Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Pesta Yang Kacau


__ADS_3

Teriakan para tamu undangan terdengar semakin riuh, mereka semua berbondong-bondong berlari ke arah pintu keluar. Pesta yang tadinya meriah jadi kacau.


Kedua orangtua Cristin panik, mereka hendak melihat apa yang terjadi namum mereka kesulitan akibat para tamu yang berdesakan.


Orland dan Gail berusaha melewati para tamu yang menggila, jika ada yang jatuh sudah dipastikan akan ada yang terinjak dan terluka parah bahkan bisa menyebabkan kematian.


Semua yang ada tampak panik, begitu juga dengan istri Edrick karena putri bungsunya menghilang. Di tengah riuhnya para tamu sangat menyulitkan dirinya untuk menemukan putrinya.


Kedua orangtua Cristin juga mencari keberadaan putri mereka karena mereka tidak melihat Cristin sedari tadi. Orland dan Gail juga mencari keberadaan Cristin di antara para tamu undangan.


Pesta itu semakin kacau, para aparat kepolisian sudah berdatangan di luar sana. Entah siapa yang memanggil yang pasti mereka sudah berkumpul.


Para tamu sudah mengosongi tempat, Grifin dan istrinya segera berlari untuk melihat apa yang telah membuat para tamu panik. Tidak mereka saja, Orland dan Gail juga menghampiri tempat itu. Mereka semua terkejut saat melihat dua mayat pengawal bayangan yang menjaga Cristin selama ini. Apa yang sebenarnya terjadi?


Mereka semakin panik saat melihat bom aktif yang ada di tubuh dua mayat itu, Grifin segera mengajak istrinya untuk keluar begitu juga dengan Edrick. Dia mencari keluarganya namun istrinya tampak panik sambil menggendong putri sulungnya.


"Ayo kita keluar!" ajak Edrick.


"Isabel menghilang!" ucap istrinya yang sedang menangis.


"Apa?" Edrick terkejut. Matanya melihat sana sini.


"Apa kalian melihat Cristin?" tanya ibunya.

__ADS_1


Mereka semua menggeleng lalu mereka saling pandang dengan ekspresi ketakutan. Orland dan Gail segera mengajak mereka pergi karena bom akan meledak dalam waktu sepuluh menit lagi.


"Tuan, Nyonya, cepat keluar!" teriak mereka berdua.


"Cristin dan Isabel hilang!!" teriak Mariana dengan perasaan cemas.


Orland sangat terkejut tapi itu bukan waktunya, para petugas sudah bergegas masuk ke dalam ruangan itu dan mengamankan situasi. Waktu sepuluh menit yang mereka miliki harus mereka manfaatkan dengan baik.


Seorang agen wanita yang akan menjinakkan bom berbahaya itu pun berlari masuk tanpa membuang waktu. Bom itu harus dijinakkan agar tidak terjadi kerasakan yang merugikan dan memakan korban.


Di luar sana para tamu yang masih panik berkumpul, Orland dan Gail mulai mencari keberadaan Cristin dan juga Isabel di antara mereka. Edrick juga melakukannya, dia terlihat ketakutan karena putri bungsunya belum juga ditemukan. Tangisan istrinya bahkan belum berhenti, sungguh tidak ada yang tahu apa yang terjadi karena semua terjadi secara tiba-tiba.


"Isabel, Isabel," istri Edrick hanya bisa menangis sambil memanggil putrinya.


Orland dan Gail sudah mencari namun mereka tidak menemukan Cristin di antara para tamu yang mulai perlahan membubarkan diri atas perintah para petugas.


Edrick ingin tahu, bagaimana Isabel terpisah dari ibunya? Padahal saat dia tinggal sebentar istrinya sedang bersama dengan kedua putrinya tapi kenapa putri bungsu mereka tidak ada?


Orland dan Gail juga ingin tahu, kenapa pengawal bayangan Cristin bisa mati terbunuh? Sepertinya tebakan mereka sangat benar, target sebenarnya dari orang-orang itu adalah Cristin.


"Honey, katakan padaku kenapa Isabel bisa berpisah denganmu?" tanya Edrick pada istrinya.


"Anatasya sedang sakit perut saat itu lalu aku meminta seorang pelayan untuk menemani Isabel sebentar tapi begitu aku kembali, Isabel dan pelayan itu tidak ada," jawab istrinya.

__ADS_1


"Pelayan?" tanya Gail. Sudah dia duga para pelayan itu mencurikan.


