
Johan dikeluarkan dari penjara yang sedang dia huni sementara karena kasusnya sedang diusut. Dia tidak dimasukkan ke dalam sel yang sama dengan Dean, mereka sengaja dipisah karena beberapa alasan. Mereka juga akan diintrogasi secara terpisah nantinya.
Banyak kejahatan yang dia lakukan, selain bersekutu dengan Dean melakukan bisnis ilegal, dia juga menjadi tersangka penculikan dan pembunuhan terencana. Belum lagi dokter yang dia bayar dan juga mayat Lauren yang ada di lokasi. Dia akan dijatuhi dengan pasal yang berlapis-lapis.
Tapi untuk itu dia harus menjalani beberapa interogasi, para petugas ingin mencari tahu kenapa Lauren Wills bisa berada di sana dan apa penyebab kematiannya. Jika Johan tidak mau buka mulut maka mereka akan melakukan otopsi karena bisa saja wanita itu juga korban yang telah dibunuh oleh Johan.
Johan terus berteriak dan memaki saat dia dibawa ke dalam ruangan karena ada yang ingin menemuinya. Kedua tangannya di borgol, ruangan itu dijaga dengan begitu ketat supaya dia tidak bisa melarikan diri.
"Lepaskan aku dan kembalikan Lauren padaku!" teriaknya. Jangan sampai jasad Lauren dikubur karena dia ingin melihat wajah Lauren untuk terakhir kali.
"Diam, dan masuk!" Johan didorong masuk ke dalam ruangan.
"Sialan, kalian tidak bisa melakukan hal ini padaku dan kalian tidak bisa memenjarakan aku!" teriak Johan.
"Siapa bilang tidak bisa?"
Johan berpaling saat mendengar suara Orland, emosi memenuhi hati saat melihat pria yang paling dia benci. Gara-Gara pria itu semua rencananya jadi gagal. Sejak awal pria itu adalah sumber kegagalan yang dia alami. Tidak saja tidur dengan Cristin di saat malam pernikahan mereka tapi dia juga yang menghancurkan semua rencananya.
Tidak saja Orland, Edrick juga berada di sana bersama dengan seorang pengacara. Dia sungguh tidak menyangka mantan suami adiknya begitu keji. Putrinya yang masih kecil bahkan mengalami trauma berat, begitu sadar dia terus menangis dan ingin kembali ke Italia.
"Beraninya kau berada di sini?!" Johan hendak menghampiri Orland tanpa menyadari jika Edrick sedang melangkah menuju ke arahnya dengan kemarahan dii hati. Dia hanya fokus pada Orland saja, pria yang sangat ingin dia bunuh saat ini.
Johan masih menghampiri Orland dan pada saat itu, dia terkejut saat Edrick memukul wajahnya dengan keras. Johan berteriak, tubuhnya terpental jatuh ke belakang.
__ADS_1
"Sialan, siapa yang berani memukulku!" teriaknya marah.
"Aku!" Edrick kembali menghampirinya, dia ingin memukul Johan lagi tapi para petugas menahannya.
"Aku tidak akan memaafkan permuatanmu yang telah menculik putri juga adikku!" ucap Edrick.
"Cristin memang harus mati! Seharusnya dia yang mati, bukan Lauren!"
"Benar yang Cristin katakan, kau benar-benar sakit jiwa!!" ucap Edrick kesal.
"Aku gila atau tidak, yang aku inginkan kematian Cristin karena dia harus menemani kekasihku!" teriak Johan lagi.
"Jadi sebab itu kau menculik Cristin dan ingin mengambil ginjalnya?" tanya Orland, mereka sengaja datang untuk memancing Johan agar mereka mendapatkan bukti tapi mereka tidak menduga jika Johan tidak mengelak sama sekali."
"Ya, jika tidak saja ada kau... aku pasti sudah mendapatkan ginjal Cristin dan setelah itu aku akan menjualnya ke pelacuran agar hidupnya menderita! Aku bahkan ingin membutakan kedua mata dan mematahkan kakinya agar dia menderita untuk seumur hidupnya supaya kematian Lauren tidak sia-sia!" ucap Johan dengan ekspresi seorang psikopat yang sudah gila. Dia bahkan tertawa keras setelah mengatakan hal itu bahkan dia membayangkan Cristin sedang menderita seperti yang dia inginkan.
"Aku tidak peduli!" teriak Johan dan setelah itu dia kembali tertawa dengan keras.
