
Orang-Orang yang mengikuti Orland mengumpat marah karena mereka harus terhalang oleh polisi yang tiba-tiba datang. Mereka tidak curiga sama sekali jika Gail sengaja melakukan hal itu untuk mengecoh mereka.
Lagi pula tidak ada yang tahu siapa sebenarnya asisten pribadi Orland. Pemuda itu tidak bisa diremehkan, dia bahkan harus melawan dua puluh lima orang sekaligus saat dia hendak mengundurkan diri dari organisasi yang menaunginya. Sebab itu saat dia bertemu dengan Orland, dia sedang dalam keadaan sekarat.
Gail menunggu di luar saat bosnya sedang menemui rekan bisnis, dia sedang melihat situasi yang ada. Dia benar-benar curiga jika mereka mengincar nyawa bosnya, entah itu dari pesaing bisnis bosnya atau dari sang paman tapi dia rasa orang-orang itu tidak main-main.
Besok saat mereka diikuti lagi, dia akan mengambil bukti dan memperlihatkan pada bosnya jika mereka sedang diikuti. Tanpa bukti dia kesulitan menjelaskan. Kecurigaannya tidak sampai di sana, dia curiga jika semuanya berkaitan dengan Cristin Bailey, apa dia harus menyelidikinya secara diam-diam?
Sepertinya harus dia lakukan tapi harus dengan persetujuan bosnya. Tunggu dia mendapatkan bukti, dia yakin bosnya tidak akan keberatan dan memang kecurigaannya sangat benar. Saat Cristin keluar dari kantor karena dia hendak pergi menemui Orland, anak buah Dean hendak mengikutinya tapi niat mereka terhenti saat melihat dua pengawal bayangan yang melindungi Cristin secara diam-diam mulai mengikuti Cristin.
Sial, mengikuti wanita itu ternyata tidak mudah. Sepertinya tidak ada cara lain selain menggunakan plan B. Mereka menghubungi orang-orang yang mengikuti Orland dan memilih mundur. Tinggal satu kelompok lagi yang mengikuti Grifin Bailey dan istrinya.
Ternyata mengikuti kedua orangtua itu lebih mudah karena tidak ada pengawal. Mereka bahkan langsung tahu apa yang sedang Grifin dan istrinya lakukan dan tentunya kabar itu langsung sampai ke telinga Dean.
Dean yang sedang melakukan perjalanan bisnis tentu langsung mengatakan apa yang dilaporkan oleh orang-orangnya.
"Orang-Orang yang mengikuti pria itu berkata mereka gagal, begitu juga dengan yang mengikuti Cristin!" ucap Dean.
"Kenapa bisa gagal, Dean? Kau tahu aku sudah tidak memiliki banyak waktu lagi!"
"Tenang saja, Sobat. Mereka hanya gagal untuk hari ini saja, mereka memilih mundur karena suatu alasan. Lagi pula hari ini mereka hanya ditugaskan mengintai untuk mencari tahu dan mencari celah agar mereka tidak melakukan kesalahan saat mereka menyerang dan menculik Cristin nanti. Mereka lebih profesional dari pada kita jadi serahkan pada mereka apalagi mereka mendapatkan informasi jika tiga hari lagi ulang tahun mantan ayah mertuamu akan diadakan di sebuah hotel miliknya. Mereka pasti menggunakan kesempatan itu untuk melancarkan aksi mereka!"
Johan diam, dia harap demikian. Ternyata Cristin dan kedua orangtuanya akan mengadakan pesta. Tidak saja merayakan acara ulang tahun, mereka pasti akan merayakan status baru Cristin. Dia sangat yakin itu. Tidak akan dia biarkan, di saat Lauren sedang sekarat mereka justru berpesta. Akan dia kacaukan pesta mereka nanti karena dia akan turun tangan bersama dengan orang-orang Dean.
"Jangan khawatir, Sobat. Percayakan pada mereka yang terlatih! Saat kembali nanti kau akan mendapatkan hasilnya!" ucap Dean seraya menepuk bahu Johan.
__ADS_1
"Baiklah, aku sudah tidak sabar untuk menyelesaikan pekerjaan ini!" ucap Johan. Dia sudah sangat ingin melihat keadaan Lauren, dia juga sudah sangat ingin Lauren sembuh agar mereka bisa memulai kehidupan mereka yang sesunggunya.
Sementara itu, Cristin tiba di restoran di mana dia akan bertemu dengan Orland di sana. Gail memperhatikannya saat dia datang, tidak ada yang aneh sama sekali. Apa dia salah menebak?
