
Zion berada di dalam ruangan Zake cukup lama, tentu dia harus tahu bisnis apa yang hendak ditawarkan oleh Zake sebelum dia menyetujuinya. Walau dia orang yang tidak sabar tapi dia tetap harus berhati-hati. Proyek yang ditawarkan sangat menjanjikan dan bisa memberikan keuntungan yang berlipat ganda.
Dengan mulut manisnya, Zake meyakinkan Zion seperti yang dia lakukan dulu untuk menjebak Orland. Dia hanya mengulangi kejadian yang sama saja dan bodohnya, Zion melakukan apa yang pernah Orland lakukan dulu. Dengan mudahnya dia terjebak masuk ke dalam perangkapnya.
Zion benar-benar berambisi membuktikan pada sang ayah kemampuan yang dia miliki sehingga dia mengabaikan peringatan yang ayahnya ucapkan tadi. Dia menyetujui bergabung dengan proyek yang ditawarkan oleh Zake tanpa pikir panjang. Yang dia pikirkan hanya hasilnya saja.
Zake terlihat sangat senang ketika Zion menandatangani surat kontrak kerja yang dia tawarkan. Akhirnya misi yang harus dia lakukan selesai, dia harap Orland melepaskannya setelah ini.
"Aku sangat senang akhirnya kau mau bergabung dengan bisnis ini, Zion," ucap Zake basa basi.
"Aku juga senang kau mau mengajak aku bergabung, aku yakin bisnis ini akan memberikan keuntungan yang besar untukku!" ucap Zion dengan keyakinan yang begitu tinggi.
"Kau benar, kau tidak perlu khawatir karena berkat bisnis ini, perusahaan ini bisa berjaya dengan cepat," dusta Zake.
"Bisa aku lihat itu, Zake. kau benar-benar sudah sukses dan ayahku tidak percaya sama sekali."
"Tidak masalah, sekarang tunjukkan padanya jika apa yang dia duga itu salah."
"Kau benar," Zion tersenyum, dia sungguh senang.
Setelah menandatangani bisnis itu, mereka masih berbincang cukup lama sampai akhirnya Zion pamit pergi. Dia akan segera mengurus semuanya danĀ tidak akan mengatakan apa pun pada ayahnya karena dia berniat memberikan kejutan kepada ayahnya saat hasilnya sudah dia dapatkan.
Zake menghela napas dan tampak lega, akhirnya selesai. Tinggal menunggu sebentar maka Orland akan mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Aku sudah selesai!" ucap Zake sambil sedikit berteriak.
__ADS_1
Pintu ruangan lain yang ada di sana terbuka, ternyata Orland dan Gail berada di dalam ruangan lain yang ada di dalam ruangan itu untuk memantau mereka dari sebuah kamera yang sengaja disembunyikan. Mereka berada di sana untuk melihat apakah Zake melakukan tugasnya dengan baik atau tidak.
Zake segera beranjak dan mengambil dokumen yang sudah ditandatangani oleh Zion, dia melangkah mendekati Orland dan memberikan dokumen itu.
"Tugasku sudah selesai, aku sudah boleh pergi, bukan?"
"Jangan buru-buru, Zake," Gail mengambil dokumen yang diberikan oleh Zake dan melihatnya.
"Apa maksudmu? Bukankah aku sudah bisa pergi setelah tugasku sudah selesai?"
"Siapa yang mengatakan hal itu padamu? Apa kau yang mengatakannya, Gail?"
"Tidak, Sir. Aku tidak mengatakan apa pun," jawab Gail.
"Sebenarnya apa maumu, Orland. Aku sudah melakukan apa yang kau perintahkan seharusnya sudah cukup dan tidak mempersulit aku lagi!"
"Baiklah, baik. Tapi setelah itu kau akan melepaskan aku, bukan?" jujur saja dia ragu Orland akan melepaskan dirinya seperti yang dia ucapkan.
"Lakukan saja apa yang harus kau lakukan, Zake. Aku rasa kau masih ingat bagaimana dulu kau mengkhianati aku padahal aku sangat mempercayai dirimu!"
"Waktu itu aku terdesak, Orland!" ucap Zake, dia akan berusaha membela diri agar Orland sedikit bermurah hati.
"Oh, yeah? keadaan terdesak seperti apa yang kau hadapi sehingga kau mengkhianati aku dan berapa uang yang ditawarkan oleh Zion sehingga kau lebih memilih uang itu dari pada meminta bantuan dariku?"
