Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Permintaan Olrand Pada Ayah Cristin


__ADS_3

Malam itu, Orland mampir ke rumah Cristin karena ada yang hendak dia bicarakan pada kedua orangtua Cristin. Ada yang hendak dia lakukan dan tentunya dia memerlukan persetujuan dari kedua orangtua Cristin.


Dia tidak mengatakan hal itu dengan Cristin karena rahasia. Jangan sampai Cristin tahu sehingga membuatnya tidak nyaman.


Ayah Cristin belum kembali, seperti biasa dia sibuk dengan bisnis perhotelannya. Sesungguhnya dia sudah sangat ingin menyerahkannya pada Cristin tapi karena Cristin sedang sibuk dengan perceraiannya maka dia harus menunda.


Sambil menunggu ayahnya kembali, Cristin menemani Orland di ruang tamu. Cristin sedang berbaring di paha Orland, sedangkan Orland memainkan rambutnya.


"Orland," Cristin mendongak dan memandanginya.


"Hm?" Orland masih memainkan rambutnya bahkan mengusap wajahnya perlahan.


"Sebentar lagi ayahku ulang tahun, kau pasti datang, bukan?" tanya Cristin.


"Apakah akan ada pesta?"


"Tentu saja, pestanya akan diadakan disalah satu hotel milik kami. Kakakku juga akan pulang, kau pasti hadir, bukan?"


Orland berpikir sejenak, pesta? Sepertinya dia bisa menggunakan kesempatan ini. Dia akan mengutarakan maksudnya pada ayah Cristin nanti.


"Hei, kenapa tidak menjawab? Apa kau tidak bisa datang atau kau tidak mau datang!" Cristin sudah menatapnya dengan tatapan galak.


"Tentu saja aku akan datang, Sayang. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak hadir," Orland menunduk dan mendaratkan ciumannya di dahi Cristin.


"Jadi, apa yang hendak kau bahas dengan ayahku?" jujur saja dia sangat ingin tahu akan hal ini


"Aku hanya ingin membahas bisnis dengannya, Sayang."


"Bisnis?" Cristin tampak tidak yakin.


"Yeah, aku juga ingin merambah bisnis perhotelan. Ayahmu bisa membimbing aku jika dia bersedia."


"Ayahku pasti akan bersedia dan tidak keberatan."


Orland tersenyum dan kembali mencium dahinya, sesungguhnya bukan itu tujuannya. Dia mengatakan hal itu agar Cristin tidak curiga sama sekali.


Mereka kembali berbincang sampai ayah Cristin pulang dari kantor. Cristin segera duduk dengan tegak dan pura-pura menonton televisi saat ayahnya melangkah melewati mereka berdua.

__ADS_1


"Apa di luar itu Orland?" tanya Grifin pada istrinya.


"Ya, dia sudah menunggumu sedari tadi."


"Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu dengan Cristin?"


"Entahlah, pergilah temui dia, mungkin ada hal penting yang hendak dia bicarakan denganmu," ucap Mariana.


Grifin mengangguk, dia segera keluar untuk menemui Orland setelah meneguk segelas air hangat.


"Aku dengar kau menungguku?" tanya Grifin saat menghampiri Orland dan putrinya.


"Dad, akhirnya kau kembali," Cristin beranjak menghampiri ayahnya dan memeluknya.


"Kenapa putri Daddy terlihat begitu senang?" Grifin memeluk putrinya dengan erat. Bagaimanapun baginya Cristin tetaplah putri kecilnya.


"Ada yang ingin Orland bicarakan dengan Daddy sebab itu dia menunggu Daddy."


"Ada apa? Apa dia sudah sangat ingin melamarmu?" goda ayahnya.


"Dad, itu terlalu cepat!" wajah Cristin tersipu.


"Baiklah, aku akan membuatkan makanan kesukaan Daddy," Cristin mencium pipi ayahnya dan setelah itu dia melangkah pergi meninggalkan Orland dan ayahnya.


Setelah kepergian putrinya, Grifin menghampiri Orland dan duduk tidak jauh darinya. Dia tahu ada hal serius yang hendak dibicarakan oleh pemuda itu. Jika tidak, tidak mungkin dia menunggunya begitu lama.


"Katakan padaku, apa yang hendak kau sampaikan?" tanya Grifin.


"Aku hanya ingin ijin darimu, Tuan Bailey," ucap Orland.


"Ijin? Ijin untuk apa?" tanya Grifin tidak mengerti.


"Aku berencana membayar seorang pengawal untuk Cristin tapi ini seperti pengawal bayangan yang akan mengikuti ke mana pun Cristin pergi tanpa sepengetahuan Cristin."


"Pengawal bayangan, untuk apa?" tanya ayah Cristin tidak mengerti.


