Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Dua Orang Yang Terkecoh


__ADS_3

Caitlyn pergi dengan kekesalan memenuhi hati, dia kira Orland sudah sukses nyatanya jauh dari perkiraannya. Penampilannya memang keren tapi dia bisa menebak dari mana dia mendapatkan semua itu.


Jika didengar dari perkataan yang diucapkan oleh Cristin Bailey bahwa Orland bersedia melakukan apa saja agar hutangnya bisa lunas dia rasa Orland menjual dirinya pada wanita kaya untuk mendapatkan uang.


Orland memiliki wajah yang tampan dan tidak menutup kemungkinan dia melakukan hal itu. Dia curiga jangan-jangan Orland juga menjadi pria simpanan Cristin Bailey. Dilihat dari keakraban mereka berdua rasanya tidak mustahil.


Cristin wanita kaya yang memiliki banyak uang. Bisa saja Orland menjadi selingkuhannya yang berkedok supir pribadi. Semua orang tahu jika Cristin Bailey sudah menikah, jangan-jangan Orland menjadi pamuas na*su wanita itu saat suaminya tidak ada


Sekarang semua terasa masuk akal, bagaimana mungkin Orland bisa bangkit lagi padahal dia sudah kehilangan semuanya? Mungkin yang dikatakan oleh Cristin benar, sepertinya Orland memang meminjam uang dengannya untuk bangkit lagi namun gagal sehingga membuatnya menjadi budak wanita kaya itu. Sepertinya Cristin Bailey sudah bosan bermain dengan Orland tapi hutangnya belum lunas sehingga dia tidak bisa melepaskan sampah itu. Pantas saja Cristin memintanya membantu Orland melunasi hutangnya. Dia tidak sudi, dia ingin hidup enak bukannya menanggung hutang orang lain.


Dia rasa waktu itu Orland pergi ke Australia bersama dengan Cristin dan kalung permata hijau itu, dia berani bertaruh jika kalung itu Cristin yang memerintahkan Orland untuk membelinya.


Matanya seperti terbuka lebar dan bodohnya dia langsung memilih kembali dari Australia hanya untuk mengejar sesuatu yang belum pasti. Dia menyangka Orland sudah kembali sukses tapi nyatanya? Dia memang bodoh. Mana mungkin Orland bisa sukses dalam waktu singkat apalagi saat itu Orland tidak memikili uang sepeser pun.


Rasanya sangat kesal, ternyata sekali sampah tetaplah sampah dan bodohnya dia, masih mengejar sampah yang sama.


"Kau bodoh, Caitlyn. Kau benar-benar sudah mempermalukan dirimu sendiri. Seharusnya kau sadar jika Orland tidak mungkin sukses dalam waktu singkat apalagi kau sudah tahu jika saat itu dia tidak punya apa pun lagi!"


Caitlyn melangkah tidak menentu dengan kekesalan di hati. Sial, dia benar-benar benci akan hal ini. Semakin di pikir, spekulasinya tidak mungkin salah dan dia semakin yakin si bodoh yang sudah kehilangan banyak hal tidak mungkin bisa bangkit begitu mudahnya.


"Sial!" Caitlyn mengumpat marah. Dia benar-benar sudah salah perhitungan. Semua sia-sia, sekarang apa yang harus dia lakukan? Apakah dia harus kembali ke Australia dengan tangan kosong?


Umpatannya kembali terdengar, ini benar-benar memalukan. Jika sahabatnya tahu, dia pasti akan ditertawakan.


Caitlyn melangkah pergi tapi langkahnya terhenti saat dia teringat dengan Zion. Tidak, dia bisa menjual informasi ini pada pria itu. Setidaknya dia tidak kembali dengan tangan kosong. Beberapa ratus dolar dia rasa bisa dia dapatkan jadi tanpa ragu Caitlyn mengambil kartu nama dan juga ponselnya.


Dia kembali melangkah dengan senyum terukir di bibir. Beruntungnya dia bisa bertemu dengan Zion sehingga dia bisa mendapat sedikit uang darinya.


Ponsel Zion berbunyi saat dia baru pulang ke rumah, walau nomor tidak dikenal tapi dia jawab juga karena bisa saja itu dari rekan bisnisnya.


"Hallo, siapa ini?" tanya Zion.


"Aku, wanita yang menemuimu waktu itu," jawab Caitlyn.

__ADS_1


"Ternyata kau, ada apa? Apa kau sudah menemukan di mana Orland?" tanya Zion.


"Tentu saja, bagiku tidak sulit mendapatkan informasi tentang dirinya!"


"Jika begitu katakan padaku, apa yang kau tahu?" tanya Zion tidak sabar.


"Sabar, Tuan. Informasi dariku tidaklah gratis!"


