Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Diambang Kehancuran


__ADS_3

Zion terlihat pusing, ayahnya sangat marah. Karena kecerobohan yang Zion lakukan, mereka terlilit hutang yang begitu banyak di bank.


Perusahaan sedang crisis, beberapa pengusaha mulai menarik saham mereka. Mereka mengatakan jika perusahaan mereka mengecewakan sehingga para pengusaha itu mulai menarik saham mereka.


Situasi semakin memburuk karena Zion juga menggunakan uang perusahaan untuk bergabung dengan bisnis yang Zake tawarkan. Situasi semakin diperparah kerena Zake berada di dalam penjara saat ini.


Orland tetap menjebloskan Zake ke dalam penjara tapi dengan hukuman yang ringan. Dia memang harus berada di sana untuk menghindari amukan Zion dan ayahnya. Karena Orland tidak membocorkan perbuatannya pada keluarganya jadi Zake tidak keberatan di penjara selama tiga tahun karena tuntutan Orland. Bagaimanapun dia harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan.


Masuknya Zake ke dalam penjara membuat Zion tidak tahu harus bagaimana menjawab ayahnya tentang bisnis yang dia jalin bersama dengan Zake. Dia tidak menyangka jika semua akan berakhir seperti ini dan sekarang, pintu kehancuran sudah berada di depan mata.


Hutang bank yang banyak, bunga yang tinggi mulai mencekik leher mereka. Perusahaan sudah tidak stabil lagi, para karyawan mulai berdemo di depan perusahaan. Semua bagaikan mimpi, semua tampak tidak nyata. Perusahaan masih seperti biasa beberapa pekan yang lalu tapi sekarang?


"Apa sebenarnya yang sudah kau lakukan, Zion?!" tanya ayahnya dengan kemarahan di hati.


"Entahlah!'' dia sendiri tidak tahu.


"Entahlah? Kemari kau? Aku akan memukulmu sampai mati!" teriak ayahnya penuh emosi.


"Hentikan! Kenapa kalian berdua selalu bertengkar?" teriak istri Luois.


"Diam kau! Semua gara-gara putramu dan lihatlah, perusahaan yang aku ambil dari adikku dengan susah payah sudah diambang kehancuran!"


"Apa kau bilang?" istrinya terkejut, dian tidak tahu akan hal ini.


"Sekarang tidak saja akan kehilangan perusahaan itu tapi kita juga akan terusir dari rumah ini!"


"Tidak, aku tidak mau!" teriak istrinya dengan lantang.


"Aku tidak mau pergi dari sini, aku tidak mau menjadi gelandangan!" teriak istrinya lagi.


"Mau tidak mau kau harus mau dan lihat putramu itu," Louis menunjuk ke arah Zion, "Aku sudah memperingatinya berkali-kali untuk tidak mengambil tindakan sembarangan tapi lihatlah, dia menjalin bisnis dengan Zake dan memberikan semuanya tanpa mengatakan apa pun padaku!"


"Kau melakukannya, Zion? Kau melakukannya?" teriak ibunya.


"Aku kira aku bisa mendapatkan keuntungan besar, Mom. Semua gara-gara Daddy yang selalu meremehkan aku sehingga aku menyetujui ajakan Zake tanpa pikir panjang karena aku ingin menunjukkna pada Daddy jika aku mampu dan tidak seperti si pecundang Orland!" teriak Zion.


"Kau tidak ingin seperti dirinya?" Louis memutar langkah dan menatap putranya dengan tajam.

__ADS_1


"Ya, aku memang tidak sama seperti dirinya. Kau selalu membandingkan aku dengannya dan aku muak. Dia hanya pecundang tidak berguna tapi kau selalu membandingkan kami!"


"Sesungguhnya yang pecundang adalah kau, Zion!" teriak ayahnya lantang.


"Lagi-Lagi kau menghina diriku!" Zion juga berteriak.


Louis menatap putranya dengan tatapan tajam, rasanya ingin memukul putranya yang bodoh. Zion juga menatap ayahnya, bahkan sampai sekarang ayahnya masih saja menyamakan dirinya dengan Orland.


"Tidak, ini tidak mungkin!" terdengar suara teriakan Isabel yang masuk ke dalam rumah sambil membawa sebuah majalah.


"Ada apa?" tanya ibunya.


"Lihat ini, Mom. Aku tidak salah melihat, bukan?" Isabel membuka majalah dan memperlihatkan berita yang sedang hangat akhir-akhir ini.


"Apa maksudmu?" majalah diambil, mata ibunya melotot melihat foto yang ada di majalah.


"Tidak mungkin, Orland?" ucapnya.


"Berikan padaku!" Zion merebut majalah yang ada di tangan ibunya saat mendengar ibunya menyebut nama Orland. Mata Zion melotot melihat foto pernikahan Orland dan Cristin. Dia bahkan membaca beberapa tulisan yang ada di bawa foto itu.


