
Isabel kembali ke rumah dengan kemarahan di hati, dia juga harus menanggung malu yang teramat sangat. Semua harapannya kandas dan sialnya, ternyata dia tidur dengan seorang cleaning service. Jangan sampai ada sahabatnya yang tahu jika tidak mau ditaruh di mana wajahnya?
Ternyata tidak saja dia yang kembali dengan perasaan kecewa dan malu, Zion juga kembali dengan perasaan seperti itu. Sungguh dia curiga dengan tanda tangan yang ada di dokumen. Dia bahkan mencoba bertanya pada para rekan bisnisnya apakah benar pemilik Weyland Corporation bernama Weyland.
Para rekan bisnis yang sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan itu hanya menjawab bukan. Mereka tidak mengatakan siapa pemiliknya karena setiap surat kontrak yang mereka tanda tangani mewajibkan mereka untuk tidak membocorkan siapa pemilik perusahaan itu jika tidak kerja sama akan langsung dibatalkan dan mereka harus membayar denda. Semua dilakukan agar Zion dan pamannya tidak tahu.
Zion merasa tertipu dengan perusahaan itu, dia sungguh tidak terima dan dia akan menuntut jika diperlukan. Padahal dia sudah sangat senang tapi apa yang telah terjadi? Dia tidak menyangka perusahaan besar seperti Weyland Corporation akan menipunya.
Suara teriakan Isabel terdengar saat dia kembali. Zion mengernyitkan dahinya, apa yang membuat Isabel berteriak seperti itu? Tanpa rasa curiga, Zion masuk ke dalam rumah namun dia disambut oleh sebuah vas bunga yang melayang ke arahnya.
Zion segera menghindar, vas bunga menghantam pintu dan jatuh di atas lantai. Benda itu pun hancur berantakan, serpihan beling dari vas hampir mengenai kaki Zion.
"Apa yang sedang kau lakukan?" teriak Zion.
"Semua ini gara-gara rencanamu!" teriak Isabel pula.
"Apa maksudmu? Bicara yang jelas!" Zion tampak kesal. Dia sedang pusing karena merasa ditipu tapi kini adiknya semakin membuatnya kesal.
"Gara-Gara kau meninggalkan aku seorang diri, aku justru terjebak oleh permainan yang kita buat!"
"Terjebak bagaimana? Bukankah kau sudah memberinya obat dan tidur dengannya?"
"Bodoh, kau sudah tertipu. Pria itu tidak pingsan sama sekali!" dia ingat sekarang, ketika dia ingin memindahkan anggur ke mulut Gail, dia merasa seseorang memukulnya dengan keras. Dia bahkan sudah bisa mengingat apa yang dia lakukan setelah dia tersadar akibat obat perangsang. Dia yang memaksa cleaning service itu untuk meredakan gairah akibat obat yang dia rasakan. Setelah melihat foto-foto yang diberikan oleh Gail, dia bisa mengingatnya dan sekarang dia benar-benar malu.
"Tidak mungkin, aku sudah memukulnya sampai pingsan!" Zion sangat yakin akan hal itu.
"Dia tidak pingsan, dia justru memukul aku sampai pingsan dan membuat aku meminum anggur berisi obat perangsang itu sehingga aku tidak sadar jika aku tidur dengan seorang cleaning service!" teriak Isabel lantang.
__ADS_1
"Mustahil!" Zion masih tidak percaya.
"Kau masih tidak percaya?" Isabel menghampiri Zion dan melemparkan foto-fotonya yang sedang tidur dengan cleaning service hotel.
"Lihat baik-biak, dia justru menjebak kita!" teriaknya.
Zion mengambil selembar foto yang ada di bawah kaki, kemarahannya memenuhi hati. Ternyata kecurigaannya benar, justru mereka yang tertipu oleh pria bernama Weyland tersebut.
"Apa kau sudah percaya sekarang? Apa kau percaya?!" teriak Isabel.
"Kenapa kau berteriak seperti itu, Isabel?" tanya ayahnya yang baru kembali bersama dengan ibunya.
"Aku hancur, Dad. Aku sudah hancur dan semua itu gara-gara kebodohan Zion!" teriaknya.
"Jangan menyalahkan aku, aku juga sudah tertipu!" teriak Zion.
"Ada apa? Coba jelaskan?" tanya ibu mereka.
"Pria itu, dia telah menjebak kami. Aku sudah tahu jika dia tidak mungkin akan menandatangani dokumen itu sehingga aku berencana menjebaknya. Aku memukulnya sampai pingsan dan mengantarnya ke kamar Isabel namun aku tidak menduga dia hanya pura-pura sehingga justru kami yang terjebak!"
