Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Bukti


__ADS_3

Karena Orland akan mengajaknya pergi untuk mengambil bukti yang sudah didapatkan oleh sahabat Gail, jadi Cristin tidak jadi bekerja.


Sesungguhnya dia ingin bekerja tapi saat dia membahas hal itu pada ayah dan ibunya, ayahnya meminta Cristin untuk menunda pekerjaan yang bisa dia lakukan kapan saja dan berfokus terlebih dahulu pada perceraiannya dengan Johan.


Jujur saja, kedua orangtuanya juga sudah tidak sabar putri mereka bercerai agar putri mereka memiliki status yang jelas apalagi mereka bisa melihat jika Orland serius dengan putri mereka. Jangan sampai pemuda itu mendapat pandangan buruk dari orang-orang karena sampai sekarang, yang mereka tahu Cristin adalah istri Johan.


Cristin menunggu Orland di rumah, dia sudah mengabari Orland jika dia tidak jadi bekerja dan akan menunggu di rumah. Ayahnya bahkan ada di rumah karena ada yang hendak dia bahas dengan Orland. Pemuda itu benar-benar bisa mereka andalkan, mereka bahkan tidak perlu turun tangan.


Sambil menunggu kedatangan Orland, Cristin berbincang dengan ayah dan ibunya. Mariana sangat ingin tahu kenapa Orland bisa menemukan bukti perselingkuhan yang dilakukan oleh Johan.


"Kenapa tiba-tiba Orland bisa menemukan bukti perselingkuhan Johan, Cristin?" tanya sang ibu yang sudah begitu penasaran.


"Semua berawal dari pembicaraan Johan yang didapatkan oleh asisten Orland, Mom."


"Pembicaraan apa?" tanya ayahnya.


"Entahlah, dia membicarakan sesuatu tentang pengorbanan."


Kedua orangtua Cristin saling pandang, apa maksud ucapan putri mereka?


"Pengorbanan apa?" tanya ibunya.


"Entahlah, Mom. Kami juga tidak tahu."


"Kenapa tiba-tiba Mommy punya firasat buruk akan hal ini, Cristin," ucap ibunya. Entah kenapa dia merasa putrinya dalam bahaya.


"Tidak perlu khawatir, Mom. Aku rasa ucapannya tidak memiliki arti apa pun."


"Mommy harap begitu, semoga dia tidak memiliki niat jahat apa pun padamu. Sebaiknya kau berhati-hati sekalipun kau sudah berpisah dengannya," pesan ibunya.


"Aku pasti akan berhati-hati, Mommy tidak perlu khawatir. Lagi pula aku sudah tidak sendirian lagi," Cristin tersenyum. Yeah... dia sudah tidak sendirian lagi.


"Kau benar, kami sangat senang kau bisa bersama dengan Orland."


"Sepertinya kalian begitu menyetujui aku menjalin hubungan dengannya?" Cristin memandangi ibunya. Dia jadi ingin tahu reaksi kedua orangtuanya saat mereka tahu jika Orland berniat melamarnya nanti.


"Tentu saja. Dibandingkan dengan Johan, kami lebih suka kau dengan pemuda itu. Seandainya kau bertemu dengannya terlebih dahulu, maka kau tidak akan mengalami hal seperti ini." ucap ibunya.


"Jika begitu kalian tidak keberatan bukan jika suatu hari dia datang dan melamarku?"


"Apa? Apa dia melamarmu?" Mariana terlihat senang.

__ADS_1


"Jangan buru-buru Cristin, kau saja belum bercerai!" ucap ayahnya


"Aku tahu Dad, aku bilang suatu saat nanti. Bukan berarti sekarang."


"Ck, kau merusak suasana saja!" Mariana memukul lengan suaminya.


Cristin terkekeh, kenapa jadi ibunya yang bersemangat? Tapi dia bisa melihat jika kedua orangtuannya tidak akan keberatan saat Orland melamarnya nanti.


Di luar sana, Orland sudah tiba. Seorang pelayan menghampiri Cristin untuk mengatakan jika ada tamu yang mencarinya.


Cristin segera beranjak karena dia tahu siapa yang datang. Orland tersenyum saat Cristin berlari ke arahnya dan melompat ke dalam pelukannya. Langkah Orland sedikit sempoyongan, sepertinya dia harus minum banyak susu agar tulangnya kuat.


"Kau terlihat begitu senang, Nona."


"Tentu saja, aku sudah menunggumu sedari tadi karena aku sudah sangat ingin melihat bukti itu."


"Jika begitu apa yang kau tunggu? Ayo kita segera pergi!"


"Tapi, Tuan Dmytry," Cristin meletakkan jarinya di bibir Orland, "Ayah dan ibuku ingin berbicara denganmu sebentar."


"Baiklah," tangan Cristin disingkirkan, Orland mengecup bibir sejenak.


Selama Cristin bersiap-siap, Orland mendapatkan pertanyaan tentang bukti yang bisa dia dapatkan. Orland mengatakan semuanya, dia juga memperdengarkan rekaman pembicaraan Johan.


Rasa khawatir kembali menyelimuti hati ibu Cristin, dia punya firasat buruk akan hal itu. Entah apa tapi dia merasa akan terjadi sesuatu pada putrinya.


