Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Hanya Mengikuti Permainan


__ADS_3

Isabel tersenyum lebar melihat pemuda yang sudah tidak berdaya di atas ranjang. Gelas anggur yang sudah dipersiapkan secara khusus diambil dan setelah itu Isabel naik ke atas ranjang. Dia akan memberikan anggur itu secara paksa agar Gail mengkonsumsi obat perangsang yang ada di dalam anggur itu.


"Sebentar lagi kau akan merasakan obat ini, dan pada saat itu aku siap melayanimu sampai pagi!" Isabel tersenyum licik. Menjadi Nyonya Weyland, terdengar sangat menyenangkan.


Anggur sudah berada di dalam mulut, dia berniat memberikannya lewat mulut. Saat obat itu mulai bekerja maka hanya dia saja yang akan menjadi pelampiasan Gail untuk meredakan gairah akibat obat. Isabel sudah siap memberikan anggur yang mengandung obat pada Gail, bibirnya bahkan sudah mendekat namun tiba-tiba saja dia terkejut bahkan tanpa sengaja anggur yang mengandung obat perangsang terminum olehnya. Isabel jatuh pingsan, apa yang telah terjadi?


Di luar sana, Zion sangat senang dan menikmati pesta itu dengan suka cita. Dia bahkan mendekati beberapa putri pengusaha untuk menggoda mereka.


Cristin sudah turun dari atas panggung, keluarganya juga sudah berbaur dengan para tamu. Cristin sedang mencari keberadaan Orland, dia ingin melewatkan pesta itu bersama dengan Orland.


Cristin terus mencari sampai akhirnya dia melihat Orland melangkah melewati para tamu untuk mencari keberadaannya. Dia kembali ke ruang pesta karena rencana sudah berjalan dengan lancar. Sesungguhnya bukan begitu rencana yang dia inginkan, dia ingin menjebak Zion dengan bisnis yang sudah dia siapkan namun dia tidak menduga jika Zion hendak menjebaknya dengan cara yang begitu keji jadi dia hanya mengikuti permainan mereka saja. Pada saatnya tiba nanti, jangan salahkan dirinya tapi salahkan mereka yang bermain keji terlebih dahulu.


Cristin menghampiri kekasihnya dengan terburu-buru, Orland terkejut saat Cristin melompat ke dalam pelukannya secara tiba-tiba.


"Kenapa kau begitu bersemangat, Nona?" Orland tersenyum dan mengusap punggungnya.


"Aku merindukanmu, Orland. Dari mana saja kau, kenapa baru terlihat?"


"Aku sedang mengikuti gail, aku khawatir dia masuk ke dalam jebakan Zion."


"Lalu, apa kalian sudah berhasil?" tanya Cristin ingin tahu.


"Menurutmu?" Orland balik bertanya.


"Hm, aku lihat sepupumu begitu senang dan aku menebak dia berhasil menjebak Gail," ucap Cristin.


"Kita lihat saja hasilnya nanti," ucap Orland seraya mencium pipi Cristin.


"Jika begitu ayo kita nikmati pestanya. Ayah dan ibuku ingin bertemu denganmu," ucap Cristin.


"Baiklah, aku belum menyapa mereka."

__ADS_1


Mereka kembali melewati para tamu undangan, mereka hendak mendekati kedua orangtua Cristin namun sayang langkah mereka harus terhenti karena Zion mencegat langkah mereka secara tiba-tiba.


"Well... Well, kenapa pecundang ini ada di sini?" ucap Zion dengan nada sinis dan menghina.


"Siapa yang kau sebut pecundang?" Cristin tampak tidak senang.


"Nona Bailey, bukankah aku sudah pernah mengingatkan dirimu? Sepertinya kau sudah tertipu dan tergoda oleh rupa wajahnya saja!" Zion masih mencibir bahkan tatapan matanya seperti menghina Orland.


"Sebaiknya jangan asal bicara!" Cristin semakin kesal namun Orland menahannya.


"Kenapa, Zion? Kau sepertinya tidak senang melihat aku di sini?" ucap Orland. Biarkan saja Zion ingin berkata apa, dia tidak peduli.


"Aku bukannya tidak senang, Orland. Aku hanya ingin kau sadar jika kau tidak pantas berada di pesta seperti ini. Seharusnya kau menunggu di luar, seorang supir seperti dirimu lebih pantas di luar!"


"Aku yang mengajaknya masuk, lalu apa urusanmu?" Cristin semakin kesal. Rasanya ingin mengatakan pada pria itu siapa Olrand tapi tidak bisa dia lakukan karena dia tahu dia hanya akan menghancurkan rencana Orland.


"Nona Bailey benar-benar sudah tertipu rupanya. Dia tidak seperti yang terlihat, sebaiknya berhati-hatilah."


"Ayo kita pergi, Orland!" ajaknya.


"Orland, mumpung kita bertemu di sini jadi aku ingin memperingatimu!" ucap Zion.


Langkah Orland dan Cristin terhenti, mereka melihat ke arah Zion. Pria itu tersenyum, dia akan tunjukkan jika dia akan lebih sukses lebih dari pada ini karena dia yakin Isabel sudah berhasil dengan rencana mereka saat ini.


