
Cristin dan keluarganya sedang bersiap-siap karena sebentar lagi pesta akan dimulai. Mereka sudah berada di hotel, mereka juga sudah berada di kamar hotel yang memang milik mereka.
Cristin sudah memakai gaun merahnya saat ibunya memanggil karena ada hal penting yang hendak dibahas oleh ayahnya. Karena itu hal penting jadi Cristin keluar dari kamar bersama dengan sang ibu. Mereka tidak menyadari jika mata-mata yang disebar sedang mengawasi mereka. Beberapa dari mereka menyamar menjadi pegawai hotel, situasi yang sedang sibuk membuat keberadaan mereka tidak disadari apalagi pegawai hotel lain mengira mereka pekerja yang baru saja dipekerjakan agar tidak kekurangan orang saat pesta sedang berlangsung.
Cristin dan ibunya masuk ke dalam sebuah kamar di mana ayah dan kakaknya sedang menunggu. Mereka terlihat serius sampai membuat Cristin heran.
"Ada apa? Kenapa kalian terlihat begitu serius?" tanya Cristin.
"Kemarilah, ada yang hendak Daddy bicarakan padamu ," ucap ayahnya.
"Ada apa, jangan meminta aku cepat menikah karena aku baru saja jadi janda!"
"Bukan itu, kemarilah. Tapi jika Orland ingin melamarmu, kami tidak keberatan!" ucap ayahnya lagi.
"Ck, tadi Daddy bilang bukan!" Cristin mendekati ayah dan kakaknya lalu duduk di sisinya.
"Tidak apa-apa jika kau ingin menikah tapi ada yang lebih penting dari pada itu," ucap ayahnya. Ekspresi wajahnya kembali terlihat serius.
"Ada apa, Dad?" Cristin mulai terlihat serius.
"Dengar, mumpung Edrick pulang jadi aku pikir ini kesempatan bagus untuk membahas hal ini. Aku dan Mommy kalian sudah tua, kami berencana keliling dunia untuk menikmati masa tua kami setelah kau menikah nanti," ucap ayahnya.
"So?" Cristin semakin tidak mengerti.
"Aku ingin bertanya pada kalian berdua, siapa yang akan mewarisi bisnis perhotelan yang aku punya? Aku bisa membagi rata untuk kalian berdua jika kalian mau sehingga tidak terjadi pertengkaran jadi katakan padaku apa yang harus aku lakukan?" tanya ayahnya.
"Tentu saja Kak Edrick yang berhak memiliki semua itu. Aku tidak begitu membutuhkannya jadi berikan semuanya pada Edrick," ucap Cristin.
"Apa yang kau katakan? Sekalipun kau seorang wanita tapi kau harus memiliki sebuah bisnis yang bisa kau kelola. Sekalipun kau memiliki pacar seorang milliarder tapi kau harus tetap memiliki penghasilan sendiri agar kau tidak terlihat menyedihkan jika terjadi sesuatu denganmu suatu saat nanti," ucap Edrick.
"Yang kakakmu ucapkan sangat benar, Cristin. Kami akan membagi perusahaan itu untuk kalian berdua supaya adil," ucap ibu mereka.
"No, Mom. Berikan semuanya pada Cristin," ucap Edrick.
"Apa?" kedua orangtuanya terkejut, begitu juga dengan Cristin. Mereka melihat ke arah Edrick dengan tatapan tidak percaya.
"Jangan bercanda, Kak. Kaulah yang yang paling berhak karena kau yang paling tua!" ucap Cristin.
"Ayolah, aku tidak mau serakah. Kalian tahu aku juga memiliki perusahaan di Italia dan perusahaanku maju dengan pesat. Aku juga tidak mungkin bisa kembali untuk mengelola bisnis perhotelan milik Daddy karena anak dan istriku lebih suka tinggal di sana. Tanpa bisnis yang diberikan oleh Daddy pun aku sudah cukup sukses jadi aku rasa berikan semuanya pada Cristin."
"Tapi, Kak. Bisnis Daddy tidak sedikit!"
__ADS_1
"So? Kau pasti bisa mengelolanya, bukan?"
"Tentu saja aku bisa," jawab Crisin.
"Jika begitu tidak perlu ragu, aku sudah memiliki semuanya jadi kau harus mengelolah bisnis Daddy dengan baik dan jangan membuat kami kecewa," ucap kakaknya.
"Baiklah jika begitu, kita sudah memutuskan akan memberikan semuanya pada Cristin," ucap Grifin.
"Yeah, memang dia yang lebih pantas mewarisi bisnis Daddy," ucap Edrick.
"Jika begitu aku akan mengumumkan pada para tamu undangan nanti jika Cristin yang akan menjadi ahli warisku."
"Apa tidak terlalu cepat, Dad?" tanya Cristin. Jujur saja dia lebih suka kakaknya yang mengelola bisnis ayahnya.
"Tidak, tidak ada kesempatan yang lebih baik untuk mengumumkan hal itu selain hari ini," jawab ayahnya.
"Baiklah, jika sudah selesai aku harus kembali ke kamar untuk berdandan" ucap Cristin.
"Pergilah, kami hanya ingin membicarakan hal ini saja," ucap ayahnya.
