Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Aku Akan Bertanggung Jawab


__ADS_3

Johan terus mengikuti mobil Cristin, dia sudah terlihat kesal karena Cristin tidak juga menghentikan mobilnya padahal dia sudah melewati beberapa pusat perbelanjaan. Ini aneh, dia kira Cristin akan pergi berbelanja tapi setelah melihat tujuannya sepertinya bukan.


Sebaiknya dia ikuti terus, mungkin saja Cristin ingin pergi menemui salah satu temannya dan mengajaknya hangout.


Sesungguhnya Cristin tidak jadi pergi ke kantor Orland. Setelah berbicara dengan bosnya, Cristin menghubungi kantor Orland. Dia ingin tahu Orland berada di kantor atau tidak agar kedatangannya tidak sia-sia dan benar saja, Orland memang tidak berada di kantor karena dia berada di rumah dan sedang sakit.


Itu akibat dia pulang dalam keadaan basah. Cuaca yang sudah dingin membuatnya menggigil karena seluruh tubuhnya yang basah dan alhasil, dia tidak bisa bangun dari atas ranjang saat pagi hari.


Tadinya Cristin ragu mendatangi rumah Orland tapi setelah dipikir jika keadaan pria itu akibat ulahnya, dia jadi merasa bersalah. Alamat pun diminta pada asisten Orland, beruntungnya pria itu mau mengatakannya karena Orland sudah mengijinkan.


Cristin langsung berputar arah setelah mendapat lokasi rumah Orland. Ini pertama kalinya dia mengunjungi pria itu ke rumahnya tapi anggap sebagai tanggung jawabnya.


Dia masih tidak menyadari jika Johan mengikutinya dari belakang. Cristin terus membawa mobilnya ke rumah Orland, sedangkan Johan mulai berteriak marah karena Cristin hendak pergi entah ke mana.


Sebuah bangunan mewah menjadi tempat tujuan Cristin, Johan menghentikan mobilnya karena dia harus waspada. Yang dia inginkan adalah waktu berdua dengan Cristin agar dia bisa membujuk istrinya itu. Dia tidak mau ada orang lain di antara mereka yang bisa mengacaukan rencananya.


Kastil sudah terlihat, Cristin membelokkan mobilnya memasuki pekarangan yang ditumbuhi dengan pepohohan hijau. Johan masih mengawasi, sepertinya Cristin tidak menemui sahabatnya tapi siapa yang ingin ditemui oleh Cristin?


Teropong diambil, dia hendak mengintai Cristin tapi pepohonan yang tumbuh di taman menghalangi pandangannya. Sial, apa itu kediaman seorang pejabat? Hal itu bisa saja terjadi karena tidak mustahil bagi Cristin untuk mengenal satu atau dua orang pejabat.


Cristin sudah berdiri di depan pintu, dia tampak ragu. Apa benar itu kediaman Orland? Kastil sebesar itu ditinggali olehnya sendirian? Apa dia tidak merasa kesepian?


Bel pintu ditekan, Cristin tampak menunggu dan tidak lama kemudian seorang pria tua membuka pintu dan tersenyum ramah.


"Hai," sapa Cristin sambil tersenyum.


"Ada yang bisa aku bantu, Nona?" tanya pria tua itu.


"Aku Cristin Bailey, aku sahabat Orland. Apakah dia ada di rumah?" tanya Cristin.


Pria tua itu melihatnya dari atas ke bawah, seperti sedang menyelidiki. Cristin berusaha tersenyum, sepertinya pria itu adalah pelayan Orland.


"Tuan muda sedang tidak sehat, datanglah lain waktu," ucapnya.


"Tolong sampaikan jika Cristin ingin melihat keadaannya. Jika dia tidak mau menemui aku maka aku akan pergi," pinta Cristin. Dia meminta hal demikian karena dia ingin melihat keadaan Orland.


"Baiklah, tunggu di sini sebentar," pria tua itu meenutup pintu dan berlalu pergi.


Johan masih mengintai, sepertinya ini bisa jadi kesempatan untuknya untuk mendekati Cristin dan membawanya pergi. Mobil di bawa lebih mendekat dan setelah itu dia turun dari mobil, dia tampak melihat keadaan dan melihat beberapa penjaga yang menjaga tempat itu. Sial, dia tidak melihat penjaga itu tadi tapi dia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan.

__ADS_1


Cristin masih berdiri di depan pintu, Johan mulai melangkah masuk. Dia bahkan berbicara pada seorang penjaga agar dia diijinkan masuk. Dengan alasan yang dia berikan ijin didapat, dia berkata ingin berbicara dengan Cristin.


Dia harap Cristin masih berada di sana tapi sayangnya, pintu terbuka dan tiba-tiba saja Cristin ditarik masuk ke dalam. Teriakan Cristin terdengar, pintu pun tertutup.


Johan menghentikan langkahnya, sial. Apa dia harus menunggu lagi? Sepertinya demikian dan sepertinya waktunya akan terbuang banyak hanya untuk menunggu Cristin saja. Johan kembali ke mobil sambil memaki, siapa sebenarnya yang ditemui Cristin? Sungguh dia sangat ingin tahu.


