Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Kita Impas


__ADS_3

Untuk pertama kalinya, Zion menginjakkan kakinya di Weyland Corporation. Perusahaan yang begitu besar, tidak heran karena begitu perusahaan itu muncul, namanya melesat tinggi dengan cepat. Entah siapa sebenarnya pemilik perusahaan itu karena dia curiga pria yang dia temui di malam pesta bukanlah pemilik asli Weyland Corporation.


Dia akui kehebatan pemilik perusahaan itu yang bisa memajukan perusahaan itu dalam waktu singkat. Dia justru berharap bisa bertemu dengan pemilik aslinya agar dia bisa belajar darinya. Semoga saja hari ini bisa bertemu, entah kenapa dia jadi sangat ingin tahu.


Seseorang menyambut kedatangannya, tentu semua sudah di bawah perintah Gail. Dia harus mengambil antisipasi sesuai dengan perintah bosnya dan benar saja, dugaan Orland sangat tepat. Tentu Orland sudah memperkirakannya, Zion sudah pasti tidak akan tinggal diam apalagi dengan ancaman yang Gail berikan.


Zion tidak tahu jika Gail sudah memperkirakan dirinya akan datang, dia diantar ke sebuah ruangan oleh seorang karyawan di sana. Gail menunggu di dalam, dia sudah siap mendengarkan apa pun yang hendak Zion ucapkan.


"Aku tidak menduga kau akan datang menemuiku, Tuan Dmytry," ucap Gail basa basi.


"Tidak perlu basa basi, seharusnya kau tahu kenapa aku datang!" Zion menghampiri Gail dan duduk tanpa permisi lagi.


"Aku bukan peramal, Tuan Dmytry. Sebaiknya kau katakan padaku ada urusan apa kau datang ke mari atau kau ingin mendengar jika aku hendak menuntutmu dan juga adikmu?"


"Mengenai hal itu, Tuan. Aku rasa ada kesalahpahaman. Lagi pula kau tidak rugi apa pun dan kau juga menipu aku seolah-olah kau adalah pemilik perusahaan ini!" ucap Zion.


"Siapa bilang aku tidak akan rugi apa pun dan dari mana kau mengambil kesimpulan jika aku bukan pemilik perusahaan ini?" tanya Gail. Walau dia memang bukan pemilik perusahaan itu namun dia sudah mendapat perintah dari bosnya untuk mengambil alih masalah itu. Tentunya dia tidak akan mengecewakan bosnya.


"Jika begitu," Zion meletakkan dokumen yang dia bawa ke atas meja, "Jelaskan tentang tanda tangan ini. Ini palsu, bukan? Aku tidak percaya jika itu adalah tanda tangan milik perusahaan ini!" ucapnya.


"Yeah, itu memang tanda tangan palsu," Gail tidak menyangkal. Dia sengaja mengakuinya karena dia ingin melihat bagaimana reaksi Zion.


"Apa maksudnya ini?!" Zion menggebrak meja dengan kasar dan kembali berteriak, "Bukankah ini bisa disebut sebagai penipuan?" teriaknya lagi dengan penuh emosi. Sudah dia duga jika tanda tangan itu palsu. Beraninya pria itu menipunya? Dia bahkan tidak mengikarinya sama sekali.

__ADS_1


"Kenapa kau marah, Tuan Dmytry? Setelah apa yang kau lakukan padaku, apa kau pikir aku masih harus menerima ajakan kerja sama itu?"


"Ti-Tidak perlu membual padahal kau bukanlah pemilik asli perusahaan ini!" ucap Zion.


"Jika aku bukan pemilik asli perusahaan ini lalu bagaimana aku bisa berada di sini?"


Zion mengumpat dalam hati, dia yakin pria itu bukan pemilik asli perusahaan itu tapi bagaimana caranya membuka kedoknya?


"Ngomong-Ngomong soal penipuan, Tuan Dmytry. Apa kau tidak salah menuduh?" Gail beranjak dari tempat duduknya, dia juga mengambil dokumen yang ada di atas meja.


"Kau mau percaya aku pemilik perusahaan ini atau tidak, itu tidak jadi masalah buatku tapi yang jadi masalahnya adalah, kau dan adikmu begitu berani merencanakan sesuatu padaku!"


Zion menelan ludah, dia hampir melupakan permasalahan ini. Sekarang permasalahan semakin rumit, lebih baik dia memilih jalan damai saja sehingga permasalahan tidak semakin meluas.


"Jelaskan padaku, Tuan Dmytry. Kenapa kau memukul aku sampai pingsan lalu menjebak aku agar aku tidur dengan adikmu? Berikan aku penjelasan yang masuk akal kenapa kau melakukan hal ini padaku jika tidak, aku akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum dan menuntut kau juga adikmu!"


