
Seorang wanita membawa sebuah majalah dengan terburu-buru, walau terlambat tapi tidak jadi soal. Majalah itu baru saja dia beli yang secara kebetulan baru saja dia temukan dan tentunya wanita itu adalah sahabat Caitlyn.
Dia ingin menunjukkan majalah itu pada Caitlyn yang baru saja kembali dari berlibur dengan pria yang sedang dia kencani. Ketika sahabatnya memanggil, Caitlyn sedang melihat barang-barang yang baru saja dia kencani. Walau kurang memuaskan tapi tidak jadi soal yang penting semua barang itu gratis.
"Caitlyn, lihat ini!" majalah dilemparkan ke arah sahabatnya.
"Aku tidak sedang ingin melihat majalah!" ucap Caitlyn.
"Lihatlah, pria itu pacar yang kau tinggalkan dulu, bukan?"
Caitlyn mengernyitkan dahi, majalah diambil setelah sahabatnya melangkah pergi. Caitlyn mulai membuka lembar demi lembar majalah untuk melihat apa yang dimaksud oleh sahabatnya. Dia masih belum menemukan apa pun namun ketika lembar majalah kembali dibuka, mata Caitlyn melihat wajah Orland terpampang jelas di majalah.
Tidak mempercayai apa yang dia lihat, Caitlyn sampai mengucek matanya berkali-kali. Tidak, dia tidak sedang bermimpi. Pria tampan yang terlihat gagah itu benar-benar Orland. Caitlyn mulai membaca majalah, matanya kembali melotot saat membaca tulisan yang mengatakan jika Orland adalah pemilik perusahaan besar yang sudah memiliki banyak anak perusahaan bahkan pemuda itu juga mengambil kembali perusahaan Dmytry yang dikelola oleh Louis Dmytry.
"No way!" ucapnya tidak percaya. Caitlyn bahkan jatuh terduduk di atas sofa. Bukankah Orland hanya supir pribadi Cristin Bailey yang sedang terlilit hutang?
"What the hell! Jadi aku sudah tertipu?" ucapnya tidak percaya. Dia kembali membaca dan mendapati jika malam ini akan diadakan pesta di sebuah hotel. Pesta itu sebagai acara pembukaan perusahaan yang sudah Orland ambil kembali dan tentunya akan banyak pengusaha yang datang ke acara itu.
"Sial, aku harus pergi ke pesta itu untuk mengambil simpati Orland!" ucapnya seraya beranjak. Tidak mau berlama-lama, Caitlyn bersiap-siap mempercantik diri. Malam ini dia harus terlihat sempurna sehingga dia menjadi bintang di pesta. Tidak perlu undangan, Orland pasti akan mengijinkan-nya masuk.
Malam ini memang akan diadakan pesta di salah satu hotel milik Cristin. Pesta itu untuk merayakan kembalinya perusahaan milik ayahnya. Tentunya di pesta itu Orland akan menarik para pengusaha yang hadir untuk bergabung dengan perusahaan yang sudah dia rombak dan ganti nama.
Semua sudah dipersiapkan, Cristin juga sudah terlihat cantik dengan gaun berwarna merahnya. Pesta kali ini adalah momen milik Orland, semua tamu yang diundang adalah kolega bisnis Orland.
Mereka bahkan sudah berada di hotel, di mana pesta akan diselenggarakan. Orland keluar sebentar untuk membeli es cream yang Cristin inginkan tapi tidak lama karena dia sudah kembali ke dalam kamar. Orland menghampiri istrinya yang sedang duduk di sisi ranjang, Cristin sedang berkirim pesan dengan ibunya yang masih pergi keliling dunia saat itu.
"Es creammu, Sayang," Orland memberikan es cream untuk istrinya.
"Thanks," Cristin mengambilnya dan tersenyum manis.
"Kenapa akhir-akhir ini kau suka makan es cream?"
"Entahlah, mungkin karena cuacanya sangat panas."
"Baiklah, setelah selesai kita harus bergegas. Sebagai penyelenggara pesta kita harus hadir terlebih dahulu untuk menyambut tamu-tamu kita."
"Pasti, aku akan segera menghabiskannya."
__ADS_1
Orland tersenyum, entah kenapa dia merasa akan ada tamu yang tidak terduga malam ini dan memang Caitlyn sudah berangkat. Dia akan datang terlebih dahulu dari para tamu yang lain. Semoga dia diterima sehingga dia bisa berdiri di sisi Orland namun sayang, dia dicegat oleh dua orang penjaga yang meminta kartu undangan.
"Aku tidak punya!" ucap Caitlyn.
"Jika begitu anda tidak boleh masuk, Nona."
"Apa? Aku kenalan Orland, bagaimana mungkin kalian memperlakukan aku seperti ini? " teriak Caitlyn tidak terima.
"Ini peraturan, sebaiknya anda pergi!" usir salah satu penjaga itu.