"Peringatan apa yang hendak kau berikan, Zion? Aku rasa kita tidak memiliki urusan lagi, aku hanya pecundang seperti yang kau katakan jadi tidak baik kau dekat-dekat dengan pecundang seperti aku agar kau tidak jadi pecundang suatu saat nanti!" ucap Orland, dia juga sedikit menyindir Zion di dalam ucapannya.


"Cih, aku tidak mungkin jadi pecundang seperti dirimu! Aku akan semakin naik ke atas sehingga sulit kau kejar dan kau tidak akan bisa menyaingi aku lagi. Bukankah sudah aku katakan, sekali pecundang tetaplah pecundang!" cibir Zion. Dia akan mempermalukan Orland di depan Cristin sehingga wanita itu menendangnya pergi.


"Apa hanya ini yang mau kau katakan padaku, Zion?"


"Tentu saja, aku juga ingin memperingati Nona Bailey agar berhati-hati pada pecundang sepertimu karena kau mendekatinya hanya karena status yang dia miliki. Kau mendekatinya karena uangnya saja agar kau bisa bangkit tapi kau harus tahu, sekeras apa pun usaha yang kau lakukan, kau tidak akan pernah berhasil kecuali kau mendapat pertolongan dari langit yang tiba-tiba datang!"

__ADS_1


"Oh my God, apakah benar yang dia katakan, Orland? Apakah kau mendekati aku karena status dan uangku?" ucap Cristin.


"Tidak, Nona Bailey. Aku mana berani. Aku tidak bermaksud seperti itu, aku mendekatimu karena hutang-hutangku!" ucap Orland pula.


"Apa? Jadi benar yang dia katakan? Jadi kau mendekati aku karena kau berhutang padaku?"


"Kau dengar itu, Nona. Aku tidak mungkin salah. Sudah aku katakan dia hanya memanfaatkan dirimu saja jadi jangan mau ditipu oleh pecundang seperti dirinya!" ucap Orland.


"Kau, awas kau! Kau dipecat dan dalam satu minggu lunasi semua hutangmu jika tidak, kau akan membusuk di dalam penjara!" setelah berkata demikian Cristin melangkah pergi.


"Nona, jangan lakukan itu!" Orland hendak mengejar Cristin.


"Nikmati kehancuranmu, Orland. Jangan datang ke rumah karena kami tidak akan meminjamkan uang sepeser pun padamu untuk membayar hutangmu!" ucap Zion dengan sinis. Seringai lebar menghiasi wajah, dia tampak begitu puas.


"Awas kau, Zion. Aku tidak akan tinggal diam!" Orland menatapnya tajam dan setelah itu dia pergi mengejar Cristin.


Zion benar-benar puas, satu minggu lagi dia ingin lihat bagaimana Orland membayar hutangnya pada Cristin Bailey. Dia yakin pria itu akan datang ke rumah dan memohon pada mereka agar mereka meminjamkannya uang untuk melunasi hutangnya tapi apa dia pikir Cristin dan Orland serius?


Cristin hanya sengaja mengikuti permainan yang Zion ucapkan, biarkan saja pria itu senang sedangkan Orland mengikuti drama yang Cristin mainkan. Mereka berdua bahkan tertawa saat ini sambil melihat ke arah Zion. Beruntungnya Dia berpura-pura tidak memiliki apa pun sehingga Zion tetap menganggapnya sebagai pecundang.


Sebaiknya dia bertindak hati-hati agar Zion tidak curiga, mereka bahkan masih melihat ke arah Zion sampai pria itu melangkah pergi.


Zion melihat jam yang mellingkar di tangan, sudah cukup lama dia meninggalkan Isabel. Dia yakin Isabel pasti sudah berhasil. Sebaikya dia menemui Isabel karena setelah mendapatkan kontrak yang dia inginkan dia akan pergi.


Zion kembali ke kamar di mana dia meninggalkan Isabel dan Gail tadi. Pintu kamar di ketuk tapi tidak ada jawaban. Zion penasaran dan membuka pintu, ternyata tidak ada siapa pun.


Pria itu melangkah masuk ke dalam, dia mencari adiknya tapi Isabel tidak ada di dalam sana. Hanya ada proposal yang dia buat dan benda itu berada di atas meja. Zion meraihnya dan melihatnya. Senyum terukir di bibir saat melihat apa yang dia inginkan sudah dia dapatkan.


Tanda tangan bernama Weyland berada di proposal itu yang menandakan Weyland Corporation setuju menjalin kerja sama dengannya. Zion tampak puas, akhirnya dia mendapatkkan kerja sama itu. Ayahnya pasti bangga dengannya. Zion kembali melihat kamar, di mana Isabel?


Dia perpikir sejenak lalu mengangkat bahu, Isabel pasti sedang bersenang-senang dengan pria itu di kamar lain. Dia tidak menduga Isabel akan melakukan pekerjaan itu dengan sangat baik. Tidak saja mendapatkan kerja sama yang menguntungkan perusahaan mereka, Isabel pasti sudah menjerat pria itu tapi apakah demikian?

__ADS_1


__ADS_2