"Memaafkan kalian? Coba kau pikirkan apa yang akan terjadi jika rencanamu berjalan dengan lancar. Aku akan rugi karena aku harus menjalin kerja sama denganmu dalam proyek tidak menarik itu. Aku akan rugi jutaan dolar, aku juga harus tidur dengan adikmu yang jal*ng lalu aku harus bertanggung jawab karena telah menidurinya dan kau hanya meminta maaf untuk masalah ini? Apa kau pikir semua bisa diselesaikan dengan kata maaf, Tuan Dmytry?" Gail menatapnya dengan tajam, dia tidak akan melepaskan kakak beradik itu dalam masalah ini.


"Aku tahu tidak semua bisa diselesaikan dengan kata maaf, tapi kau sudah menipu aku dengan tanda tangan palsu itu jadi seharusnya kita impas."


"Jadi menurutmu kita impas?" Gail melirik ke arahnya. Zion ternyata punya banyak akal namun dia juga punya banyak cara.


"Benar, aku minta kau melupakan kejadian itu. Aku juga tidak akan mengungkit permasalahan tanda tangan palsu itu. Berikan semua foto tidak senonoh adikku, aku berharap anda bermurah hati memaafkan kami. Aku juga berjanji tidak akan mengulanginya."

__ADS_1


Gail belum menjawab, sebaiknya dia menyetujui permintaan Zion. Lagi pula jika dia menakuti pria itu sekarang maka dia tidak akan fokus pada umpan yang akan dia lemparkan nanti. Bagaimanapun Zion harus menangkap umpan itu jadi sebaiknya dia mengikuti permintaan Zion.


"Bagaimana Tuan, ini adalah kelalaian yang telah aku dan adikku perbuat. Aku berjanji kami tidak akan mengulanginya lagi."


"Baiklah, tidak perlu diulangi. Seperti yang kau katakan, kita impas walau sesungguhnya aku yang paling dirugikan karena aku hampir terjebak dengan adikmu tapi aku akan bermurah hati. Foto yang aku berikan padanya itu adalah semua foto yang aku miliki, aku tidak memilikinya lagi," ucap Gail.


Zion memandanginya dengan tatapan curiga, apakah benar? Tapi dia tidak perlu membahas hal itu lebih jauh sehingga pria itu tersinggung. Pria itu sudah bermurah hati tidak memperpanjang masalah yang terjadi sudah sangat bagus.


"Baiklah, aku sangat berterima kasih kau mau bermurah hati," ucap Zion.


"Jika begitu aku rasa sudah selesai, kau bisa pergi sekarang!" Gail masih bersikap sinis, itu sudah cukup untuk membuat pria itu merasa nyaman agar dia bisa menangkap umpan tanpa beban.


"Aku sungguh berterima kasih, maaf atas semua yang telah adikku lakukan," Zion mengambil dokumen yang masih berada di atas meja dan setelah itu dia pamit pergi.


Ternyata begitu mudah meyakinkan pria itu. Dia semakin yakin jika pria itu bukanlah pemilik Weyland Corporation. Dia sangat ingin tahu tapi sayangnya dia tidak bisa bertemu dengan pemilik aslinya.


Tidak masalah, dia akan mencari tahu nanti dan yang penting kedatangannya hari ini tidak sia-sa.


Gail masih memadanginya, seringai menghiasi wajah. Pria itu hanya meminta foto saja, bukan? Lalu bagaimana dengan videonya? Pada saatnya nanti, video itu akan dia sebar. Setelah Zion keluar dari ruangan, Gail mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Sekarang bagianmu dan lakukan dengan baik. Jika kau berani berkhianat, kau tahu apa yang akan terjadi, bukan? Jika kau menganggap ancaman ini sebuah lelucon maka kau boleh melakukannya!" ucap Gail.


"Tidak, aku tahu apa yang harus aku lakukan!"

__ADS_1


"Bagus!" Gail mematikan ponselnya, sekarang waktunya pergi menjemput bosnya.


Zion kembali ke perusahaan dengan perasaan lega, akhirnya selesai. Dia akan mengatakan pada adiknya nanti jika dia tidak perlu khawatir lagi akan masalah itu. Zion melangkah memasuki kantor dan pada saat itu, seseorang memanggilnya dari belakang. Zion menoleh, dia terkejut melihat orang yang memanggilnya. Bukankah itu Zake? Kenapa dia terlihat begitu berbeda? Jangan katakan jika pria itu sudah sukses.


__ADS_2