"Jangan coba-coba mengusir, panggilkan Orland kemari. Dia pasti akan memecat kalian!" ucap Caitlyn.
"Ada apa ribut-ribut?" tanya Orland. Dia dan Cristin baru saja berada di ruang pesta.
"Orland," Caitlyn sangat senang melihatnya.
"Sorry, Sir. Nona ini memaksa masuk dan berkata mengenal anda," ucap sang penjaga.
"Aku tidak kenal, usir dia keluar!" perintah Orland.
"Orland, jangan memperlakukan aku seperti ini!" Caitlyn berteriak.
"Ada apa, Orland?" kali ini Cristin yang bertanya.
Caitlyn terkejut melihatnya, kenapa Ctistin Bailey ada di sana?
"Tidak ada apa-apa, Sayang. Hanya orang tidak dikenal yang tiba-tiba datang!" ucap Orland seraya melirik ke arah Caitlyn dengan tajam.
"Kalian berdua?" Caitlyn tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
"Oh, kenalkan. Aku istri Orland," Cristin mengulurkan tangan.
"Tidak mungkin!" Caitlyn tidak percaya.
"Yes!" jawab Cristin sambil tersenyum.
Caitlyn melangkah mundur, jadi Orland sudah menikah? Betapa bodohnya dirinya yang meninggalkan Orland dulu. Jika dia setia bersama Orland bahkan ketika dia jatuh, bukankah sekarang posisi itu akan menjadi miliknya?
__ADS_1
Rasanya sangat menyesal tapi dia tidak menduga Orland bisa kembali bangkit bahkan lebih sukses dari pada sebelumnya. Tapi siapa yang menduga? Dia juga tidak bisa bersaing dengan Cristin Bailey karena dia bukanlah siapa-siapa.
Caitlyn memilih pergi, untungnya dia datang di saat tamu belum ada sehingga dia tidak terlalu malu. Orland memeluk pinggang Cristin menyaksikan wanita yang mencampakkan dirinya dulu. Perasaan untuk Caitlyn sejak awal memang sudah tidak ada jadi dia seperti melihat wanita asing yang tiba-tiba datang ke pesta.
"Aku tidak menduga dia akan datang," ucap Cristin.
"Aku juga, Sayang."
"Beruntungnya tamu belum datang jadi dia tidak mempermalukan diri sendiri!"
"Kau benar, sebentar lagi tamu akan datang. Ayo kita bersiap-siap."
Cristin tersenyum, mereka melangkah pergi. Dia tidak menyangka wanita itu masih saja gigih. Beruntungnya Orland tidak terbuai dengan kehadiran sang mantan jika tidak akan dia tendang sampai ke planet mars.
"Tiba-Tiba aku ingin makan sup daging," ucap Cristin.
"Kenapa akhir-akhir ini kau banyak maunya, Sayang? Apa kau sedang mengidam?" tanya Orland asal.
"Entahlah, aku rasa tidak!" jawab Cristin.
"Hei, bagaimana jika kau benar-benar mengidam?"
"Bagus, bukan? Berarti sudah ada juniormu di dalam sini," Cristin mengusap perutnya.
"Jika begitu ayo kita periksa!" ajak Orland.
"Apa? Hei! Pestanya sudah mau dimulai!"
"Oh, sial. Kau benar! Setelah ini kita harus ke rumah sakit. Aku ingin lihat apakah usahaku sudah membuahkan hasil atau tidak!"
Cristin terkekeh, semoga saja buah hati mereka sudah tumbuh di dalam sana.
Mereka berdua mulai menyambut tamu yang datang, mereka tersenyum dan terlihat bahagia. Orland mendapat banyak ucapan selamat dari para tamu. Apa yang diambil darinya bisa dia dapatkan lagi dan tentunya semua berkat wanita yang berdiri di sampingnya saat ini. Cristin juga bahagia bersama dengannya, pertemuan mereka malam itu adalah takdir yang mempersatukan mereka.
Berkat Orland juga dia bisa lepas dari Johan yang menginginkan ginjalnya dan sekarang, pria itu sudah mendekam di penjara untuk seumur hidupnya. Pria itu disiksa di dalam penjara, akibat tabiat yang buruk dia dipukuli oleh para senior apalagi penjara yang dia huni adalah penjara untuk napi kelas kakap. Berita itu dia dapat karena Orland pernah pergi ke penjara itu untuk berbasa basi dengan Johan tapi biarlah, semua itu adalah kenangan buruk dan mereka sudah melalui semua itu.
Sekarang, mereka akan selalu bersama. Melewatkan waktu bersama, merawat anak-anak mereka bersama juga menua bersama sampai maut memisahkan mereka.
__ADS_1
END
Thanks Guys, semoga cerita ini tetap menghibur kalian. Terima kasih atas dukungan kalian di cerita receh yang aku tulis. Semoga cerita ini tidak mengecewakan. Love seempang buaya Smith....❤️❤️