"Baiklah," Cristin beranjak, dia harus segera berdandan dan sudah harus siap sebelum acara dimulai.
"Bagaimana kekasih Cristin saat ini, Mom??" tanya Edrick.
"Menurut kami dia pemuda yang baik," jawab sang ibu.
"Dulu Johan juga baik, jangan lupakan itu. Aku khawatir Cristin tertipu lagi."
"Tidak perlu khawatir, Edrick. Orland pria yang bisa diandalkan, kami sudah melihat kesungguhannya dan dia tidak menipu Cristin."
"Hm, sepertinya hubungan kalian dengan pria bernama Orland ini sudah dekat," ucap Edrick.
"Tentu saja, dia benar-benar berbeda dengan Johan."
Edrick memandangi ibunya, dia jadi penasaran dengan pria itu. Rasanya sudah tidak sabar untuk mengenalnya dan bertemu dengannya. Tidak saja Edrick yang tidak sabar untuk bertemu dengan Orland, Cristin juga sudah tidak sabar. Sambil menggulung rambutnya agar bergelombang, Cristin menghubungi Orland.
Karena hari ini Orland hanya berperan sebagai supir pribadi Cristin saja jadi dia tidak berpenampilan mencolok. Gail yang akan berperan menjadi dirinya jadi pria itu harus berpenampilan sesuai dengan perintah Orlan agar tidak ada yang curiga nantinya.
Ponsel Orland berbunyi saat pria itu sedang mempelajari proposal yang akan dia berikan pada Gail nanti. Senyum terukir di bibir saat melihat nama Cristin, dia sudah tidak sabar melihat penampilan Cristin malam ini.
"Ada apa, Sayang? Sebentar lagi aku akan berangkat ke sana," ucapnya.
__ADS_1
"Jangan lupa bawakan sesuatu untukku, Orland," ucap Cristin.
"Apa yang kau inginkan? Apa pun itu akan aku berikan."
"Berpikirlah, Tuan Dmytry. Apa yang harus kau bawa saat menemui kekasihmu."
"Baiklah, aku takut hadiahku tidak layak untukmu, Sayang."
"Bodoh, apa pun yang kau bawa aku akan sangat senang!"
"Baiklah, tunggu aku datang. Aku pasti akan membawakan sesuatu untukmu."
"Aku tunggu, Orland. Jangan terlalu lama!" pinta Cristin.
"Tentu," Orland tersenyum, dia juga sudah tidak sabar. Saat Gail datang maka dia akan pergi.
Mereka berbicara sejenak, Orland melihat keluar melalui kaca jendela. Dia tidak tahu jika dia sedang diintai. Orang-Orang Dean sudah siap menyergap dan membunuh pria itu, tinggal menunggu target keluar maka mereka akan langsung menyergap.
Gail sudah hampir tiba saat waktu menunjukkan puku tujuh malam, Orland akan datang lebih cepat satu jam sebelum pesta dimulai. Gail terlihat santai tapi tiba-tiba dia merasa aneh dengan keadaan sekitar rumah bosnya. Dia bahkan membawa mobilnya dengan pelan, kenapa dia merasa situasi tidak seperti biasanya? Apa orang-orang yang mengikuti bosnya beberapa hari lalu kembali lagi?
Mata Gail semakin waspada melihat situasi sampai mobil yang dia bawa masuk ke dalam pekarangan Rumah. Orland segera keluar, dia tidak boleh membuang waktu terlalu lama.
"Kita pergi, Gail. Tapi sebelum itu aku ingin membeli bunga!" ucap Orland.
"Yes, Sir!" Gail kembali menjalankan mobil keluar dari pekarangan. Para anak buah Dean yang melihat tentu bersiap-siap mengikuti mereka dan menggiring mereka ke tempat sepi.
Gail membawa mobilnya menuju toko bunga, kecurigaannya ternyata sangat benar. Mereka kembali lagi tapi kini tidak akan dia biarkan lepas apalagi sampai berani melukai bosnya. Darah Gail mulai mendidih, sudah lama tidak melakukan hal itu. Rasanya jadi rindu dengan masa lalu.
Orland sangat heran karena Gail mengambil jalan yang berbeda, dia sangat ingin bertanya tapi tiba-tiba saja, Braaakkk!! Mobil mereka ditabrak dengan keras dari belakang sana.
Orland terkejut, mobilnya berputar di jalanan akibat kerasnya benturan yang diberikan. Gail mengumpat tapi dia sudah sangat bersemangat.
"Ada apa ini, Gail?" tanya Orland. Matanya menatap lurus ke depan melihat tiga mobil yang ada di hadapan mereka.
"Pegangan, Sir. Aku akan menghabisi mereka semua!" ucap Gail.
"What?" Orland tidak mengerti tapi Gail sudah membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sial, apa yang telah terjadi?
#Sebenarnya gak berniat ada action makanya Orland cuma pengusaha biasa, kalau mafia gak mungkin kena tipu pamannya kan ye, nanti alurnya pasti beda. Aksi Gail akan jadi pemanis aja biar ada tegang dikit, wkwwkwk...
Yang kangen Edward yuk kisah Felix Jackson di F***o dengan judul SECRET MARIAGE WITH MR. MAFIA.#
__ADS_1