Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Kami Akan Membalasnya


__ADS_3

Setelah mengetahui keberadaan Cristin dari Orland. Keluarga Cristin segera menuju rumah sakit di mana Cristin dan putri Edrick dirawat. Keadaan Cristin baik-baik saja karena cepat ditangani. Luka bagian perutnya juga sudah ditangani. Walau harus kehilangan darah tapi Cristin sudah lebih baik.


Dia sangat senang Orland datang tepat waktu, dia bahkan tidak berani membayangkan jika Orland terlambat sedikit saja. Mungkin sebuah luka sudah menganga di bagian perutnya dan bisa saja ginjalnya sudah tidak ada. Sesungguhnya yang Cristin khawatirkan bukan keadaannya, yang dia khawatirkan adalah keponakannya yang masih kecil.


Cristin sudah berada di ruang rawat inap saat itu, Orland sedang duduk di sisinya dan terlihat khawatir. Dia tidak akan kembali bahkan dia meminta Gail mengambil pakaiannya karena dia ingin menjaga Cristin.


"Bagaimana dengan putri kakakku, Orland?" tanya Cristin.


"Dia baik-baik saja, seorang psikolog menemani dirinya karena dia ketakutan saat sadar."


"Oh, tidak. Aku ingin melihatnya, Orland," ucap Cristin. Putri kakaknya pasti shock berat melihat apa yang hendak dilakukan oleh Johan.


"Kau dilarang banyak bergerak, Sayang. Keluargamu sedang menuju ke sini jadi kau tidak perlu khawatir."


"Aku sungguh tidak menyangka Johan begitu gila!" matanya menerawang, ini pengalaman paling buruk dalam hidupnya dan akan dia jadikan pelajaran paling berharga dalam hidupnya.


"Apa yang hendak dia lakukan, Cristin? Kenapa seorang dokter ingin mengoperasi perutmu dan kenapa kekasihnya yang sudah tidak bernyawa berada di sana?" sungguh dia sudah sangat ingin tahu akan hal ini. Dia yakin ada yang diinginkan oleh pria gila itu sehingga Cristin harus mengalami luka seperti itu.


"Dia sakit jiwa, Orland. Johan ingin mengambil ginjalku lalu memberikannya pada kekasihnya yang sudah mati!"


"Apa?" Orland terkejut mendengarnya. Kenapa ada orang segila Johan?


"Ternyata selama ini dia tidak saja menginginkan uangku tapi dia juga menginginkan ginjalku. Aku benar-benar tertipu olehnya dan aku tidak menyangka jika aku mencintai pria sakit jiwa seperti dirinya!" air mata Cristin mengalir, Johan benar-benar memberikannya pengalaman buruk bahkan itu adalah pengalaman paling buruk yang harus dia alami.


"Dia bahkan menyalahkan aku atas kematian kekasihnya, sungguh luar biasa, bukan? Jika kau tidak datang tepat waktu aku yakin aku sudah mati saat ini dan dia sudah mendapatkan ginjalku. Entah apa yang aku lihat dulu darinya yang pasti aku sangat menyesal telah mengenal dan mencintainya. Aku harap dia mendapatkan balasan yang setimpal."

__ADS_1


"Kau tidak perlu khawatir," Orland meraih tangannya dan mencium punggung tangannya, "Aku bersumpah padamu akan membuatnya mendekam di dalam penjara untuk seumur hidupnya bahkan aku akan mengirimnya ke dalam penjara paling mengerikan agar dia tidak bisa melarikan diri dan supaya dia tidak bisa menikmati hidup yang dia miliki lagi. Aku rasa ayah dan kakakmu juga akan melakukan apa yang aku lakukan."


"Terima kasih," Cristin tersenyum tipis, dia sangat beruntung bertemu dengan Orland.


"Tidak perlu berterima kasih, maaf aku terlambat datang sehingga kau harus mengalami kejadian buruk seperti ini," Orland kembali mencium punggung tangannya. Beruntungnya dia tidak pulang, semua berkat Gail. Jika tidak ada asisten pribadinya itu, memangnya apa yang bisa dia lakukan?


"Semua bukan salahmu, akulah yang bodoh bisa tertipu dengan mudah. Ini akan menjadi pelajaran paling berharga dalam hidupku agar aku tidak mudah percaya dengan orang lain lagi."


"Kau benar tapi aku tidak seperti Johan, aku tidak gila seperti dirinya tapi aku memang tergila-gila denganmu!"


"Aku tahu," ucap Cristin sambil tersenyum.


"Jika begitu beristirahatlah, aku akan menjagamu."


