
Setelah dari penjara, Orland meminta Gail mengantarnya pulang. Semua sudah kembali seperti sedia kala lagi. Walau banyak kejadian yang dia alami setelah dikhianati tapi satu hal yang sangat dia syukuri adalah pertemuannya dengan Cristin.
Jika dia tidak mengalami pengkhianatan seperti itu, mungkin dia tidak akan bertemu dengan Cristin dan akan tetap menjalin hubungan dengan Caitlyn yang jelas-jelas hanya menginginkan uangnya saja. Tapi yeah... semua sudah berlalu.
Dari pada memikirkan mereka sebaiknya dia memikirkan kejutan apa yang bisa dia berikan untuk Cristin nanti saat dia kembali. Orland memainkan jari di dagu, dia sedang memikirkan hadiah apa yang hendak dia beli, sedangkan Gail melihat ke arahnya dari kaca spion sesekali.
"Apa menikah itu menyenangkan, Sir?" tanya Gail tiba-tiba.
Orland mengernyitkan dahi, wow... ada apa dengan asisten pribadinya?
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu, Gail?" tanya Orland curiga.
"Aku hanya ingin tahu," Jawab Gail, dia kembali fokus.
"Oh, yeah? Apa kau bertanya seperti ini karena kau sedang jatuh cinta dengan seseorang?" tanya Olrand curiga.
"Tidak, Sir. Tidak ada cinta dalam kamus hidupku!"
"Wow, kenapa?" Orland jadi ingin tahu.
"Sejak dulu aku sudah dibentuk untuk tidak mengenal cinta karena wanita adalah sumber kelemahan yang bisa membuatku dikalahkan oleh musuh dengan mudah!"
Orland terkekeh, dia tahu Gail pria kaku dan tidak banyak bicara. Dari dulu sampai sekarang dia memang seperti itu tapi entah kenapa dia merasa jika Gail memang sedang menyukai seseorang saat ini.
"Jangan terlalu kaku, Gail. kau bekerja denganku sekarang, kau sudah tidak berkecimpung dalam dunia gelap lagi dan kau sudah tidak memiliki musuh jadi nikmatilah hidupmu," ucap Orland. Sejak kejadian di malam pesta itu dia jadi tahu siapa sebenarnya Gail.
Gail diam saja, yang dikatakan oleh bosnya sangat benar. Apa artinya sekarang dia boleh menyukai seseorang?
"Jadi, apa menikah itu menyenangkan?" tanya Gail lagi.
Orland tersenyum dan menjawab, "Jika kau ingin tahu kau harus mencobanya. Kau akan merasa dunia yang kau miliki berbeda bersama dengan orang yang kau cintai. Kesendirian yang kau rasakan sudah tidak akan ada lagi ketika kau memutuskan untuk menikah dengan orang yang kau cintai," ucapnya.
"Baiklah, aku akan mencoba," jawab Gail dengan santai.
__ADS_1
Orland mengernyitkan dahi, mencoba apa yang dimaksud oleh Gail? Mencoba menikah atau mencoba jatuh cinta? Semoga saja bukan mencoba menikah karena itu bisa bahaya.
Mereka berdua diam, Gail seperti memikirkan sesuatu begitu juga dengan Orland yang sedang memikirkan hadiah untuk Cristin tapi dia masih belum menemukan hadiah apa yang hendak dia beli sampai dia tiba di rumah. Hadiah tidak ke beli jadi sebaiknya dia menggunakan cara lain untuk memanjakan istrinya.
Setelah Orland turun, Gail membawa mobil pergi sambil memikirkan skema cintanya. Tunggu dulu, masih terang sepertinya dia bisa melihatnya sebentar. Sial, dia jadi seperti pengagum rahasia.
Saat itu waktu baru menunjukkan pukul empat sore, setelah jas dibuka, Orland melangkah menuju dapur sambil menggulung lengan kemejanya. Dia ingin membuatkan sup dan setelah itu menyiapkan air mandi untuk istrinya. Sang pelayan pribadi yang sudah tua menghampiri saat Orland sedang sibuk.
"Tuan, biarkan kami yang melakukannya," ucap sang pelayan pribadi.
"Tidak perlu, aku ingin membuatkan sup untuk istriku jadi pergilah. Aku akan memanggil saat aku membutuhkan."
"Baik, Tuan," sang pelayan pergi meninggalkan Orland yang sedang sibuk.
