.


"Cristin, kau hanya salah lihat. Sudah berapa kali aku menjelaskan jika aku tidak melakukan seperti apa yang kau tuduhkan."


"Apa yang dia katakan tidak benar, Mam. Dia bahkan tidak memiliki bukti. Justru dia yang bercinta dengan pria lain!"


Sang pakar pernikahan itu terkejut, apa yang sebenarnya terjadi dan mana yang benar?


"Tuan dan Nyonya, tolong katakan apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian?"


"Pada malam itu istriku yang bercinta denganĀ  pria lain. Buktinya pria itu ada di luar dan sekarang, agar hubungan mereka berjalan lancar dia menuduh aku yang tidak-tidak agar aku menceraikan dirinya sehingga hubungan mereka bisa berjalan dengan lancar. Jika yang dia katakan tentang aku adalah benar, seharusnya dia memiliki bukti," ucap Johan.


"Apa itu benar. Nyonya?" tanya sang pakar pernikahan.


"Aku memang tidak memiliki bukti tapi aku tidak buta. Aku melakukan hal itu karena aku ingin membalas perbuatanmu padaku!" teriak Cristin lantang. Dia bahkan beranjak dari tempat duduknya, air matanya mengalir begitu saja.


"Kau tidak tahu bagaimana perasaanku saat melihat kau bercinta dengan wanita lain di malam pernikahan kita. Selama ini aku begitu mencintaimu, Johan. Apa yang kurang dariku? Aku telah melakukan banyak hal untukmu bahkan aku sudah menyiapkan mobil mahal yang sangat kau inginkan sebagai hadiah pernikahan kita tapi apa yang kau lakukan?" Cristin kembali terduduk dan menangis terisak.


"Kau bercinta dengan wanita lain tapi tidak itu saja yang menghancurkan hatiku, saat aku mendengar tujuanmu menikahi aku pada saat itu juga rasa cinta yang ada di hatiku untukmu lenyap seketika!" ucap Cristin lagi.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau bercinta dengan pria itu?" tanya Johan karena dia benar-benar tidak terima Cristin bercinta dengan pria yang ada di luar sana.


"Sudah aku katakan, aku melakukan hal itu untuk membalas perbuatanmu. Aku ingin kau merasakan apa yang aku rasakan ketika aku melihatmu bercinta dengan orang lain tapi sekarang aku sadar kau pasti tidak merasakan apa pun karena kau tidak mencintai aku!"


"Kau salah, Cristin. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak bermaksud mengkhianatimu. Aku benar-benar minta maaf dan aku ingin memperbaiki hubungan kita," ucap Johan memohon.


"Tidak, jalan kita untuk kembali sudah tidak ada!" ucap Cristin seraya mengusap air matanya.


"Please, Cristin!"


Cristin terkejut saat Johan tiba-tiba berlutut di bawah kakinya, sang pakar diam sedari tadi tapi dia terlihat mencacat sesuatu di sebuah memo. Dia mengamati tingkah laku yang mereka tunjukkan agar dia bisa mengambil keputusan.


"Aku benar-benar minta maaf, Cristin. Aku menyesalinya dan sekarang aku sangat ingin memperbaiki hubungan kita berdua," Johan ingin meraih tangannya tapi Cristin sudah beranjak dan melangkah menjauh.


"Stop, Johan! Jangan melakukan hal sia-sia!" teriak Cristin marah.


"Tidak, Cristin. Aku bersungguh-sungguh. Apakah kau tidak bisa melihat kesungguhan hatiku ini?" tanya Johan. Dia sudah memperkirakan hal ini. Sekalipun Cristin ingin berpisah tapi dia tidak akan bisa mengelak saat mereka diberi kesempatan untuk mengikuti ujian pra nikah. Dia bahkan menunjukkan ekspresi jika dia benar-benar menyesal dan bisa dia lihat, sang pakar menulis sesuatu setelah melihat hal itu.


"Tuan dan Nyonya, kalian bisa duduk kembali."


"Mam, aku ingin berpisah dengannya. Bagaimanapun caranya aku ingin berpisah dengannya!" ucap Cristin penuh emosi.


"Kau ingin berpisah denganku agar kau bisa bersama dengannya, bukan?" tanya Johan.


"Ya, lalu kau mau apa?" Cristin menatapnya dengan sinis.


"Baiklah, aku sudah mengerti duduk perkaranya yang pasti apa pun yang telah kalian lakukan pada malam pernikahan kalian tapi kalian sama-sama melakukan kesalahan yang sama."


"Jadi kami bisa bercerai, bukan?" tanya Cristin.


"Apa kau tidak ingin memberikan kesempatan untuk suamimu?"


"Tidak!" teriak Cristin lantang.


"Cristin, please. Aku benar-benar mencintaimu dan ingin memperbaiki hubungan kita," pinta Johan memohon.

__ADS_1


Cristin mengumpat dalam hati, matanya menatap Johan dengan tatapan penuh kebencian. Entah kenapa dia jadi merasa jika dia adalah tersangka utama yang telah melakukan kesalahan sehingga pernikahan mereka jadi seperti itu. Firasatnya buruk, Johan benar-benar baj*ngan yang pandai memutar balikkan fakta dan melakukan segala cara. Sekarang dia berharap tidak menjalani masa pra nikah tapi jika mendengar pertanyaan terakhir sang pakar, dia yakin seratus persen jika mereka akan melewati masa ujian pra nikah. Jika sampai hal itu terjadi, dia tidak tahu apa yang akan terjadi. Sekarang hanya satu harapannya, semoga Orland menemukan bukti perselingkuhan Johan agar semua menjadi mudah tapi apakah mudah?


__ADS_2