Cristin mengangguk dan memejamkan mata, dia memang butuh istirahat apalagi sata itu waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Pintu ruangan terbuka, ayah dan ibunya masuk ke dalam dengan terburu-buru begitu juga dengan kakak dan istrinya. Mereka tampak panik, mereka sudah sangat ingin tahu bagaimana keadaan Isabela dan Cristin.


"Ikut aku," Orland beranjak, dia harus memberikan waktu pada kedua orangtua Cristin karena mereka yang paling mengkhawatirkan keadaan Cristin.


Mariana menghampiri putrinya dan memeluknya sambil menangis, dia tidak sanggup melihat keadaan putri yang sangat dia sayangi terbaring seperti itu. Entah apa yang dialami olah Cristin, tapi dia bisa melihat putrinya baru saja mengalami kejadian yang tidak menyenangkan.


"Siapa yang melakukan hal ini, Cristin? Apa yang terjadi denganmu dan Isabela?" tanyanya karena dia tidak tahu jika pelakunya adalah Johan.


"Johan yang melakukan hal ini, Mom."


"Apa?" kedua orangtuanya terkejut. Mereka berdua saling pandang dengan ekspresi tidak percaya. Mereka tidak menduga jika yang melakukan perbuatan itu adalah Johan karena mereka mengira penjahat sengaja menculik Cristin dan Isabela untuk meminta uang tebusan apalagi para petugas mengatakan jika yang melakukannya adalah buronan mereka yang bernama Dean.

__ADS_1


"Kenapa dia menculikmu, apa yang telah dia lakukan padamu?" tanya ayahnya sambil memeriksa keadaan Cristin. Mariana juga melakukan hal yang sama, mereka terkejut melihat perban berada di perut Cristin.


"Apa ini, Sayang? Luka apa ini?" tanya ayah dan ibunya.


"Luka ditusuk pisau karena Johan ingin mengambil ginjalku."


"Apa?" Mariana terkejut mendengarnya. Dia bahkan jatuh terduduk di kursi dan tampak shock.


"Apa maksudmu, Cristin?" tanya ayahnya yang terlihat sangat marah. Dia benar-benar tidak terima putrinya diperlakukan seperti itu.


"Seperti yang kalian dengar, dia menginginkan ginjalku," Cristin mengatakan pada ayah dan ibunya kegilaan Johan. Dia juga mengatakan jika Johan berniat menjualnya ke pelacuran bersama dengan Isabela. Dia juga mengatakan Johan ingin memindahkan ginjalnya ke tubuh kekasihnya yang sudah mati.


Tentu hal itu semakin membuat Grifin, murka. ternyata ada niat terselubung selama ini dan bodohnya mereka tidak tahu sama sekali. Tidak saja melukai perasaan putrinya, tenyata pria itu juga melukai putrinya secara fisik. Dia benar-benar bersyukur, hubungan Cristin dan Johan langsung kandas begitu mereka menikah.


"Kau tidak perlu khawatir, Cristin. Kami akan membalasnya. Dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan padamu. Daddy akan mencari pengacara yang terbaik untuk menegakkan keadilan untukmu. Dia tidak akan menghirup udara segar lagi untuk seumur hidupnya karena dia sudah memperlakukan dirimu seperti ini," ucap ayahnya dengan kemarahan di hati.


"Benar, Sayang. Kau tidak perlu memikirkan hal ini, serahkan semuanya pada kami," ucap ibunya pula.


"Terima kasih Mom, Dad."'


"Jika begitu beristirahatlah, kami ingin melihat keadaan Isabela. Dia juga harus membayar perbuatannya karena sudah menculik Isabela."


Cristin mengangguk dan tersenyum, sekarang dia benar-benar terbebas dari pria gila seperti Johan. Walau harus melewati drama panjang yang melelahkan, dia yakin ayahnya dan Orland akan melempar pria gila itu ke dalam penjara untuk seumur hidup.


Kedua orangtuanya keluar dari ruangan, mereka ingin melihat keadaan cucu mereka. Tidak lama kepergian mereka, Orland masuk ke dalam ruangan dan terlihat sudah mengganti pakaian bersih.

__ADS_1


Sungguh malam yang melelahkan, dia bahkan lupa dengan Zion dan adiknya yang masih berada di hotel. Biarkan saja mereka terlebih dahulu, toh mereka sudah masuk ke dalam perangkapnya.


Saat ini yang ingin dia lakukan hanya menemani Cristin, mulai sekarang dia tidak akan meninggalkan Cristin lagi. Orland duduk di samping Cristin yang sudah tertidur, matanya tidak berpaling dari wanita itu. Semoga keadaan kembali membaik karena dia akan melamar Cristin agar dia bisa selalu bersama dengan Cristin.


__ADS_2