"Apa maksudmu?" tanya Zion tidak mengerti.


"Seharusnya kau tahu, beri aku tiga ratus dolar maka kau akan mendapatkan informasi tentang Orland!" pinta Caitlyn. Tiga ratus dolar cukup untuknya kembali ke Australia dan membeli beberapa barang yang dia inginkan.


"Kau gila!" teriak Zion lantang. Tiga ratus dolar? Apa wanita itu sedang memeras dirinya?


"Tidak perlu berteriak! Kau mau atau tidak, aku tidak rugi apa pun!"


Zion mengumpat, dia sangat membutuhkan informasi tentang Orland sekecil apa pun itu. Sepertinya mau tidak mau dia harus menyetujuinya.


"Mau atau tidak?" tanya Caitlyn tidak sabar.


"Bagus!" ucap Caitlyn dengan seringai lebar.


"Katakan apa yang kau tahu?" Zion benar-benar sudah tidak sabar.


"Uangnya terlebih dahulu maka kau akan mendapatkan informasinya!" pinta Caitlyn. Dia tidak bodoh, bagaimana jika Zion tidak mau membayar setelah dia mendapatkan informasinya?


"Sial!" Zion mengumpat, wanita yang cerdik.


Mau tidak mau Zion mengabulkan permintaan Caitlyn dan mengirimkan uang yang dia inginkan. Seringai kembali menghiasai wajah Caitlyn, ongkos kembali ke Australia sudah dia dapatkan.


"Kau sudah dapat uangnya jadi sekarang katakan!" Zion semakin tidak sabar.


"Pasti akan kau dapatkan. Asal kau tahu, dia hanya seorang supir yang punya banyak hutang!"

__ADS_1


"Benarkah? Kau tidak menipu aku, bukan?" tanya Zion curiga.


"Untuk apa aku menipu, aku baru saja bertemu dengannya!" ucap Caitlyn. Hanya seorang sampah saja tapi informasi sampah itu bisa memberikannya uang tiga ratus dolar.


"Di mana kau bertemu dengannya?" tanya Zion. Jujur dia tidak percaya jika Orland hanya seorang supir karena seorang sahabatnya mengatakan Orland memiliki sebuah perusahaan tapi dia tidak tahu perusahaan apa.


"Di mall, dia menjadi supir Cristin Bailey karena dia memiliki hutang satu juta dolar pada wanita itu!"


"Jangan bercanda denganku, Nona! Apa kau tidak tahu siapa Cristin Bailey?" Zion terdengar tidak percaya.


"Tentu saja aku tahu, siapa yang tidak mengenal wanita itu? Aku tahu siapa dia, aku tahu Orland hanya supir yang memiliki banyak hutang dari Cristin sendiri. Dia bahkan meminta aku membayar hutang Orland, apa dia kira aku sudi?"


"Benarkah?" Zion masih tidak bisa mempercayainya.


"Terserah kau mau percaya atau tidak, aku sudah mengatakan apa yang aku tahu padamu. Aku mau pergi, kita tidak ada urusan lagi!" setelah berkata demikian, Caitlyn mengakhiri percakapan mereka. Sebaiknya dia pergi dari pada membahas si sampah itu. Lain kali dia tidak akan langsung mengejar seperti orang bodoh. Orang gagal tetaplah orang gagal!


Zion tampak berpikir, apakah informasi itu benar? Tapi tidak aneh jika Orland meminjam uang pada Cristin Bailey. Hng, sekali pecundang tetaplah pecundang tapi nyatanya mereka hanya dua orang yang sama-sama terkecoh dengan kebohongan Cristin.


Zion hendak melangkah menuju kamar tapi pada saat itu ayahnya memanggil karena ada yang hendak dia bicarakan.


"Zion, kemarilah," panggil sang ayah.


"Ada apa, Dad?" Zion mendekati ayahnya yang terlihat serius.


"Apa kau tahu Weyland Corporation?" tanya ayahnya.


"Tentu, itu perusahaan yang baru naik daun dan berkembang dengan pesat."


"Bagus, banyak rekan bisnis kita yang sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan itu jadi Daddy ingin kau pergi ke perusahaan itu untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan itu. Kau bisa, bukan?"


"Tentu saja, aku akan mencari waktu yang tepat!" ucap Zion.


"Daddy percayakan padamu!" ucap ayahnya.

__ADS_1


Zion mengangguk, Weyland Corporation? Menjalin kerja sama dengan perusahaan itu tidaklah sulit, dia akan menemui pemiliknya dan bernegosiasi dengannya. Perusahaan itu bisa membuat perusahaan mereka semakin maju tapi apakah demikian? Sesungguhnya tanpa mereka sadari, mereka mulai mendekati jebakan yang dibuat oleh Orland.


__ADS_2