
Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, Keadaan Cristin sudah membaik tapi dia sibuk karena dia harus memberikan keterangan pada pihak berwajib akibat kasus yang dia alami. Dia juga dimintai penjelasan mengenai mayat wanita yang berada di lokasi kejadian.
Semua yang dia alami tidak dia tutupi sampai polisi terkejut akan kegilaan Johan. Pira itu bahkan harus menjalani tes kejiwaan tapi tidak ada masalah dan dia dinyatakan tidak sedang mengalami gangguan mental.
Karena hal itu, Johan tidak bisa mengelak tuntutan berlapis yang akan menjeratnya. Bisnis ilegal yang dia jalani bersama dengan Dean semakin memperberat hukuman yang harus dia jalani.
Selama di dalam penjara dia juga melukai para napi, tidak saja para napi Johan juga melukai beberapa sipir. Hal itu semakin memperburuk keadaan, dia dianggap sebagai napi paling berbahaya.
Johan bertingkah seperti itu karena dia marah tidak bisa bertemu dengan Lauren. Kemarahannya semakin memuncak saat tahu jika Lauren sudah di makamkan. Dia terus berteriak jika yang harus mati adalah Cristin. Dia bahkan meminta para petugas untuk menggali makam Lauren dan meminta mereka untuk mengembalikan Lauren padanya.
Hari ini, sidang keputusan untuk banyaknya kasus yang dia lakukan akan digelar. Keputusan itu diambil dengan cepat karena Johan semakin hari semakin menggila. Dia harus segera diisolasi ke penjara khusus agar tidak ada napi yang celaka oleh karena perbuatannya.
Di sidang nanti, Cristin akan hadir. Dia sangat ingin tahu apa yang akan terjadi dengan mantan suami gilanya itu. Dia akan ditemani oleh Orland, dia merasa lebih aman bersama dengan pria itu.
Cristin masih berada di rumah, dia menunggu kedatangan Orland. Pria itu sedikit sibuk beberapa hari belakang, dia sedang membangun sebuah bisnis baru agar persahaannya semakin maju. Tentunya sebuah perusahaan bernama lain juga sudah dia siapkan sejak dia kembali ke kota itu, perusahaan itu dia persiapkan untuk menjebak pamannya.
Seseorang yang dia inginkan sejak lama juga sudah didapatkan oleh Gail. Dia adalah asisten sang ayah yang mengkhiantinya dulu. Pria itu ditangkap di kota lain, tentunya Gail langsung membawa pria itu untuk menemui Orland.
Mantan asisten ayahnya yang bernama Zake sangat heran saat dia dibawa masuk ke dalam sebuah tempat yang tampak asing. Zake masih belum paham kenapa Gail menangkap dan membawanya tapi ketika melihat Orland, pria itu sangat terkejut.
"Orland," nama itu terucap di bibir, matanya bahkan melotot.
"Kenapa? Apa kau terkejut melihatku, Zake?" cibir Orland. Jika mengingat perbuatan yang dilakukan oleh pria itu rasanya sangat ingin memukul wajahnya dan melemparkannya ke dalam penjara tapi dia harus sabar dan membuang semua ego itu. Pria itu yang telah membuatnya kehilangan perusahaan ayahnya maka pria itu pula yang akan mengembalikan perusahaannya. Saat Zion tahu jika tandatangan yang ada di dokumennya adalah palsu maka pada saat itu dia ingin Zake mengambil alih dan mengangkatnya setinggi langit lalu menghempaskannya ke dasar lubang yang paling dalam bersama dengan keluarganya.
"Ti-Tidak mungkin, bagaimana bisa?" Zake terlihat tidak percaya.
"Itu pertanyaanku, Zake. Bagaimana bisa kau mengkhianati aku padahal aku dan ayahku sangat mempercayaimu!!"
"Aku tidak mengkhianatimu, kau saja yang terlalu bodoh bisa ditipu dengan mudahnya. Kau tidak seperti ayahmu, dia lebih jeli dan teliti saat berbisnis!"
"Oh ya?" Orland mendekatinya dengan kemarahan di hati.
__ADS_1
"Jika waktu itu kau tidak memalsukan dokumen itu maka semua yang aku alami tidak akan terjadi!"
"Lalu apa maumu? Kau tidak punya bukti yang bisa menyeret aku ke dalam penjara!" teriak Zake.
"Sayang sekali, aku punya bukti semua kejahatan yang kau lakukan padaku. Aku bisa mengirimmu ke penjara, Zake. Aku bahkan bisa membuat hidupmu menderita!"