Di dalam sana, Cristin masih terkejut karena tiba-tiba dia ditarik masuk ke dalam. Siapa lagi yang melakukannya jika buka Orland? Ketika mendengar Cristin datang dari pelayannya, dia sangat senang dan memaksakan diri untuk menemuinya walau sesungguhnya kepalanya terasa begitu sakit.


"Orland, bukankah kau sedang sakit?" tanya Cristin.


"Aku tiba-tiba jadi sehat setelah kau datang," Orland memeluknya dengan erat. Ini kejutan, dia tidak mengira Cristin akan datang untuk melihatnya.


"Sembarangan! Sebaiknya pergi beristirahat lagi!"


"Apa kau mengkhawatirkan aku, Cristin?"


"Ti-Tidak!"


"Benarkah?" Orland memandanginya dengan tatapan tidak percaya.


"Ya, aku hanya ingin melihat kau sudah mati atau tidak!" setelah berkata demikian, Cristin menutup mulut dan mengumpat dalam hati. Perkataan macam apa itu?


"Ma-Maaf, aku tidak bermaksud," Cristin jadi tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, aku tahu kau tidak serius."


"Bagaimana keadaanmu? Aku memang datang untuk melihat keadaanmu."


"Gara-Gara siapa aku jadi seperti ini, Nona?"


"Aku akan bertanggung jawab," ucap Cristin dan semoga saja dia tidak menyesali ucapannya ini.


"Kau mau bertanggung jawab?" tanya Orland memastikan.


"Ya, aku yang telah membuatmu seperti ini jadi aku akan merawatmu hari ini. Apa yang harus aku lakukan, apa kau sudah makan? Jika belum ijinkan aku menggunakan dapurmu untuk membuatkan makanan."


"Kau tahu, Cristin," Orland tersenyum dan meraih tangannya. Cristin memandanginya dengan tatapan curiga, jangan katakan Orland ingin meminta dirinya melakukan hal lain.


"Dari pada makanan aku lebih membutuhkan kasih sayang darimu jadi temani aku tidur."

__ADS_1


"Apa? Orland, jangan bercanda!" teriak Cristin tapi Orland sudah membawanya menuju kamar.


"Aku tidak bercanda, aku ingin kau menemani aku tidur."


"Pria dan wanita yang tidak memiliki hubungan apa pun dilarang tidur bersama!" teriak Cristin lagi.


"Tidak perlu malu, kita sudah tidur berdua di tenda waktu itu."


"A-Apa?" wajah Cristin memerah, matanya melihat sana sini. Bagaimana jika ada yang mendengar ucapan Orland lalu salah paham?


"Kau yang ingin bertanggung jawab Cristin dan aku tidak akan menolak!"


"Tapi maksudku?" Cristin panik karena Orland sudah membawanya ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya rapat.


"Orland!" Cristin berusaha menahan tangan Orland. Dia datang hanya untuk melihat keadaan pria itu saja. Cristin kira Orland akan menariknya sampai menuju ranjang tapi ternyata tidak karena pria itu sudah memeluknya dengan erat.


"Aku sangat senang kau mau datang ke sini," ucapnya.


"A-Aku hanya ingin melihat keadaanmu saja."


"Itu sudah cukup bagiku, Cristin. Maaf aku tidak mencarimu karena keadaanku."


"Tidak apa-apa, Orland," Cristin mengangkat tangannya dan membelai rambut tebal pria itu.


Orland tersenyum, pelukannya semakin erat. Dia sungguh senang Cristin datang ke rumahnya. Terima kasih pada anjing Chihuahua. Berkat anjing itu dia bisa mendapatkan penyakit bodoh itu.


"Pergilah berbaring, Orland. Aku akan pulang dan tidak mau mengganggu waktu istirahatmu."


"Temani aku, please. Kau bilang ingin bertanggung jawab, bukan?"


"Tapi aku?" Cristin tampak gugup dan ragu.


"Ayolah, aku berjanji tidak akan melakukan apa pun."


Cristin menghela napas dan mengangguk, hanya sebentar saja. Lagi pula dia tidak melakukan apa pun hari ini. Hanya menemani Orland sebentar dan setelah itu dia akan pulang.


Orland sangat senang, dia segera mengajak Cristin berbaring. Orland tidak berhenti memandanginya karena wanita yang dia inginkan berada di atas ranjangnya. Cristin jadi merasa aneh, dia membalikkan tubuhnya dengan terburu-buru. Sial, kenapa jantungnya jadi berdebar?


Di luar sana, Johan memilih pergi karena dia tidak mau menunggu Cristin seperti orang bodoh di sana. Lagi pula ini baru permulaan dan dia masih memiliki hari esok dan masih memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Cristin. Dalam satu bulan ini, sebelum Lauren datang, dia yakin dia sudah bisa bersama dengan istrinya kembali tapi sayangnya dia tidak tahu, istrinya sedang menemani pria satu juta dolarnya di dalam sana.

__ADS_1


__ADS_2