Tidak ada yang mengikuti Cristin selain dua orang pengawal bayangan yang ditempatkan oleh Orland. Dua pengawal itu memang Gail yang memilihnya. Gail mendekati dua pengawal itu, dia ingin tahu apakah ada yang mencurigakan atau tidak
"Apa ada yang mencurigakan di sekitar Nona Bailey?" tanya Gail tanpa basa basi.
"Tidak, Sir. Kami tidak mendapati ada yang mencurigakan," ucap salah seorang pengawal itu.
"Jika begitu kalian harus tetap berhati-hati. Jaga Nona Bailey baik-baik karena aku curiga ada yang tidak beres!" ucap Gail.
"Yes, Sir!" jawab dua pengawal itu.
Gail kembali ke mobil, dari sana dia bisa memantau jika ada yang bergerak mencurigakan. Sangat disayangkan dia tidak membawa senjata apinya, rasanya sudah lama tidak bersenang-senang dengan benda itu.
Cristin menunggu begitu lama, dia mulai bosan dan terlihat kesal. Wajahnya bahkan sudah cemberut saat Orland mendekati dirinya.
"Maaf, Sayang. Maaf membuatmu lama menunggu," ucap Orland.
"Menyebalkan, kenapa begitu lama?" ucap Cristin.
"Hei, aku berbisnis. Aku tidak bisa pergi begitu saja jika belum selesai," ucap Orland seraya duduk di sisinya.
"Baiklah, aku tidak akan marah jika kau membayarkan minuman dan makanan ini!" ucap Cristin.
__ADS_1
"Tidak jadi soal," Orland beringsung mendekat dan meraih pinggangnya, "Apa ada yang lain?" tanyanya seraya mencium dahi Cristin.
"Kau harus membayarkan gaun yang aku inginkan, mulai sekarang aku ingin dimanja oleh pacarku, bukan aku yang memanjakan pacarku!" pintanya karena memang dulu dia yang selalu keluar uang.
Orland terkekeh, sebuah ciuman kembali mendarat di dahi Cristin. Dia tidak keberatan karena dia memang harus memanjakan kekasih cantiknya.
"Apa lagi yang kau inginkan, aku akan mengabulkan apa pun yang kau inginkan!" ucapnya.
Cristin tersenyum dan bersandar di bahunya. Untuk kali ini dia benar-benar merasa memiliki kekasih karena Orland memanjakan dirinya dan begitu perhatian padanya.
"Aku ingin mengigitmu."
"Mintalah yang lain, Sayang. Kau boleh menggigit aku sampai puas setelah kita menikah nanti."
"Tidak ada lagi, Orland. Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini," ucap Cristin.
"Oh, ya? Katakan padaku, Cristin. Apa yang sangat kau inginkan selama ini?"
"Cinta, yang aku inginkan hanya cinta tulus, Orland. Kau sudah memberikannya padaku. Kau mengubah pandanganku tentang cinta yang aku anggap sebagai ilusi semata. Setiap kali aku bersama denganmu, kau selalu membuat aku merasa begitu dicintai. Aku bahkan sudah lupa bagaimana cinta palsu yang telah Johan berikan padaku. Setiap aku bersama denganmu, aku merasa bahagia," ucap Cristin. Semenjak mengenal pria itu lebih jauh, semenjak dekat dengannya dan semenjak pertahanan yang dia bangun dengan kokoh sudah hancur, sejak itu pula dia merasakan cinta yang sesungguhnya.
"Aku senang mendengarnya, Cristin," Orland mengangkat dagu Cristin dan mengecup bibirnya dengan lembut.
"Aku senang bisa memberikan kebahagiaan padamu, aku tidak akan menyia-nyiakan pertemuan kita malam itu. Aku akan memberikan banyak cinta seperti yang kau inginkan dan aku tidak akan mengecewakan dirimu."
"Aku tahu kau pasti bisa melakukannya!" Senyuman menghiasi wajah Cristin, Orland mengusap wajahnya dengan perlahan. Jika tidak ada wanita itu maka dia bukanlah siapa-siapa sebab itu dia tidak akan menyia-nyiakan pertemuan mereka apalagi dia juga sudah jatuh hati pada Cristin.
__ADS_1
Orland kembali mencium bibir Cristin dan setelah itu dia mengajak Cristin pergi. Hari ini dia akan memberikan apa pun yang dia inginkan dan dia akan memanjakan Cristin agar dia senang.