Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Hari Perceraian


__ADS_3

Hampir setiap hari Cristin mendatangi pengadilan untuk mengikuti persidangan perceraiannya. Setiap kali persidangan digelar, Johan selalu bersikukuh untuk tidak bercerai walaupun bukti kuat perselingkuhannya sudah ada.


Dia bahkan mengatakan Cristin juga berselingkuh dan meminta hakim untuk mempertimbangkan keputusannya nanti. Tentu itu adalah hari-hari yang sangat melelahkan bagi Cristin karena dia harus adu argumen dengan Johan dipengadilan tapi semua itu akhirnya dapat dia lewati karena hari ini adalah hari penentuan statusnya dengan Johan.


Hari ini hakim akan mengetukkan palunya, dia benar-benar sudah tidak sabar. Pengacara dan sang pakar pernikahan mengatakan jika dia tidak perlu khawatir. Mereka sangat yakin jika Cristin dan Johan pasti akan bercerai hari ini juga.


Itu angin segar buat Cristin, tapi tidak untuk Johan. Dia tidak mendapatkan apa pun, dia menikahi Cristin untuk uang tapi sepeser pun dia tidak mendapatkannya. Ditambah rencananya yang gagal, semua hancur berantakan.


Setelah hari ini, semua selesai. Dia tidak memiliki ikatan apa pun lagi dengan Cristin. Rasanya ingin marah, tapi pada siapa? Tidak saja Johan, Lauren lebih terlihat frustasi. Kesempatan mereka benar-benar hilang. Entah kenapa dia merasa jika Johan tidak akan pernah mendapatkan ginjal Cristin untuknya. Sepertinya hidupnya tidak akan lama lagi, dia memiliki firasat seperti itu.


Johan enggan pergi ke pengadilan karena dia sudah bisa menebak apa yang akan terjadi nantinya. Sekarang dia benar-benar bagaikan seorang pecundang, dia bahkan malas menunjukkan wajahnya pada Cristin dan juga pria yang selalu menemaninya. Mereka pasti akan menertawakannya dengan keras nanti.


"Bagaimana ini, Johan? Aku punya firasat buruk," ucap Lauren. Dia merasa kematiannya sudah semakin dekat.


"Tidak perlu khawatir, Lauren. Semua pasti akan baik-baik saja."


Lauren berusaha tersenyum, dia sudah bertahan begitu lama akan penyakitnya. Dokter yang menangani penyakitnya bahkan menyarankan dirinya untuk segera melakukan transplantasi ginjal karena keadaannya yang semakin memburuk sebab itu dia merasa waktu yang dia miliki sudah tidak banyak lagi.


"Aku harap begitu," ucap Lauren dengan nada lesu. Johan memeluknya, sepertinya dia harus bertindak, tidak peduli dia mau cerai atau tidak karena bukan itu yang terpenting. Yang paling penting adalah bagaimana caranya mendapatkan ginjal Cristin. Sepertinya dia harus pergi mencari seorang teman lama, teman yang akan selalu membantunya.


Yeah... setelah persidangan cerai mereka hari ini, dia akan pergi menemui sahabat baiknya dan meminta bantuannya. kali ini harus berhasil karena dia juga tahu jika Lauren sudah tidak bisa bertahan begitu lama lagi.


"Tidak perlu khawatir, aku akan mencari sahabatku setelah persidangan ini. Aku pasti akan melakukan apa pun untukmu, cara halus tidak bisa maka aku akan menggunakan cara kasar!" ucap Johan.


Lauren mengangguk, apa pun yang Johan lakukan dia harus mempercayainya karena dia tahu, pria itu juga sedang berusaha untuk menyelamatkan hidupnya.

__ADS_1


Waktu persidangan sebentar lagi akan segera dimulai, Johan terlihat sangat enggan tapi tidak dengan Cristin. Dia terlihat begitu bersemangat karena dia sudah tidak sabar mengakhiri hubungannya yang bagaikan sebuah lelucon dengan Johan.


Cristin sedang bersiap-siap, sedangkan Orland sudah menunggunya di luar sana. Seperti biasa, pria itu akan menemaninya pergi untuk menghadiri persidangan. Bagi Cristin ini adalah hari yang sangat penting, dia tidak mau terlambat di hari penting itu.


Setelah bersiap-siap, Cristin keluar dari kamar. Kedua orangtuanya tersenyum melihat putrinya. Mereka juga sangat menantikan hal ini, di pesta ulang tahun Grifin nanti, mereka berniat mengumumkan status baru putri mereka agar tidak ada lagi yang mengira jika Cristin masih istri Johan.