"Terjebak seperti apa?" tanya ibu mereka tidak mengerti.
"Akibat kejadian itu aku harus tidur dengan cleaning service, Mom!" ucap Isabel putus asa.
"Apa?" Kedua orangtuanya terkejut.
"Dia juga memiliki foto-foto memalukan itu, pria itu juga mengancam akan menuntut aku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
__ADS_1
"Zion!" Louis Dmytry berteriak lantang. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh putra dan putrinya? Kenapa mereka melakukan perbuatan bodoh sehingga mereka mengalami hal seperti itu?
"Ha... Ha... Ha.. Ha..!" Zion tertawa lantang sambil melangkah pergi. Dia sungguh tidak menduga jika mereka tertipu seperti ini. Sebenarnya apa motif pria bernama Weyland itu melakukan hal seperti itu pada mereka? Dia yakin pria itu sudah merencanakan hal itu sebelumnya sehingga dia berpura-pura pingsan saat dia memukulnya.
"Sial, padahal aku mengira kita sudah berhasil tapi kenapa semua jadi seperti ini? Aku sungguh tidak menduga kita sudah salah perhitungan!" ucap Zion.
"Apa yang kau pikirkan sehingga kau berbuat seperti itu, Zion? Kau mengatai Orland seorang pecundang, coba lihat dirimu saat ini? Apa bedanya kau dengan Orland? Jangan sampai kau melakukan apa yang seperti dia lakukan dulu sehingga perusahaan yang sudah kita dapatkan dengan susah payah menjadi hancur di tanganmu!" ucap ayahnya.
"Jangan samakan aku dengan pecundang itu, Dad! Aku tidak mungkin melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Orland dulu, aku melakukan hal ini hanya untuk mendapatkan bisnis yang lebih menguntungkan. Lagi pula aku yang menawarkan, bukan perusahaan itu jadi kita tidak rugi apa pun."
"Lalu bagaimana dengan adikmu sekarang? Adikmu bisa hancur jika aib itu sampai tersebar luas," ucap ibunya.
Zion melirik ke arah Isabel yang sedang menangis di dalam pelukan ibunya. Dia rasa itu tidak akan jadi soal. Semua orang pernah melakukan s**x, siapa yang akan meributkan hal seperti itu di negara bebas seperti Amerika?
"Tidak perlu berlebihan, Isabel. Kau juga sudah menjalin hubungan dengan beberapa pria dan itu bukan pertama kalinya bagimu!"
"Enak saja kau berbicara, kau tidak berada di posisiku!" teriak Isabel marah.
"Lalu kau mau apa, hah? Apa kau pikir aku bisa memutar balikkan waktu sehingga apa yang kau alami tidak terjadi? Aku juga tidak mau hal itu terjadi tapi apa yang bisa aku lakukan saat ini? Anggap saja kau sedang sial karena tidur dengan cleaning service itu dan aku yakin pria yang tidur denganmu tidak akan menyebarkan hal ini kepada media. Memangnya siapa kau? Kau bukan artis besar jadi tidak ada untungnya buat pria itu menyebarkan apa yang sudah terjadi!"
"Sialan kau, Zion. Yang aku pikirkan buka cleaning service-nya tapi pria bernama Weyland itu memiliki foto memalukan diriku dan dia juga berkata akan menuntut aku karena aku hendak memperkosanya!" teriak Isabel marah.
Zion menghembuskan napasnya, sial. Kenapa jadi rumit seperti ini?
"Baiklah, tidak perlu khawatir. Besok aku akan menemui pria itu. Aku akan menegakkan keadilan untukmu, aku juga ingin tahu kenapa pria itu melakukan hal seperti ini. Aku yakin seratus persen jika tanda tangan yang ada di proposal itu palsu dan aku curiga jika pria itu bukanlah pemilik Weyland Corporation."
"Tidak, aku pergi menemuinya di perusahaan itu dan aku harap kau bisa membersihkan namaku dan membujuk pria itu untuk tidak menuntut aku!"
__ADS_1
Zion mengernyitkan dahi, jadi benar pria itu adalah pemilik Weyland Corporation? Sial, jangan-jangan pria itu sengaja menjebak mereka karena rencana mereka sudah ketahuan. Entah kenapa dia merasa curiga jika ada seseorang di balik pria yang mengaku sebagai Weyland itu tapi siapa?
Apakah saingan bisnisnya ataukah? Besok dia akan menemui pria itu dan mencari tahu karena dia curiga ada seseorang dibalik itu semua.