
Orland dan Cristin sudah kembali dari berbulan madu. Mereka langsung disibukan dengan pekerjaan yang mereka tinggalkan. Kedua orangtua Cristin mulai melakukan perjalanan keliling dunia mereka, mereka mempercayakan bisnis perhotelan mereka pada putri semata wayang mereka.
Tidak saja sibuk dengan pekerjaannya, tapi Orland juga sibuk dengan kasus penipuan yang pamannya lakukan. Semenjak kejadian itu, rumah tinggal mereka disita oleh pihak bank. Perusahaan mereka juga mengalami kehancuran namun semua diambil kendali oleh Gail. Sesuai dengan perintah Orland, perusahaan itu langsung di akuisisi olehnya sehingga perusahaan itu kembali ke tangannya atas nama dirinya lagi.
Rumah peninggalan kedua orangtuanya pun dibeli oleh Gail di acara lelang yang dilakukan oleh pihak bank. Memang perlu keluar sedikit uang tapi tidak jadi soal yang penting semua itu bisa kembali ke tangannya. Lagi pula dia membeli rumah itu kembali dari uang Zion yang digunakannya untuk berinvestasi dengan Zake.
Zion dan ayahnya sudah berada di penjara, mereka dijatuhi hukuman belasan tahun atas perbuatan mereka. Hukuman itu sudah cukup setimpal untuk mereka. Lagi pula mereka sudah tidak memiliki apa pun lagi, aset yang mereka miliki sudah disita. Seperti yang mereka lakukan pada Orland dulu, begitu juga yang dilakukan oleh Orland.
Sejak awal mereka tidak pernah menganggap Orland sebagai keluarga, sebab itu mereka begitu tega menjebaknya dan mengambil apa yang dia miliki tapi kini, semua sudah kembali ke tangannya. Isabel dan ibunya tidak memiliki tempat tinggal, mereka sudah seperti gelandangan di jalan. Kejiwaan mereka bahkan sedikit bermasalah sehingga mereka menyerang siapa saja yang mereka temui.
Video porno yang sudah tersebar luas membuat Isabel depresi berat, sedangkan ibunya depresi karena dalam sekejap mata saja apa yang dia nikmati hilang begitu saja. Uang, perhiasan dan barang-barang mahalnya hilang sudah. Mereka tidak sanggup menghadapi cibiran orang-orang terhadap mereka sebab itu mereka menyerang siapa saja yang mereka temui. Karena tindakan mereka yang membahayakan orang-orang, mereka akhirnya diamankan dan dibawa ke rumah sakit jiwa.
Khusus hari ini, Orland meluangkan waktu untuk melakukan beberapa hal dan dia sudah berada di perusahaan ayahnya saat itu. Tidak ada yang berubah, semua terlihat sama. Meja kayu yang diukir oleh ayahnya masih ada, lukisan kesukaan ayahnya pun masih berada di tempatnya. Setidaknya mereka tidak merubah apa pun yang ada di perusahaan itu.
Tidak ada kegiatan sama sekali karena para karyawan sudah mogok bekerja saat perusahaan itu sudah jatuh, mereka bahkan tidak tahu jika perusahaan itu sudah di akuisisi oleh Orland. Dia juga hanya datang melihat karena setelah itu, dia akan merombak semuanya dan mempekerjakan karyawan baru yang lebih kompeten.
Orland berdiri di depan jendela, tatapannya menerawang keluar. Rasanya kembali seperti dulu karena dia suka berdiri di sana. Setelah perusahaan itu kembali beroperasi, dia akan mengajak Cristin ke tempat itu. Entah kenapa dia jadi merindukan istrinya.
Sebaiknya dia cepat pulang, menyambut istrinya pulang dan menyiapkan makanan untuknya. Orland memutar langkah. Sudah saatnya pergi. Ayahnya pasti melihat dari surga jika dia sudah mengambil kembali perusahaan yang telah direbut oleh pamannya.
Dia akan mengunjungi makam ayahnya dan ibunya dan setelah itu dia akan mengunjungi Zion juga pamannya yang ada di dalam penjara. Setidaknya dia harus menyapa mereka, dia ingin lihat apa lagi yang ingin mereka katakan tentang dirinya.
Orland mengajak Gail pergi, terutama dia pergi ke makam ayahnya dan setelah itu dia akan pergi ke penjara. Dia tidak begitu lama di makam, dia hanya ingin mengatakan pada ayahnya jika perusahaan itu sudah dia ambil kembali. Dia juga akan memulihkan nama ayahnya dan membuat sebuah pesta saat perusahaan itu kembali beroperasi. Para pengusaha yang mengenal ayahnya dulu harus tahu jika perusahaan milik ayahnya kembali berjaya.
__ADS_1
Orland sudah berada di penjara. Dia disambut dengan tidak ramah oleh Zion dan pamannya. Mereka menatap Orland dengan penuh kebencian. Gara-Gara dialah mereka berada di dalam penjara saat ini bahkan mereka tidak tahu bagaimana keadaan Isabel dan juga ibunya.
"Untuk apa kau datang kemari?!" teriak Zion lantang.
"Melihat keadaan kalian," jawab Orland dengan santai.