"Tidak saja Isabel, Cristin juga tidak ada. Bagaimana ini?" tanya Mariana. Dia sangat mengkhawatirkan cucu dan juga putrinya. Semua tampak bingung begitu juga dengan Gail, dia tidak memiliki adat memadai untuk mencari tahu. Lokasi juga ditutup karena para petugas sedang sibuk menjinakkan bom yang ada di dalam sana.


Tidak ingin membuang waktu karena khawatir dengan keadaan Cristin, Orland berlari menuju para polisi yang sedang bertugas. Tidak saja Orland, Edrick juga melakukan hal yang sama karena dia sangat mengkhawatirkan putrinya. Mereka sungguh sangat ingin tahu, apa yang sebenarnya terjadi saat pesta berlangsung?


Memang target yang mereka incar adalah salah satu putri Fedrick. Mereka memerlukannya sebagai umpan. Saat istri Fedrick menitipkan putrinya pada seorang pelayan, sebenarnya tidak ada yang salah karena dia menitipkan putrinya pada pelayan yang tepat namun anak buah Dean mengambil alih dan meminta pelayan yang menjaga Isabel untuk melakukan sesuatu. Karena tidak ada rasa curiga akhirnya Isabel berpindah tangan.


Gadis itu dibius hingga pingsan dan setelah itu seseorang membawanya pergi. Orang yang membawanya bertingkah seolah-olah Isabel adalah putrinya yang sedang tidur sehingga tidak ada yang curiga sama sekali.


Saat itu, setelah Cristin dan Orland selesai berdansa. Cristin pergi mengambil segelas air. Dia selalu diikuti oleh dua pengawal bayangannya bahkan ketika dia pergi ke kamar mandi sekalipun.


Walau kedua pengawal bayangan itu selalu berjaga dengan ketat tapi mereka tidak bisa masuk ke dalam kamar mandi wanita. Tanpa Cristin sadari, seorang anak buah Dean mengikutinya ke dalam kamar mandi dan mengancamnya. Cristin ingin berteriak tapi sebuah pistol sudah perada di pelipis, dia juga mendapatkan ancaman dari anak buah Dean. Jika dia berani berteriak atau melawan, maka keponakannya yang manis akan mati. Tentu saja Cristin ketakutan dan tidak berdaya apalagi foto Isabel yang sudah dibawa pergi diperlihatkan padanya.


Cristin tidak tahu dengan kedua pengawal bayangan yang selalu menjaganya tapi ketika dia keluar, kedua pengawal itu sudah mati dengan sebuah lubang di kepala mereka. Tentu saja anak buah Dean yang menembak mereka dari tempat tersembunyi. Mereka bersembunyi di dalam sebuah ruangan dengan sebuah lubang kecil di dinding. Lubang itu sudah cukup untuk mengelurkan sebuah timah panas. Tidak ada suara yang terdengar, mereka melakukannya dengan rapi. Kedua pengawal banyangan itu pun tidak menduga ada yang mengintai mereka melalui lubang dinding yang kecil.


Mau tidak mau, Cristin pergi mengikuti anak buah Dean demi keselamatan Isabel. Mereka pergi melalui jalan lain sehingga tidak ada yang curiga, sedangkan kedua pengawal Cristin ditarik masuk ke dalam kamar mandi lalu tubuh mereka dipasang dengan alat peledak.


Dean merubah sedikti strategi, dengan adanya sandera maka target tidak akan berdaya dan benar saja, Cristin tidak punya pilhan selain mengikuti mereka walau dia tidak tahu siapa mereka dan kenapa melakukan hal itu.


Hilangnya Isabel dan juga Cristin tentu sudah sampai di telinga para petugas. Dua bom yang membuat panik sudah dijinakkan, dua benda berbahaya itu pun mulai dibawa pergi untuk diamankan. Memang tidak ada korban jiwa namun hilangnya Isabel dan juga Cristin menjadi tugas mereka malam itu.


Sang agen yang sudah selesai menjinakkan bom pun mulai bergabung dengan para petugas yang sedang menangani kasus itu. Mereka memutuskan untuk mengecek cctv sampai akhirnya mereka melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


Istri Edrick menangis histeris melihat putrinya dibawa pergi, begitu juga dengan Mariana karena tidak lama setelah Isabel dibawa pergi, Cristin juga terlihat mengikuti orang-orang yang melangkah bersama dengannya. Mereka mulai mencari pelakunya tapi Orland curiga jika itu adalah perbuatan Johan.


Bisakah mereka menyelamatkan Cristin menghadapi kegilaan Johan yang tetap ingin mengambil ginjalnya? Dia bahkan sudah menyiapkan seorang dokter yang akan mengoperasi Cristin dan memindahkan ginjal Cristin ke tubuh Lauren.


__ADS_2