Orland Dmytry sang pengusaha muda pemilik Weyland Corporation menikahi putri tunggal Griffin Bailey pewaris tunggal seluruh hotel milik Grifin Bailey.


"Ti-Tidak mungkin!" Zion terhuyung ke belakang, majalah itu bahkan jatuh dari tangan.


Louis begitu penasaran, majalah pun diambil dan dilihat. Seperti Zion, dia juga terkejut membaca berita itu bahkan dia membaca semua artikel berita pernikahan itu sampai selesai.


"Jadi perusahaan yang sedang naik daun itu milik Orland?" majalah juga jatuh dari tangan. Mereka berempat terlihat shock, mereka tampak tidak percaya.


"Coba kau cubit aku, Mom," ucap Isabel.


"Semua ini tidak mungkin, bukan??" tanya ibunya pula.


"Benar, dia hanya pecundang saja. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki perusahaan yang begitu besar?" Isabel juga menyangkal.


"Ha....aha..ha.. ha...haa...!" Zion tertawa terbahak, mereka benar-benar sudah tertipu. Mereka mengira Orland adalah pecundang tapi nyatanya? Tenyata diam-diam dia adalah pemilik perusahaan besar yang terkenal itu?


"Lihat, kau lihat itu?!" teriak Louis. Dia juga tidak menyangka Orland kembali dengan kesuksesan padahal mereka mengusirnya tanpa membiarkan dirinya membawa apa pun.

__ADS_1


"Sekarang siapa yang pecundang? Dia berjaya dan kita hancur. Sekarang dia akan datang dan menertawakan kita saat dia tahu apa yang kita alami!"


"Tidak, aku tidak bisa mempercayai ini?" Isabel berteriak. Dia tidak terima menjadi seperti itu.


Suasana hening, mereka seperti orang linglung yang sedang mencerna keadaan. Mereka tidak bisa mempercayai ini. Di saat mereka terpuruk, di saat yang bersamaan mereka harus menghadapi kenyataan jika Orland jauh lebih berjaya dari mereka sebelumnya.


Suara ponsel Isabel berbunyi memecah kesunyiaan di antara mereka. Isabel menjawabnya karena itu dari sahabatnya.


"Isabel, lihatlah video vulgar-mu menyabar luas di internet!"


"Apa?" Isabel terkejut. Video vulgar?


"Aku sudah mengirimkan videonya untukmu. Cobalah kau lihat, apa itu dirimu atau bukan?" ucap sahabatnya lagi.


Wajah Isabel pucat, dengan cepat video yang dikirimkan oleh sahabatnya dibuka. Matanya melotot melihat video vulgarnya di mana dia sedang memaksa cleaning service hotel untuk tidur dengannya.


"Tidak!" Isabel berteriak dan melemparkan ponselnya.


"Ada apa lagi?" tanya Louis Dmytry.


"Bukankah kau berkata masalah video sudah selesai, Zion?!" teriak Isabel lantang


"Apa maksudmu?" Zion balik berteriak.


"Kau lihat itu, seseorang menyebarkan video vulgar itu ke internet!"


Zion tampak tidak percaya, ponsel yang dilempar oleh Isabel diambil, dia juga terkejut melihat video vugar adiknya. Ternyata pria itu telah membohonginya.


"Kurang ajar, akan aku bunuh pria itu!" ucap Zion dengan kemarahan di hati.


"Mau ke mana kau?" tanya ayahnya.


"Semua ini pasti gara-gara Orland, Dad. Dia yang telah menghancurkan kita. Pria yang menyamar menjadi pemilik Weyland Corporation itu, video vulgar isabel, semua pasti ulahnya untuk membalas kita dan sekarang aku yakin, jangan-jangan Zake bekerja sama dengannya untuk menghancurkan kita!" ucapnya.


"Sial!" Teriak ayahnya, semua terasa masuk akal sekarang dan sialnya Zion masuk ke dalam perangkap Orland. Siapa yang pecundang sekarang?


Isabel menangis histeris, ibunya berusaha menenangkan. Zion dan ayahnya begitu marah, mereka akan membuat perhitungan dengan Orland. Mereka sepakat pergi untuk mencari Orland di Weyland Corporation, mereka akan memberi pelajaran pada Orland namun niat mereka terhenti karena dua polisi datang membawa surat penangkapan mereka. Sesuai dengan kesaksian yang Zake berikan, mereka terlibat dengan penipuan.

__ADS_1


Louis dan Zion dibawa ke kantor polisi tanpa bisa melawan, Isabel frustasi karena video pornonya. Tinggal ibu mereka yang berteriak histeris tidak bisa menerima semua itu, dalam sekejap mata semua jadi berubah. Apakah semua itu lelucon semata?


__ADS_2