
Orland masih berdiri di depan jendela dan terlihat berpikir. Dia tampak tidak percaya jika Caitlyn mencarinya. Setelah bertahun-tahun, yeah...dia masih ingat terakhir kali mereka bersama. Saat itu dia belum jatuh, hubungan mereka baik-baik saja tapi ketika dia jatuh pada titik terendah, Caitlyn menghilang. Dia bahkan berusaha menghubunginya agar Caitlyn memberinya tumpangan untuk malam itu saja tapi ponselnya sudah tidak aktif. Dia juga sudah mencari Caitlyn di apartemennya tapi dia tidak menemukan keberadaan wanita itu.
Caitlyn tiba-tiba menghilang, seperti para sahabatnya. Tidak ada satu kata pun yang diucapkan oleh Caitlyn saat itu dan sekarang, untuk apa dia mencarinya?
Sesungguhnya banyak yang ingin dia tahu, kenapa Caitlyn menghilang begitu saja. Kenapa Caitlyn tidak ada saat dia sangat membutuhkan wanita itu. Mungkin dia akan menanyakan hal itu jika dia bertemu dengan Caitlyn.
Orland mengusap wajah, tidak. Hal itu tidaklah penting, dia harus waspada pada Caitlyn. Jangan sampai wanita itu mengganggu hubungannya dengan Cristin. Wanita itu pasti tidak akan memaafkan dirinya jika sampai dia membiarkan Caitlyn dekat dengannya lagi. Dia tahu Cristin tidak suka dengan pengkhianatan, sebab itu dia tidak mau Cristin salah paham dan mengira dia hanya mempermainkan dirinya saja.
Lagi pula hubungan mereka sudah berakhir pada malam itu walaupun kata putus belum diucapkan oleh salah satu dari mereka. Orang yang tidak ada di saat dia sedang terpuruk tidak berarti baginya lagi. Dia justru harus mewaspadai Caitlyn. Bisa saja wanita itu memiliki tujuan lain. Jangan sampai sang paman yang membawa wanita itu kembali untuk mendekati dirinya dan menyelidiki dirinya mengingat hubungan mereka yang belum berakhir.
Orland melangkah menuju mejanya. Gagang telepon diangkat, dia ingin meminta Gail masuk ke dalam ruangannya karena beberapa perintah hendak dia berikan.
"Ke ruanganku segera, Gail!" perintahnya.
Setelah memberi perintah pada Gail, Orland mengecek pekerjaannya dan tidak lama kemudian, Gail masuk ke dalam ruangannya.
"Ada apa, Sir?" tanya Gail seraya menghampirinya.
"Aku ingin kau melakukan beberapa hal, Gail," Orland memandangi sang asisten, sungguh hanya pria itu saja yang bisa dia percaya.
"Katakan, Sir. Aku akan melakukan perintah anda dan tidak mengecewakan anda."
"Bagus, aku ingin kau mencari bukti tentang perselingkuhan suami Cristin dan mengumpulkannya dan aku juga ingin kau mengawasi Caitlyn. Perintahkan seseorang untuk mendekatinya dan menjadi mata-mata, aku ingin tahu tujuannya kembali dan mencariku! Jika dia terlihat bersama dengan salah satu keluarga pamanku, segera katakan padaku!" perintah Orland.
"Yes, Sir. Apa ada yang lain?" tanya Gail.
"Tidak, lakukan tugas itu dengan benar!"
__ADS_1
"Baiklah, sebaiknya anda segera bersiap karena rapat sudah akan dimulai," ucap Gail.
Orland melihat jam yang melingkar di tangan, waktu sudah menunjukkan jam 8.45. Dia memang ada rapat pukul sembilan, sebab itu dia sudah berada di kantor. Setelah selesai rapat dia akan menghubungi Cristin dan mengajaknya makan siang berdua, sepertinya dia harus memberi tahu tentang Caitlyn pada Cristin agar wanita itu tidak salah paham jika tiba-tiba saja Cristin melihat dirinya bersama dengan Caitlyn suatu saat nanti.
Apa saja bisa terjadi dan tidak menutup kemungkinan dia dan Caitlyn akan bertemu. Dari pada membuat Cristin marah dan membenci dirinya hanya karena hubungan lama yang belum berakhir, lebih baik dia waspada apalagi Caitlyn sudah tidak berarti baginya.
Orland segera keluar dari ruangan, dia sudah tidak sabar rapat berakhir agar dia bisa menghubungi Cristin. Dia tahu Cristin pasti tidak pergi ke mana pun dan memang saat itu Cristin baru bangun dari tidurnya. Dia terbangun karena ibunya memanggil.
Mariana masuk ke dalam kamar, dia khawatir putrinya sakit karena semalam dia pulang begitu larut. Kalung permata hijau yang diberikan oleh Orland berada di atas meja. Cristin langsung tertidur setelah dia bertukar pakaian sehingga dia belum menyimpan kalung itu dengan baik.