"Aku benar-benar terdesak saat itu sehingga aku tidak memiliki pilihan lain, Orland!"
__ADS_1
"Apa maksudmu tidak punya pilihan?" Orland menatapnya tajam, semua yang terjadi karena campur tangan pria itu. Jika Zake tidak membantu pamannya dan mengatakan jika pamannya menginginkan perusahaan milik ayahnya maka semua yang dia alami tidak akan terjadi.
"Sudah aku katakan aku terdesak, putriku hendak melanjutkan pendidikannya ke universitas yang dia inginkan begitu juga dengan putraku. Aku memerlukan banyak uang sehingga aku langsung menerima tawaran yang diberikan oleh Zion. Aku benar-benar tidak punya pilihan, Orland. Tolong maafkan aku karena telah mengkhianati dirimu!!"
"Jangan berkata seolah-olah kau tidak memiliki siapa pun sehingga kau menerima tawaran Zion karena terdesak oleh keadaan, Zake!" Orland memutar langkah dan berdiri membelakangi pria itu.
"Kau bilang kau tidak punya pilihan? Pada malam aku ditendang keluar, aku juga merasa jika aku tidak punya pilihan lain selain mengakhiri hidupku namun seseorang menyadarkan aku untuk tidak melakukan perbuatan bodoh itu dan memberikan aku pilihan lain. Jika aku menganggap bahwa aku sudah tidak punya pilihan selain bunuh diri, mungkin aku sudah mati malam itu, begitu juga dirimu. Kau sudah aku anggap sebagai keluargaku apalagi kau sudah lama bekerja dengan ayahku. Aku bahkan menganggapmu seperti pamanku tapi kenapa kau tidak datang kepadaku saat kau dalam masalah dan meminta bantuan dariku? Kenapa kau justru lebih memilih berkhianat? Apa kau pikir aku tidak mau membantumu atau kau memang lebih tergiur oleh uang yang ditawarkan oleh Zion?"
Zake menunduk, rasa sesal mulai dia rasakan. Uang yang dia dapatkan dari Zion tidak bertahan lama bahkan dia kesulitan mendapatkan pekerjaan setelahnya . Putrinya juga berperilaku tidak benar dan menjalin hubungan dengan banyak pria. Putranya pun sulit untuk diajak bicara sehingga keluarganya jadi berantakan. Apa itu semua akibat uang yang dia dapatkan dengan cara tidak benar?
"Aku menyesal, Orland. Seharusnya aku tidak mengkhianati dirimu."
"Semua sudah terlambat, Zake. Kau akan menuai hasil dari apa yang kau perbuat jadi terimalah risikonya. Aku tahu kau pasti akan meminta kesempatan padaku dan sekaranglah kesempatanmu. Kau yang telah membuat aku hancur jadi kau pula yang harus memperbaikinya. Aku akan memberikan keringanan jika kau sudah berhasil namun jika kau masih mengkhianati aku, maka seperti kau menghancurkan aku begitu juga aku akan menghancurkan keluargamu!"
"Tidak, aku akan melakukan yang kau inginkan. Aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan padamu tapi satu hal saja yang aku inginkan, rahasiakan hal ini dari keluargaku karena aku tidak mau mereka tahu!"
"Baiklah, aku tidak akan mengatakan apa pun pada keluargamu jadi lakukan yang terbaik!" setelah berkata demikian, Orland melangkah pergi bersama dengan Gail.
Zake jatuh terduduk di atas lantai, dia sungguh tidak menyangka akan berada di posisi seperti itu di mana dia akan diancam oleh orang yang dia anggap bodoh.
"Sial!" umpatannya terdengar bahkan suara teriakannya dapat didengar oleh Orland dan Gail yang masih belum melangkah jauh dari ruangan itu.
"Awasi dia baik-bailk, Gail. Jangan biarkan dia bertemu dengan siapa pun dalam waktu dekat ini!" perintah Orland.
"Yes, Sir!" tentunya Zake tidak akan bisa pergi ke mana pun karena di tempat itu dia sudah menempatkan banyak mata-mata.
__ADS_1
"Sekarang antarkan aku pergi, aku ingin membeli hadiah untuk Cristin."
Gail mengangguk, mereka berdua masuk ke dalam lift. Proposal yang sudah ditandatangani oleh Zion sudah berada di tangan, sekarang waktunya menemui orangtua Cristin untuk membahas pernikahan mereka.