Orland dan Edrick saling pandang dan menggeleng, sepertinya apa yang mereka inginkan sudah cukup. Sang pengacara juga sudah mendapatkan pembicaraan mereka. Sepertinya mereka sudah bisa menuntut pria itu dan melemparkannya ke dalam penjara tanpa bersusah payah.
Johan dibawa kembali ke sel tahanannya, teriakannya untuk bertemu Lauren kembali terdengar tapi tidak ada yang mempedulikan dirinya. Hanya satu keinginannya saat ini, dia ingin melihat Lauren untuk terakhir kali karena dia tahu sebentar lagi dia akan menjalani pemeriksaan oleh sang agen yang sedang mengusut kasusnya dengan Dean. Dia juga tahu, dia tidak bisa mengelak lagi.
Orland dan Edrick pergi dari tempat itu setelah berbicara dengan pengacara mereka, ini kali pertama mereka bertemu dengan orang segila Johan.
__ADS_1
"Maaf aku sudah salah paham padamu selama ini," ucap Edrick seraya mengulurkan tangan.
"Tidak masalah," Orland menjabat tangan Edrick, "Sebagai kakak Cristin kau memang pantas curiga jika ada yang mendekati adikmu," ucapnya lagi.
"Seperti yang kau katakan, aku tidak mau adikku ditipu dan dimanfaatkan lagi. Cukup baji*ngan itu saja yang ternyata sakit jiwa tapi aku bisa melihat jika kau tidak mempermainkan dirinya."
"Aku mencintainya dengan tulus, Edrick," Orland melepaskan tangan Edrick dan melangkah sedikit menjauh, "Aku juga mengalami pengkhianatan seperti dirinya jadi aku tidak mungkin mempermainkan dirinya karena aku tahu bagaimana rasanya dikhianati," ucap Orland lagi.
"Baiklah, sepertinya Cristin tidak salah memilih kali ini tapi ingat, jika kau berani membuatnya menangis dan membuatnya sakit hati, aku akan mencarimu dan aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membuatmu menyesal karena telah menyakitinya. Kali ini aku bersumpah tidak akanmdiam saja sampai kejadian buruk seperti ini terulang kembali!"
"Tidak perlu khawatir, dia yang telah membuat aku jatuh cinta terlebih dahulu. Dia juga yang telah mengubah aku yang seorang pecundang ini sehingga aku bisa bangkit lagi dan bisa seperti ini jadi bagiku dari pada mendapatkan seribu gadis cantik yang ada di dunia ini, aku lebih memilih satu Cristin di dalam hidupku."
Edrick mengernyitkan dahi, sebegitu besarnya 'kah pengaruh Cristin untuk pemuda itu? Entah kenapa dia jadi ingin tahu latar belakang Orland dan apa yang terjadi antara pemuda itu dengan adiknya.
"Baiklah, aku akan merestui hubungan kalian. Aku akan percaya dengan pilihan adikku. Aku juga yakin dia tidak mungkin salah mencintai seseorang lagi. Setidaknya baj*ngan itu sudah memberikan pelajaran berharga untuknya bahkan sepertinya kelewat berharga."
Orland terkekeh, dia sangat senang mendengarnya. Sepertinya tatapan tidak suka Edrick padanya sudah tidak akan ada lagi. Mungkin mereka akan memiliki hubungan yang akrab setelah ini.
"Aku berjanji akan segera melamarnya setelah semua selesai agar kalian yakin jika aku serius ingin memiliki dirinya!" ucap Orland tanpa ada keraguan.
"Aku tunggu hari itu tiba, Orland. Sebagai seorang kakak aku sangat ingin melihat Cristin bahagia jadi aku harap kau bersungguh-sungguh ingin membahagiakan dirinya!" ucap Edrick.
"Itu sudah pasti, Edrick. Aku serius dengan ucapanku ini!"
__ADS_1
"Baiklah, sudah saatnya kembali. Pengacara itu yang akan bekerja untuk menjebloskan baj*ngan itu ke dalam penjara!"
Orland mengangguk, satu permasalahan sudah selesai. Sekarang tinggal permasalahan dirinya yang harus mengambil kembali perusahaan ayahnya. Dia rasa saat ini Zion pasti sedang berbangga diri dan memang itulah yang terjadi. Zion menunjukkan pada ayahnya proposal kerja sama yang ditanda tangani secara asal oleh Gail. Semoga dia tidak sakit jantung saat mengetahui kenyataannya nanti. Adiknya juga sudah pulang dengan ekspresi puas, setelah ini dia akan mendatangi Weyland Corporation untuk meminta pemilik perusahaan terbesar itu untuk bertanggung jawab. Sepertinya sebentar lagi dia akan menjadi Nyonya Weyland.