"Aku sudah siap," ucap Cristin.


"Semoga semua sesuai dengan harapan kita, Sayang," ucap ibunya seraya memeluk dirinya.


"Aku sangat yakin hari ini aku pasti bercerai dengannya, Mom. Tapi tolong doakan aku agar proses perceraianku tidak mengalami kendala. Jujur saja aku khawatir Johan kembali memainkan dramanya karena dia tidak mau bercerai denganku."


"Tentu saja, Sayang. Doa Mommy selalu bersama denganmu."


"Siap pergi untuk menjadi janda, Nona?" goda Orland.


Cristin tertawa dan menjawab, "Aku tidak pernah sesiap ini untuk menyongsong status baruku," ucapnya.


"Jika begitu ayo kita pergi, aku juga sudah tidak sabar karena aku sudah sangat menantikanmu menjadi janda."


"Sebal!" Cristin memukul bahunya.


Orland terkekeh, dia memang sudah sangat menantikan hal itu. Dengan status baru Cristin, tidak akan ada yang membicarakan hubungan mereka nantinya. Johan juga tidak punya hak jika dia ingin mengganggu hubungan mereka berdua.


Mereka segera berpamitan pada kedua orangtua Cristin, Mariana dan Grifin meengantar kepergian mereka dengan harapan besar. Semoga kabar baik yang mereka dapatkan nanti.

__ADS_1


Ketika Orland dan Cristin datang, secara kebetulan Johan juga datang. Mereka tidak mempedulikan pria itu tapi Johan menghampiri mereka dan mencegat langkah mereka.


"Cristin, aku ingin bicara denganmu secara pribadi." ucap Johan.


"Bicarakan di sini, di depan kekasihku!" ucap Cristin.


"Tidak, Cristin. Dia tidak ada hubungannya. Aku ingin membahas hal ini berdua saja denganmu!" Johan hendak meraih tangganya tapi Cristin menghindar.


"Bicarakan di sini, Johan. Jika tidak lupakan!"


"Sial!" Johan mengumpat, matanya menatap Orland dengan tatapan penuh kebencian.


"Cepat, aku tidak punya banyak waktu!" ucap Cristin.


"Cristin, aku mohon padamu untuk mempertimbangkan lagi perceraian kita. Beri aku satu kesempatan, aku mohon padamu, Cristin!" Johan masih berusaha bernegosiasi.


"Maaf, Johan. Aku kira kau ingin membicarakan masalah apa. Jika masalah ini sebaiknya lupakan karena aku sudah katakan tidak ada kesempatan untukmu jadi hadapilah perceraian ini. Bukankah ini yang kau inginkan? Sebab itu kau mengkhianati aku jadi sebaiknya jangan banyak memohon karena aku tidak akan merubah keputusanku!" setelah berkata demikian, Cristin mengajak Orland masuk ke dalam ruang sidang karena dia menganggap pembicaraan itu tidak penting.


Johan mengumpat, sampai akhir pun Cristin tetap ingin berpisah dengannya. Jika begitu, jangan salahkan dia berbuat sesuatu yang di luar batas.


Johan melangkah masuk ke ruang sidang, hubungan mereka sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Matanya menatap ke arah Orland dengan tatapan penuh kebencian saat pengacara melakukan tugas mereka. Cristin terlihat santai mengkuti persidangan itu sampai akhirnya hakim pun mengetuk palunya dan memutuskan jika mereka berdua harus bercerai.


Cristin sangat senang, dia hampir bersorak dan memeluk Orland. Setelah melewati banyak drama akhirnya hubungannya dengan Johan berakhir. Dia tidak akan pernah menyangka mereka akan berakhir seperti ini karena dulu dia kira mereka akan bahagia setelah mereka menikah. Walau mereka sudah menjalin hubungan cukup lama, walau mereka sudah menikah namun mereka tidaklah berjodoh. Tapi bukan berarti dia menyesali hubungan mereka yang hancur, dia bahkan sangat mensyukurinya.


Cristin memandangi Johan dengan tatapan angkuh, akhirnya dia bisa terlepas dari baj*ngan itu. Johan memandanginya dengan tatapan penuh kebencian, sudah bercerai bukan berarti dia akan melepaskan Cristin. Wanita itu tetap harus berkorban untuk Lauren dan sekarang dia tidak akan ragu lagi karena Lauren sudah tidak punya banyak waktu lagi. Jangan salahkan dia yang berbuat nekad tapi salahkan Cristin yang tidak memberinya kesempatan.

__ADS_1


__ADS_2