
Setelah bercerai dengan Johan, Cristin mulai sibuk dengan pekerjaannya. Ayah dan ibunya sedang sibuk menyiapkan pesta yang sebentar lagi akan segera dimulai. Ayahnya berharap, Cristin belajar dengan benar karena sebentar lagi Cristin akan menggantikan dirinya.
Di acara ulang tahun nanti, Grifin juga berniat membicarakan masalah itu. Jika putranya memang tidak mau menggantikan dirinya maka dia akan memberikan semuanya pada Cristin tapi jika putranya mau maka dia akan membagi hartanya secara merata pada putra dan putri mereka.
Banyak yang akan mereka lalukan di pesta itu nanti dan tentunya banyak juga kejadian yang akan terjadi nanti tanpa mereka ketahui karena orang-orang yang diutus oleh Dean mulai mengikuti Cristin secara diam-diam. Tidak saja mengikuti Cristin tapi mereka juga mengikuti Orland. Selain itu, kedua orangtua Cristin tak luput dari incaran mereka.
Mereka tidak melakukan apa pun, mereka hanya mengintai dari kejauhan. Seperti penjaga bayangan yang mengikuti Cristin, begitu juga yang mereka lakukan. Mereka seperti itu agar tidak ada yang curiga dan tidak ada yang boleh tahu apa yang sedang mereka lakukan.
Tentu Johan sangat senang, tinggal menunggu waktu. Dia harap saat dia kembali dari berbisnis orang-orang Dean sudah mendapatkan Cristin. Johan sedang bersiap-siap, karena dia harus segera pergi. Lauren berbaring di atas ranjang, sesungguhnya dia sudah merasa tidak kuat lagi tapi dia diam saja. Dia merasa ajal sudah dekat tapi dia tetap tidak mau mati.
"Apa kau akan lama, Johan?" tanya Lauren. Sebisa mungkin dia berusaha menyembunyikan keadaanya agar Johan tidak tahu. Setelah Johan pergi dia akan menghubungi ambulance untuk membawanya ke rumah sakit. Lagi pula jadwal cuci darahnya sudah tiba tapi sepertinya dia harus semakin rutin melakukannya. Uang yang mereka miliki benar-benar sudah tipis, dia bisa menghitungnya. Sepertinya uang itu hanya cukup untuknya dua kali cuci darah saja.
"Tidak, hanya dua hari saja. Setelah aku kembali, kita pasti mendapatkan ginjal Cristin dan kau akan sembuh," jawab Johan.
"Aku tidak yakin," ucap Lauren.
"Percayalah padaku, Sayang. Dean sudah menyebar orang untuk menculiknya. Mereka akan mengikuti Cristin selama beberapa hari ini, jika mereka tidak bisa menculik Cristin maka mereka akan menculik kedua orangtua Cristin untuk memancing Cristin datang!"
"Bagaimana dengan pria yang kau sebutkan selalu bersama dengan Cristin?" tanya Lauren.
"Tenang saja, Dean juga mengutus orang untuk membunuhnya! Tinggal mencari kesempatan, aku berani bertaruh jika besok dia sudah mati!" ucap Johan dengan penuh percaya diri. Dia yakin pria itu akan mati dibunuh oleh orang-orang Dean.
__ADS_1
Lauren tersenyum, semoga saja Johan benar-benar bisa mendapatkan ginjal Cristin dua hari lagi jika tidak, dia takut membayangkannya.
"Hei," Johan mendekatinya dan memegangi tangannya.
"Kau tidak perlu khawatir, aku mencari uang untuk biaya operasimu nanti. Dean juga akan membantuku mendapatkan dokter yang mau melakukan pekerjaan itu nanti. Aku hanya pergi dua hari, jika keadaanmu tidak memungkinkan pergilah ke rumah sakit dan beristirahat di sana."
Lauren tersenyum, dia sangat ingin mengucapkan sesuatu tapi sulit dia ucapkan. Dia ingin berkata jika dia takut dia sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Dia takut ini akan menjadi pertemuan terakhir mereka tapi dia harap hal itu tidak terjadi.
"Baiklah, pergilah. Aku memang akan ke rumah sakit setelah ini. Aku akan menghubungi ambulance untuk menjemputku nanti," ucap Lauren.
"Aku akan mengantarmu!"
"Tidak perlu, Johan. Aku bisa pergi sendiri."
