Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Kerja Sama


__ADS_3

Mobil musuh semakin dekat dengan pembatas jalan, Gail keluar dari mobil dengan dua senjata api di tangan. Orland hanya menyaksikan, dia adalah target yang diinginkan jadi dia tidak boleh mempersulit Gail.


Dua mobil sudah akan melompati pembatas jalan, Gail melangkah ke arah depan dan berdiri di depan mobil dengan dua senjata api yang sudah siap di tangan. Pemuda itu tidak terlihat takut sama sekali, cukup dia saja yang menghadapi mereka.


Mobil musuh mulai melompati pembatas jalan, senjata api Gail sudah siap dan ketika mobil musuh melompati pembatas jalan, Gail mulai menembak. Letusan senjata api terdengar, musuh yang ada di dalam mobil juga berusaha menembakinya namun posisi mereka bukan posisi yang bagus untuk menembak.


Lagi-Lagi Gail menggunakan senjata peledak, itu cara cepat untuk menghabisi musuh. Beruntungnya dia memiliki banyak koleksi senjata api sehingga dia bisa menghabisi para musuh itu dengan mudah.


Dua peluru yang dia tembakan menempel sempurna di bawah mobil musuh. Dua mobil itu juga mendarat sempurna di atas jalan namun tidak lama kemudian, ledakan dahsyat terjadi dan dua mobil itu terhempas ke atas dan melambung tinggi lalu terhempas di atas aspal jalan.


"Wow!" hanya itu yang bisa dikatakan oleh Orland. Dia sunguh tidak menduga Gail memiliki kemampuan seperti itu.


Gail terlihat puas melihat dua mobil yang terbakar, musuh yang ada di dalam mobl berteriak dan berlari ke arahnya dalam keadaan terbakar. Dua senjata peledak di simpan, Gail mengambil sebuah pistol dan menembaki musuh yang hampir mencapainya.


Tidak ada keraguan sama sekali, Gail bahkan kembali menembaki musuh yang memang sedang terbakar di dalam mobil. Setelah melakukan hal itu, Gail melangkah menuju mobil, tiga mobil musuh sudah dia bereskan.


Gail sudah hampir mencapai mobil tapi tiba-tiba saja dirinya dihujani timah panas, pria itu terkejut dan segera berlari ke arah mobil untuk bersembunyi. Suara peluru yang menghantam badan mobil kembali terdengar.


"Masuk, Gail!" teriak Orland.


Gail mengendap dan segera masuk ke dalam, dia hampir melupakan dua mobil yang tersisa.


"Apa mereka mengenai dirimu?" tanya Orland.


"Tidak, Sir. Maaf jika aku sudah lalai."


"Lupakan, aku memang tidak bisa memegang senjata tapi aku bisa membawa mobil ini jadi lakukan apa yang bisa kau lakukan dengan baik!"


"Pasti," ucap Gail.

__ADS_1


Orland membawa mobil yang sudah hancur itu pergi, sepertinya dia akan benar-benar terlambat datang ke pesta ulang tahun ayah Crisitn. Tapi dia akan mengesampingkan hal itu terlebih dahulu karena mereka harus lolos dari situasi itu terlebih dahulu.


Dua mobil musuh kembali mengejar, para musuh yang tersisa benar-benar marah. Mereka harus membunuh Orland Dmytry dengan supir pribadinya yang memberikan mereka banyak kejutan.


Johan sangat ingin tahu apakah anak buah Dean sudah berhasil membunuh Orland atau tidak, sebab itu dia menghubungi sang pemimpin kelompok yang sedang marah.


"Apa kalian sudah membunuhnya?" tanya Johan.


"Sebentar lagi dia tidak akan hidup!" ucap sang pemimpin.


"Apa maksudmu sebentar lagi? Apa kalian belum bisa membunuh seorang pria yang tidak bisa apa-apa itu?" tanya Johan dengan nada kesal.


"Mereka bukan pemuda biasa, mereka memiliki senjata!" teriak sang pemimpin kelompok marah. Jika dia tahu ternyata target tidak boleh diremehkan maka dia akan membawa lebih banyak pasukan dan membuat perencanaan yang lebih matang. Dia sudah meremehkan lawan, sekarang dia harus membunuh dua pemuda yang sudah membuat anak buahnya mati.


"Sialan, jangan berteriak padaku dan bunuh pria itu!" teriak Johan marah. Dia harap misi membunuh pemuda itu tidak gagal. Sekarang saatnya fokus pada misi untuk menculik Cristin.


Sang pemimpin kelompok juga sangat marah, ponsel dilempar dan setelah itu mobil dibawa dengan kecepatan tinggi untuk mengejar mobil Orland.