"Aku khawatir suaminya melakukan sesuatu hal yang tidak diinginkan karena dia tidak terima dengan perceraian mereka. Lebih baik mengambil antisipasi terlebih dahulu bukan dari pada terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Jika Tuan Bailey tidak mengijinkan maka aku tidak akan melakukannya," ucap Orland. Bagaimanapun dia tidak bisa bertindak sesuka hati walau itu demi kebaikan Cristin karena bisa saja apa yang dia lakukan bisa membuat kedua orangtua Cristin tersinggung.

__ADS_1


"Tentu saja aku tidak keberatan, Orland. Kau memikirkan hal ini untuk putriku tentu saja aku tidak keberatan. Aku sangat berterima kasih kau memikirkan dirinya sampai sejauh ini," ucap Grifin. Tidak ada yang lebih baik selain menggunakan pengawal bayangan untuk menjaga putrinya karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi.


"Terima kasih tapi tolong rahasiakan hal ini dari Cristin karena dia tidak akan nyaman jika dia tahu ada yang mengikutinya."


"Tentu... tentu saja," Grifin sangat menyetujinya. Ternyata pemuda itu sangat memikirkan keselamatan Cristin. Putrinya tidak salah dekat dengan pemuda itu, Orland dan Johan benar-benar sangat berbeda jauh.


"Terima kasih tapi ada satu hal lagi yang ingin aku minta padamu, Tuan Bailey. Tapi itu jika kau bersedia dan jika tidak, aku tidak akan memaksa."


"Katakan, tidak perlu sungkan."


"Di acara pesta ulang tahunmu nanti, bolehkah kau mengundang seseorang dan mengikut sertakan nama perusahaanku?" tanya Orland.


Grifin kembali mengernyitkan dahi, siapa yang hendak Olrand undang? Tapi dia akan mengabulkannya apalagi hanya itu saja permintaan Orland.


"Tentu saja, katakan siapa yang hendak kau undang? Hanya mengundang seseorang tidak malah bagiku."


"Aku benar-benar berterima kasih," ucap Orland. Dia sangat terbantu karena ayah Cristin bersedia mengabulkan permintaannya itu.


"Sudah aku katakan tidak perlu sungkan, sekarang katakan siapa yang hendak kau undang. Aku akan memerintahkan seseorang untuk memberikan pada orang itu."


"Aku ingin Tuan Bailey mengundang Louis Dmytry dan keluarganya. Tolong sertakan nama perusahaanku di kartu undangannya tapi jangan namaku. Aku juga meminta pada Tuan Bailey untuk menganggap aku sebagai supir pribadi Cristin nanti agar tidak ada yang tahu jika aku pemilik Weyland Corporation," pinta Orland.


Grifin menatap Orland dengan lekat, dia tidak tahu permasalahan yang terjadi antara Orland dan keluarga pamannya. Walau begitu dia akan mengabulkan permintaan Orland karena pemuda itu sangat peduli dengan putrinya.


"Apa hanya itu saja yang kau inginkan?" tanya Grifin.


"Ya, aku ingin mengundang mereka untuk menjebak mereka," ucap Orland.


"Apa yang telah terjadi antara kau dan Louis Dmytry? Dulu aku pernah mendengar jika perusahaan Dmytry tiba-tiba berpindah tangan," tidak ada salahnya menanyakan hal ini. Jika Orland akan menjadi menantunya maka dia harus tahu.


"Yeah, ini kisah yang memalukan," ucap Orland.


"Semua orang pasti memiliki kisah memalukan jadi pelan-pelan saja, aku punya banyak waktu untuk mendengarkan."


Orland tersenyum, tidak ada alasan untuk merahasiakan hal itu dari orangtua Cristin. Dia tidak akan menutupi apa pun. Lagi pula mereka memang harus tahu, bagaimana dirinya sebelum ini.


Mereka berdua berbincang, Orland mengatakan semua kegagalan dan kebodohan yang dia lakukan pada ayah Cristin dan tentunya setelah mendengar itu, Grifin mendukungnya untuk membalas perbuatan Louis Dmytry. Dia bahkan mendukung Orland mengundang Louis, pesta ulang tahunya nanti memang paling cocok untuk menjebak seseorang dan tentunya Gail yang akan berperan menjadi dirinya nanti.

__ADS_1


Mereka berbincang dengan begitu serius sampai lupa waktu, Cristin menghampiri mereka berdua dan mengajak Orland dan ayahnya untuk makan malam. Orland sudah terbiasa, kedua orangtua Cristin benar-benar menerima dirinya karena mereka tahu pemuda itu bisa menjaga Cristin apalagi mereka bisa melihat jika Orland Dmytry benar-benar serius dan tulus pada putri mereka.


__ADS_2