"Cristin, kau mau tidur sampai kapan?" Mariana naik ke atas ranjang dan meraba dahinya.
"Jam berapa sekarang, Mom?" Cristin membuka matanya yang masih terasa berat.
"Jam sembilan, segeralah bangun dan sarapan."
"Coba katakan pada Mommy, apa yang kalian lakukan semalam? Apa kalung itu Orland yang berikan?" tanya ibunya ingin tahu.
"Ya, kami makan malam di sisi pantai berdua," ucap Cristin dengan wajah tersipu.
"Wah, terdengar menyenangkan. Apa kau menikmati kebersamaan kalian berdua?"
"Ten-Tentu saja," jawab Cristin.
"Bagus, Mommy senang mendengarnya. Nikmatilah waktu kalian berdua agar kau bisa melupakan pengkhianatan yang Johan lakukan. Semakin kau dekat dengan Orland, semakin kau mengenal dirinya dan itu sangat bagus untukmu. Kau juga tidak boleh terbuai dengan sikap manis dan perlakukan yang dia berikan begitu saja. Mommy mengijinkanmu dekat dengannya tapi bukan berarti kau tidak perlu waspada. Kau harus mengenal lebih jauh siapa Orland agar pengkhianatan yang kau alami tidak terulang kembali."
"Terima kasih atas nasehat Mommy," Cristin beranjak dan memeluk ibunya dari belakang. Selama ini ibunya selalu memberikan nasehat untuknya dan dia sangat beruntung ibunya selalu memberinya nasehat.
__ADS_1
"Jika begitu pergilah mandi dan sarapan," ucapnya.
"Baiklah tapi, Mom. Orland meminta aku menginap di rumahnya selama satu minggu, bagaimana menurut Mommy?"
"Apa kau sudah menyetujuinya?" tanya ibunya.
"Yeah, aku sudah berkata jika aku akan menginap."
"Jika begitu gunakan waktu satu minggu itu untuk mengenalnya lebih jauh. Selama ini kau hanya mengenal luarnya saja begitu juga Mommy. Dia pemuda yang baik dan Mommy berharap dia memang seperti itu. Biasanya sifat asli akan terlihat di rumah jadi gunakan waktu satu minggu itu untuk mengenal dirinya lebih jauh tapi kau harus ingat, kau harus jaga diri," ucap sang ibu.
"Baiklah, yang Mommy ucapkan sangat benar. Maukah Mommy membantu aku membuat makanan setelah ini? Aku ingin ke kantor Orland dan mengajaknya makan bersama."
"Tentu, Mommy tunggu di luar."
Ibunya keluar dari kamar, sedangkan Cristin bergegas menuju kamar mandi. Dia ingin membuatkan makanan untuk Orland dan mengajaknya makan bersama. Selama mandi Cristin memikirkan nasehat yang diberikan oleh ibunya. Memang selama ini tidak banyak yang dia tahu tentang Orland. Dia juga tidak tahu kehidupan lama Orland dan satu hal yang membuatnya penasaran adalah kekasih Orland.
Sepertinya waktu itu Orland belum menjawab tuntas pertanyaan itu, sepertinya dia harus menanyakan hal ini pada Orland lagi. Dia ingin lihat reaksi pria itu. Seperti yang ibunya ucapkan, dia harus mengenal pria itu lebih jauh dan lebih baik lagi agar dia tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Setelah mandi dan berpakaian, Cristin keluar dari kamar dan menuju dapur. Ibunya sudah menunggu, mereka berdua sibuk membuat makanan yang hendak Cristin bawa dan setelah selesai, Cristin segera pergi ke kantor Orland. Dia terlihat begitu bersemangat, dia juga sudah tidak sabar bertemu dengan Orland.
Seorang karyawan Orland mengantarnya naik ke atas, Cristin melangkah dengan senyum mengembang di wajah. Setelah tiba di depan ruangan Orland, Cristin meminta karyawan yang mengantarnya untuk pergi karena dia ingin memberikan kejutan pada Orland dan beruntungnya karyawan itu bersedia.
Cristin tidak mengetuk lagi, pintu di dorong tapi ketika sudah sedikit terbuka, Crtistin berhenti dan mendengar percakapan Orland dan Gail.
"Mata-Mataku berkata Caitlyn berbicara dengan Zion Dmytry saat dia mencarimu, Sir," ucap Gail.
Cristin melangkah mundur, Caitlyn? Siapa yang Gail maksud dan kenapa wanita bernama Caitlyn itu mencari Olrand? Cristin berhenti di tempat, apakah Orland sedang menyembunyikan sesuatu darinya? Entah kenapa dia jadi curiga.
__ADS_1