Cristin sudah selesai, dia segera keluar dari kamar. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul satu siang. Mereka segera pamit dan bergegas menuju Hard Rock Cafe untuk menemui sahabat Gail. Orland bahkan sudah menyiapkan cek untuk membayar sahabat Gail.


Mereka duduk bersama, Cristin terlihat tidak sabar. Mereka tiba saat waktu menunjukkan pukul setengah dua siang. Masih ada setengah jam lagi tapi waktu setengah jam itu terasa begitu lama.


Minuman Cristin sudah habis, dia terlihat begitu gelisah dan tidak sabar. Orland bahkan bisa melihatnya duduk dengan gelisah.


"Rileks, Cristin," Orland memegangi tangannya.


"Aku hanya tidak sabar," ucap Cristin.


Gail berusaha menghubungi sahabatnya, dia harap sahabatnya cepat tiba dan tidak mengikari janji. Seorang pria turun dari mobil, itu dia rekannya. Mereka bahkan saling berpelukan sejenak karena sudah lama tidak bertemu dan setelah itu Gail mengajak rekannya masuk untuk menemui bosnya yang sudah menunggu.


"Sir, sahabatku sudah datang," ucap Gail.


"Bagus, langsung saja!" ucap Orland.

__ADS_1


"Maaf jika membuat kalian menunggu," sebuah map diletakkan di hadapan Orland, "Aku rasa inilah yang kau inginkan," ucap sahabat Gail.


Cristin segera menyambarnya, dia sungguh sudah tidak sabar. Map dibuka, isi dikelurkan. Cristin melihat kebersamaan Johan dengan kemarahan di hati. Ternyata masih dengann wanita yang dia lihat di malam pernikahan mereka.


Dia marah bukan karena kebersamaan Johan dengan wanita itu. Dia marah karena Johan masih saja menipu dirinya dengan penyesalan palsu dan ungkapan cinta palsu. Apa Johan kira dia wanita gampangan yang bisa dia tipu lagi?


"Bagaimana, Cristin?" Orland memegangi tangan Cristin yang bergetar akibat emosi.


"Memuakan! Dia masih menjalin hubungan dengan wanita itu tapi dia berkata jika dia sudah tidak memiliki hubungan apa pun dengan wanita itu lagi! Kau lihat ini?" Cristin meletakkan foto Johan yang sedang berpelukan dengan Lauran. Foto mereka sedang berciuman saat di kamar juga ada.


Sekarang hatinya tidak sakit lagi melihat kebersamaan Johan dengan wanita itu. Rasanya berbeda dengan beberapa tahun lalu. Waktu itu dia hancur tapi sekarang dia muak. Mungkin karena cinta yang ada untuk Johan sudah tidak ada lagi.


"Apa kau punya salinannya?" tanya Cristin.


"Tentu," sebuah flashdisk diberikan. Semua foto perselingkuhan Johan ada di sana.


"Terima kasih, Cristin tersenyum saat mengambilnya.


Dia kembali melihat foto-foto Johan, sedangkan Orland memberikan cek pada sahabat Gail sebagai bayaran atas pekerjaannya. Cek sudah didapat, Gail dan sahabatnya melangkah pergi untuk berbincang di luar sana.


Orland mengambil foto yang diletakkan Cristin di atas meja. Dia melihat foto itu lalu melihat ke arah Cristin. Dia ingin tahu bagaimana ekspresi wajah Cristin tapi ternyata dia sudah terlihat santai tidak seperti pertama kali meliihat foto-foto itu.


"Apa dia wanita sama yang berselingkuh dengan suamimu?" tanya Orland.


"Yeah, aku tidak mungkin melupakan wajah wanita yang sudah bercinta dengan suamiku di malam pernikahan kami!"


"Apa yang kau rasakan Cristin, apa kau cemburu melihat kebersamaan mereka berdua?" tanya Orland.


"Pertanyaan macam apa itu? Untuk apa aku cemburu?" Cristin melotot ke arah Orland.


"Yeah ... aku kira!" jawab Orland seraya mengangkat bahu.


"Bodoh, aku tidak mungkin cemburu. Aku hanya marah karena dia menipu aku dengan kata-kata manis yang memuakan agar kami tidak bercerai tapi nyatanya dia masih menjalin hubungan dengan wanita itu. Apa dia mengira aku bodoh? Apa dia mengira aku begitu mudah ditipu? Aku hanya marah dan merasa muakk!!"


"Baiklah, maaf karena aku sudah salah sangka."


"Tidak apa-apa, ayo kita pergi untuk memberikan bukti ini dan besok, aku akan melemparkan bukti itu tepat di wajahnya," ucap Cristin. Itu sebabnya dia memerlukan salinannya.


"Baiklah, ayo kita pergi," semua bukti dibereskan dan setelah itu mereka pergi untuk memberikan bukti-bukti itu pada sang pakar pernikahan.


#Sorsy Guys gak bisa ngabulin memunculkan angggota Smith karena gak ada planing. Kalau tiba-tiba muncul akan jadi aneh nantinya. Wkwkwwkw... Next project moga bisa aku munculin tapi kalau kangen mampir aja di apknya 😂#

__ADS_1


__ADS_2