Tidak saja membuat sup, Orland juga membuat beberapa makanan yang bisa mereka nikmati bersama nanti. Aroma lezat makanan yang dibuat oleh Orland, tercium sampai di luar saat Cristin kembali dari kantor. Perutnya bahkan berbunyi karena aroma lezat makanan itu.
"Wangi lezat apa ini?" tanyanya seraya membuka mantel yang dia kenakan.
"Akhirnya kau kembali, Sayang," Orland melangkah mendekatinya dan mengambil mantel yang baru saja Cristin lepaskan.
"Yes, kemarilah. Aku akan memijat bahumu, kau pasti lelah, bukan?"
Cristin tersenyum, Orland selalu memanjakan dirinya. Dia tahu Orland juga sibuk tapi dia selalu pulang lebih awal untuk memanjakan dirinya. Tentunya dia sangat senang dan bahagia. Orland bahkan menggendongnya dan membawanya menuju kamar.
Sekarang mereka sudah bisa melakukan apa pun, mereka berdua berada di dalam bathtub saat itu. Orland sedang memijat bahu Cristin, sedangkan Cristin menikmati pijatan yang suaminya berikan.
"Bagaimana pekerjaanmu hari ini, Sayang?" tanya Orland sambil memijit.
"Seperti biasa, bagaimana denganmu, Orland? Kau bilang ingin melihat perusahaan ayahmu yang sudah kau dapatkan kembali?"
"Yeah, akhirnya aku mendapatkan kembali perusahaan ayahku. Aku sudah pergi melihatnya, tidak ada yang berubah namun perusahaan itu belum bisa beroperasi."
"Kenapa?" tanya Cristin.
__ADS_1
"Aku ingin merombak semuanya, Sayang. Aku juga ingin mengganti nama perusahaan itu menjadi nama ayahku dan setelah itu, aku akan mengadakan pesta pembukaan agar semua orang tahu jika perusahaan itu sudah kembali ke tanganku. Aku juga akan membuat perusahaan ayahku berjaya lagi seperti dulu. Aku sudah menghancurkan reputasi ayahku maka aku harus mengembalikan nama baiknya."
"Terdengar bagus, kita akan tetap tinggal di sini atau di rumah kedua orangtuamu yang sudah kau dapatkan kembali?"
"Tentu saja kita akan tetap tinggal di sini, aku tidak akan membawamu tinggal di rumah yang sudah ditinggali oleh keluarga pamanku."
"Kenapa?" Cristin berpaling dan melihat ke arahnya.
"Aku tidak suka saja. Lagi pula aku ingin kita membuat kenangan di rumah ini dan meramaikan rumah ini dengan anak-anak kita."
Cristin kembali tersenyum dan bersandar di dada Orland, yeah... mereka memang harus membuat banyak kenangan dan meramaikan hidup mereka dengan bayi-bayi yang lucu.
"Oh, tiba-tiba belut tanpa tulang ini ingin mencari sarang!" Orland mencium pipinya, sedangkan tangannya sudah bermain di paha Cristin.
"Apa? Belut nakal!"
Orland terkekeh tapi tangannya tidak berhenti sampai akhirnya mereka membuat gelombang lokal di bathtub sehingga air yang ada tinggal sedikit. Setelah si belut tanpa tulang miliknya sudah jinak, mereka keluar dari kamar mandi.
"Bagaimana dengan keluarga pamanmu, Orland?" tanya Cristin saat Orland sedang mengeringkan rambutnya yang basah.
"Begitulah, aku baru saja mengunjungi mereka."
"Wow, mereka pasti sangat membenci dirimu."
"Seperti yang kau katakan, Zion dan pamanku masih saja tidak menyadari kesalahan yang mereka lakukan terutama Zion. Aku bisa saja menarik tuntutanku padanya tapi jika aku melakukan hal itu, maka dia tidak akan belajar dari apa yang telah terjadi."
"Apa yang kau lakukan sudah benar, Orland. Biarkan saja mereka menanggung akibatnya. Jangan terlalu berbaik hati karena orang-orang seperti itu akan kembali berulah."
"Kau benar, ayo kita makan. Kau harus banyak mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi agar bibit di dalam sini cepat tumbuh," ucap Orland seraya mengusap perut istrinya.
"Sepertinya kau sudah tidak sabar."
"Tentu saja, sebab itu belut ini akan bekerja siang dan malam!"
__ADS_1
Cristin tersenyum, dia juga sudah tidak sabar. Semoga saja usaha mereka selama berbulan madu membuahkan hasil. Setelah berpakaian, mereka segera keluar untuk sarapan. Mereka akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menikmati kebersamaan mereka.