"Tidak perlu basa basi, sebaiknya kau pergi!" ucap pamannya sinis.
"Kalian benar-benar tidak ramah. Aku meluangkan waktu untuk melihat keadaan kalian tapi aku tahu, kalian pasti sangat membenci aku dan tidak mau bertemu denganku saat ini."
"Jika kau sudah tahu, cepat pergi!" ucap Zion.
"Bagaimana rasanya, Zion?" tanya Orland.
"Apa yang kau rasakan saat ini? Tidak memiliki apa pun, tidak memiliki siapa pun oh, aku salah akan hal ini. Kau memiliki ayah dan juga yang lain sedangkan aku? Aku sangat menghormati dirimu, Uncle. Aku sudah menganggap Zion sebagai saudara apalagi kami tumbuh bersama tapi apa yang kalian lakukan? Kalian mendorong aku ke dasar jurang dengan kejam sehingga aku tidak memiliki apa pun. Kalian keluarga satu-satunya yang aku punya tapi kalian begitu tega mengkhianati aku. Kau masih sangat beruntung karena ayahmu menemanimu di dalam penjara, sedangkan aku? Aku seorang diri saat kalian melemparkan aku keluar dari rumahku sendiri!" rasanya sangat kesal jika mengingat kejadian itu.
"Orland, itu semua salah Uncle. Tolong jangan bawa-bawa Zion, Isabel dan ibu mereka," pinta sang paman.
"Oh, ya? Waktu aku datang ke rumah untuk mengambil barang-barang milik ibuku kalian berempat yang menghina aku."
"Tolong jangan diingat masalah sepele seperti itu, Isabel dan Zion masih labil, mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka lakukan jadi tolong bebaskan Zion, biarkan aku yang menanggung semuanya karena akulah orang yang telah mengkhianati dirimu," pinta pamannya memohon. Dia harap Zion dibebaskan, bagaimanapun dialah yang sejak awal telah meracuni putra dan putrinya.
"Sorry, Uncle. Aku tidak bisa. Semua penghinaan yang kalian berikan padaku, aku kembalikan pada kalian semuanya."
__ADS_1
"Tapi kita ini keluarga, Orland!" teriak Zion.
"Itu dulu, sebelum kalian mengkhianati aku tapi sekarang sudah tidak lagi!" ucap Orland.
"Apa maksudmu tidak lagi? Ayahmu pasti kecewa denganmu karena kau memperlakukan kami seperti ini!" ucap pamannya pula.
"Aku rasa ayahku akan lebih kecewa jika aku melepaskan kalian!"
"Orland!" Zion berteriak marah.
"Tidak perlu berteriak, Zion. Semua yang terjadi karena perbuatan kalian sendiri. Dulu Daddy mempercayakan sebuah perusahaan untuk kau kelola, Uncle. Dia bahkan berkata padaku akan memberikan perusahaan itu padamu jika kau mampu memajukannya supaya kalian bisa maju seperti dirinya dan supaya Zion Tidak menjadi pengangguran tapi apa yang terjadi? perusahaan itu hancur tapi Daddy tidak mempermasalahkan hal itu tapi kalian justru serakah menginginkan perusahaan Daddy setelah dia tiada!"
Louis menunduk, waktu itu adiknya memang memberikan sebuah perusahaan kecil untuknya tapi pengalamannya dalam berbisnis kurang sehingga dia tidak bisa memajukan perusahaan yang adiknya berikan. Karena kesal dan iri, sebab itu setelah adiknya meninggal dia menipu Orland yang masih muda dan naif untuk mengambil alih perusahaan yang ditinggalkan oleh adiknya. Berkat pengalaman yang dia miliki karena adiknya terus mengajarinya berbisnis akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan sejak lama namun sekarang, dia memang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan.
"Semua memang salah Uncle, Orland. Sebab itu lepaskan Zion karena dia tidak bersalah," pinta paman-nya.
"Sorry, Uncle. Kalian memang harus berada di sini untuk mempertanggungjawabkan semua yang kalian lakukan karena dia juga terlibat saat kalian menipu aku. Soal Isabel dan Aunty, mungkin aku akan sedikit bermurah hati pada mereka dan memindahkan mereka ke rumah sakit jiwa yang lebih baik!"
"Apa?" Zion dan ayahnya terkejut. Apa maksud perkataan Orland?
"Seharusnya kalian tahu risiko dari apa yang kalian lakukan. Selamat tinggal!" setelah berkata demikian, Orland melangkah pergi. Zion masih berteriak. tidak terima. Setelah menjalani masa tahanan selama belasan tahun lalu mereka punya apa? Mereka akan menjadi gelandangan saat mereka keluar karena mereka tidak memiliki apa pun.
Orland pergi dari tempat itu tanpa mempedulikan teriakan dan makian Zion. Para petugas mulai mengamankan pemuda itu dan membawanya kembali ke penjara. Louis hanya bisa mengikuti para petugas dengan penyesalan di hati. Apa sebenarnya yang telah dia lakukan? Dia benar-benar sudah menjerumuskan keluarganya di jalan yang salah dan sekarang, mereka semua hancur akibat keserakahan dan pengkhianatan yang telah mereka lakukan.
__ADS_1