"Tidak perlu menipu, memangnya apa yang bisa dilakukan oleh pecundang seperti dirimu??" cibir Zake.
"Apa kau ingin melihat apa yang bisa aku lakukan?" Orland tersenyum dan melangkah pergi, "Aku bukan Orland yang dulu lagi, Zake. Aku bukan pecundang yang bisa kau tipu dengan mudah. Aku akan mengirimmu ke dalam penjara sebelum aku mengirimkan pamanku dan Zion. Aku bahkan bisa membuat seluruh keluargamu menjadi gelandangan!"
"Tidak perlu membual, aku tidak percaya jika kau bisa melakukannya!" Zake masih tidak percaya jika pria bodoh yang mudah ditipu itu bisa melakukan hal demikian!"
"Gail, hubungi universitas di mana putrinya sedang bersekolah dan minta mereka untuk mengeluarkan putri Zake lalu sebarkan foto tidak senonohnya ke media masa agar hidupnya hancur!"
"Da-Dari mana kau tahu putriu?" Zake mulai takut.
"Tentu aku tahu, aku juga tahu di mana putramu sedang menuntut ilmu jadi jangan meremehkan aku jika kau masih sayang dengan mereka!"
"Sebaiknya tidak macam-macam, aku akan membunuhmu dengan mudah dan menghabisi keluargamu!" ucap Gail.
"Ja-Jangan lakukan, sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Zake ketakutan. Dia tidak menyangka Orland akan mengancamnya seperti itu.
"Mudah saja, aku ingin kau melakukan seperti apa yang kau lakukan padaku dulu."
"Apa? Mereka mana mungkin mempercayai aku lagi!" ucap Zake.
"Ikuti dia, kau akan tahu apa yang akan kau lakukan nanti. Ingat, jangan mengecewakan aku karena aku tidak akan segan menggancurkan keluargamu seperti kau menghancurkan aku dulu!" ucap Orland.
Zake, menelan ludah. Dia rasa Orland tidak sedang bercanda. Selama ini dia selalu melakukan yang terbaik untuk keluarganya, sebab itu dia mengkhianati Orland demi uang yang ditawarkan oleh paman Orland dan sekarang, gelar ayah hebat yang dia dapatkan dengan susah payah tidak boleh hilang.
"Jika aku melakukan apa yang kau perintahkan, apakah kau akan melepaskan aku dan keluargaku?" tanya Zake.
__ADS_1
"Semua tergantung performa yang kau lakukan tapi satu saja kesalahan yang kau lakukan maka aku tidak akan segan!"
"Ba-Baiklah, asal kau melepaskan keluargaku maka aku akan melakukan apa pun yang kau perintahkan!"
"Bagus, bawa dia Gail!" perintah Orland.
Gail mengangguk dan membawanya pergi, Orland masih beranjak setelah kepergian mereka. Sebentar lagi, dia yakin dia bisa membalas orang-orang yang telah membuatnya hancur. Tinggal menunggu sedikit waktu, dia harap Zion segera sadar akan proposal itu dan memang Gail mulai curiga karena setelah penandatanganan proposal tersebut, tidak ada konfirmasi apa pun dari Weyland Corporation.
Orland masih belum beranjak saat ponselnya berbunyi, dia lupa harus menemani Cristin.
"Hallo," dia bahkan menjawab tanpa melihat.
"Hei, aku sudah menunggumu sedari tadi tapi kenapa kau belum juga datang?!" Cristin terdengar kesal.
"Oh, tidak. Jam berapa sekarang?" Orland melihat jam yang melingkar di tangan, "Sial, aku benar-benar lupa!" ucapnya seraya beranjak.
"Jika dalam waktu setengah jam kau tidak juga datang, maka jangan temui aku selama dua bulan!" ancam Cristin.
"Sial, tiba-tiba aku memerlukan sayap!" Orland sudah berlari keluar, waktu setengah jam tidaklah banyak.
"Aku tunggu, Tuan dmytry. Gunakan semua tenaga yang kau miliki!" goda Cristin.
"Ck, padahal tenagaku ini aku simpan untuk malam pernikahan kita nanti!" ucap Orland.
"Jika begitu anggap sedang latihan agar kau semakin kuat!"
"Jangan memancingku, Sayang," Orland sudah berada di mobil dan membawanya dengan cepat.
"Tunggu di sana baik-baik, lima belas menit lagi aku tiba!"
Cristin tersenyum, dan meletakkan ponselnya karena mereka sudah selesai berbicara. Dia hanya bercanda tapi memang sebentar lagi sidang akan dimulai dan dia harap ini akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan Johan.
__ADS_1