"Gail, aku ingin semua ini cepat selesai. Aku bahkan belum mendapatkan bunga untuk Cristin!" ucap Orland.


"Aku tahu," Gail menengok ke belakang. Mobil mereka hendak ditembak dengan bazoka karena sang pemimpin kelompok itu benar-benar kesal.


"Mereka hendak menembak kita, Sir," ucap Gail.


"Bagus! Aku sudah menunggu ini. Saat aku berputar arah itu kesempatanmu untuk menghabisi mereka!"


"Serahkan padaku!" Gail sudah siap dengan senjata apinya.


Orland membawa mobilnya seperti biasa, lurus ke depan. Itu posisi yang sangat tepat untuk menghabisi musuh. Bazoka sudah berada di atas bahu, benda itu akan segera di tembakan.

__ADS_1


Mobil yang dibawa Orland berada di sisi kiri, dia masih membawa mobilnya lurus-lurus saja. Pemimpin kelompok itu segera memerintahkan anak buahnya untuk menembak karena itu kesempatan.


Orland dan Gail tidak bersuara saat peluru bazoka melesat dengan cepat ke arah mereka. Mereka diam, fokus dengan jantung yang berdetak cepat. Peluru bazoka itu semakin dekat, dekat dan ketika peluru hampir menghantam mobilnya, Orland memutar setir mobil ke kanan dengan kecepatan tinggi. Mobil berputar ke kanan dan berjalan berlawanan arah menuju para penjahat, sedangkan peluru bazoka melesat lurus dan menghantam sebuah pohon.


"Sial," umpatan pun terdengar namun mereka tidak menyadari kenapa mobil Orand melaju ke arah mereka.


Gail sudah siap, posisinya pas untuk menghajar musuh. Kali ini mereka pasti akan mati, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.


Kedua senjata api juga sudah siap, musuh mengira Orland hendak menabrakkan mobil mereka jadi mereka terlihat begitu bersemangat. Mobil dibawa dengan kecepatan tinggi, tawa mereka bahkan terdengar.


"Mati kalian!" teriaknya. Sekali tabrak mobil Orland pasti akan hancur karena kondisi mobilnya memang sudah hancur akibat ledakan.


Mobil semakin dekat, Orland tidak juga mengurangi kecepatan begitu juga dengan mobil musuh. Gail sudah Siap, Orland tampak bersemangat dan ketika mobil sudah dekat, Orland memutar setir mobil ke kiri sehingga mobilnya melewati mobil musuh begitu saja. Itu kesempatan bagi Gail, pemuda itu segera menembakkan senjata apinya ke arah mobil musuh yang sedang berjalan berjajar.


Suara benda menghantam badan mobil terdengar, para musuh yang tersisa saling pandang satu sama lain dengan rekan mereka yang ada di samping mereka. Umpatan mereka terdengar, mobil hendak diberhentikan karena mereka harus keluar dari mobil namun sudah terlambat karena tidak lama kemudian, mobil mereka meledak akibat peluru ledak dari senjata api yang di tembakan oleh Gail.


Mobil yang dibawa oleh Orland sudah berputar arah dan berhenti, kedua pemuda itu keluar untuk menyaksikan mobil yang terbakar di sisi jalan. Malam yang cukup melelahkan, tentu itu pengalaman baru bagi Orland. Tapi dia tidak menyangka kerja sama mereka membuahkan hasil. Padahal dia hanya amatiran saja. Gail benar-benar menepati janjinya sehingga dia tidak terluka sedikit pun.


"Ternyata menyenangkan, aku tidak akan melupakan hal ini." ucap Orland.


"Aku akan mengajari jika kau mau, Sir," ucap Gail.


"No!" tolak Orland.


"Kenapa, Sir? Kau punya potensi untuk menjadi pemimpin!" Gail melangkah ke sisi mobil yang lain, sedangkan Orland ke sisi mobil lainnya.


"Tidak, sekarang antar aku beli bunga. Sepertinya aku akan ditendang oleh kekasihku setelah ini!" ucap Orland.


"Kita harus ganti mobil, Sir!" ucap Gail.

__ADS_1


"Kalau begitu pulang terlebih dahulu!" perintah Orland. Semoga Cristin mengerti nanti, tapi sepertinya dia harus menyiapkan bahunya untuk digigit oleh Cristin.


Mereka segera pergi, meninggalkan mobil yang masih terbakar bahkan ledakan kembali terjadi. Siapa pun mereka semoga tidak ada ancaman lagi tapi sayangnya, saat ini Cristin yang sedang jadi incaran Johan.


__ADS_2