Tanpa membuang waktu, Johan mengantar Lauren ke rumah sakit. Lauren segera mendapat perawatan setelah tiba karena keadaannya. Mereka tidak sempat mengucapkan kata perpisahan karena Johan tidak bisa menunggu lagi akibat waktu yang sudah tidak banyak. Lauren juga hanya bisa melihatnya sekilas saat dia dibawa untuk dirawat. Entah kenapa dia merasa jika itu hari perpisahan mereka. Tidak saja Luaren, Johan juga merasakan hal yang sama. Dia bahkan menghentikan langkahnya, firasat buruk. Sial, jika sampai dia kembali telah terjadi sesuatu pada Lauren maka dia tidak akan membiarkan Cristin hidup bahagia.
Dia akan mengambil satu ginjal Cristin lalu membuatnya hidup menderita seperti Lauren. Dia juga akan menjual Cristin sebagai pel*cur di tempat yang jauh sehingga penderitaannya semakin terasa karena dia jauh dari keluarganya yang memiliki banyak uang.
Dia akan melakukan hal itu bahkan dia tidak segan melakukan hal yang lebih keji tapi dia harap Lauren baik-baik saja sampai dia kembali. Lagi pula hanya dua hari saja dia yakin Lauren dapat pertahan apalagi dia berada di rumah sakit saat ini. Setidaknya dia bisa meninggalkan Lauren dengan tenang tapi tidak dipungkiri firasat buruk memenuhi hatinya.
Johan pergi melakukan bisnis meninggalkan kekasih yang selama ini dia jaga dengan sangat baik seorang diri. Dia pergi dengan Dean ke kota lain untuk melakukan bisnis ilagal tapi orang-orang yang Dean sebar tetap melakukan tugasnya. Tentunya orang-orang itu Dean dapatkan dari sahabat baiknya.
__ADS_1
Beberapa orang mengikuti Orland siang itu saat Orland pergi dengan Gail untuk menemui seorang rekan bisnis. Gail yang sudah terbiasa dengan dunia seperti itu mulai curiga karena mereka diikuti oleh beberapa mobil sedari tadi.
Gail melihat ke arah Orland yang sedang mengecek pekerjaannya di laptop. Dia yakin bosnya tidak akan tahu akan hal ini sebab bosnya tidak pernah terlibat dengan hal seperti itu. Sekarang waktunya melidungi orang yang telah menolongnya. Dia harus balas budi tapi untuk hari ini dia cukup menghindar saja karena dia tidak membawa satu pun senjata api yang dia miliki.
Hari ini dia akan mengecoh orang-orang itu karena dia tahu jika dia melawan dengan tangan kosong maka dia dan bosnya akan mati konyol.
Gail memutar stir mobil ke kanan, dia harus mencari jalan lain untuk menghindari orang-orang yang mengikuti mereka.
"Kenapa kau lewat jalan ini, Gail?" tanya Orland heran.
"Di depan macet, Sir. Aku sedang mencari jalan pintas agar cepat sampai," dusta Gail.
Orland hanya mengangguk dan kembali melihat pekerjaannya. Gail terus mencari jalan untuk menghindari orang-orang itu. Ternyata kecurigaannya benar. Mereka baru terlihat hari ini, sepertinya ada yang memerintahkan mereka. Sebaiknya dia tidak mengatakan hal ini sampai dia memastikan kebenarannya.
Setelah ini dia akan menyimpan senjata apinya di mobil secara diam-diam dan lain kali dia tidak akan lari seperti ini. Dia harus menghabisi orang-orang itu untuk melindungi bosnya.
Gail bahkan membawa mobilnya di luar kecepatan Maximal yang diperbolehkan sehingga mereka dikejar oleh polisi. Untuk saat ini, cara itu yang paling aman agar orang-orang itu tidak mengikuti mereka dan benar saja, dua mobil yang mengikuti mereka sudah tidak mengikuti mereka lagi tapi mereka justru diikuti oleh polisi.
"Gail!" Orland melihat ke belakang, ada apa dengan asistennya hari ini?
"Sorry, Sir. Akan segera aku selesaikan," Gail menghentikan mobilnya. Dia juga keluar untuk menyelesaikan masalah itu. Dia juga memanfaatkan hal itu untuk memantau situasi.
__ADS_1
Orland menggeleng, Gail tidak pernah seperti itu sebelumnya. Apa yang telah terjadi dengannya? Dia tidak curiga sama sekali sesungguhna Gail melakukan hal itu untuk melindunginya, selain itu dia juga tidak begitu tahu siapa Gail sebenarnya karena dia tidak pernah bertanya.
Setelah mendapat surat tilang, Gail kembali ke mobil dan membawa bosnya ke tempat tujuan. Lain kali orang-orang yang mengikuti mereka akan dia habisi tanpa perlu melarikan diri seperti itu. Tunggu saja, dia sangat menantikan mereka mengikutinya lagi.